31 October 2018

Ini Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening

Ini Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening

Halodoc, Jakarta – Kelenjar getah bening adalah bagian tubuh yang berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Kelenjar ini berbentuk struktur jaringan kecil yang menyerupai kacang merah dan banyak terdapat di area leher, paha bagian dalam, ketiak, di sekitar usus, dan di antara paru-paru.

Meski berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, kelenjar ini rentan mengalami gangguan yang ditandai dengan pembengkakan di area getah bening berada. Lantas, bagaimana cara mengetahui posisi getah bening dalam tubuh? Simak penjelasannya di sini, yuk.

Fungsi Kelenjar Getah Bening

Bersama dengan pembuluh limpa, kelenjar getah bening membangun sistem getah bening yang berperan untuk mengumpulkan cairan, zat sisa, virus, dan bakteri pada jaringan tubuh, di luar aliran darah. Pembuluh getah bening akan membawa cairan tersebut ke kelenjar getah bening. Saat cairan mengalir, kelenjar getah bening menyaring zat yang terkumpul dalam cairan. Jika ditemukan zat berbahaya (seperti virus dan bakteri), sel darah putih (limfosit) akan menghancurkannya. Sedangkan, cairan yang telah disaring, garam dan protein dikembalikan ke dalam peredaran darah.

Saat terjadi infeksi, cedera atau kanker, kelenjar getah bening membesar atau membengkak. Kondisi ini terjadi sebagai respons perlawanan kelenjar getah bening terhadap zat berbahaya dalam tubuh. Area tubuh yang mengalami pembengkakan biasanya adalah leher, paha bagian dalam, dan ketiak.

Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening

Cara memeriksa kelenjar getah bening adalah dengan mengetahui posisinya terlebih dahulu. Beberapa area tubuh yang terdapat kelenjar getah bening adalah area leher, sekitar tulang selangka, ketiak, dan pangkal paha (bening inguinal). Setelah itu, kamu bisa merapatkan ketiga jari untuk menekan secara perlahan bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar getah bening. Jika kamu merasakan adanya benjolan yang lembut, kemungkinan kelenjar getah bening membengkak.

Pada area ketiak, kamu bisa menempelkan jari di area tersebut dan geser turun beberapa sentimeter. Gerakkan juga jari-jari ke lipatan paha, yaitu bagian paha yang bertemu dengan tulang punggung untuk memeriksa kondisi kelenjar getah bening di area tersebut.

Kelenjar Getah Bening dan Kanker

Ada dua cara kanker bisa muncul di kelenjar getah bening, yaitu kanker berasal dari kelenjar tersebut dan kanker di tempat lain yang menyebar ke area kelenjar getah bening. Gejala kanker getah bening berupa pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak atau selangkangan, demam, menggigil, kelelahan, kehilangan nafsu makan, menurunnya berat badan, dan munculnya gatal pada tubuh.

Jika terdapat gejala tersebut, dokter akan meraba seluruh kelenjar getah bening pada tubuh dan melakukan CT scan untuk diagnosis kanker kelenjar getah bening. Pengobatan yang dilakukan biasanya pengangkatan kelenjar getah bening yang berada di dekat pertumbuhan sel kanker (biopsi).

Kapan Harus ke Dokter?

Kelenjar getah bening yang membengkak bisa kembali normal dalam beberapa hari, terutama yang terjadi akibat reaksi alergi. Kamu perlu waspada jika kelenjar getah bening tetap membengkak selama beberapa hari dan disertai gejala lain seperti penurunan berat badan, berkeringat di malam hari, demam terus-menerus, sulit menelan, dan sulit bernapas. Gejala tersebut bisa menjadi tanda sistem kekebalan tubuh sedang melawan penyakit serius sehingga perlu ditangani segera.

Jika kamu mengalami pembengkakan kelenjar getah bening dan disertai gejala di atas, segera berbicara dengan dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja melalui fitur Contact Doctor via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: