22 September 2017

Ini Dampak Menonton Film Dewasa Bagi Kesehatan, Sudah Tahu?

Ini Dampak Menonton Film Dewasa Bagi Kesehatan, Sudah Tahu

Halodoc, Jakarta – Menonton film dewasa atau blue film tentulah membuat kita untuk terus ingin berfantasi seksual. Hal ini berlaku tidak hanya bagi pria, namun juga bagi wanita. Bagi sebagian besar kaum pria, dengan menonton film dewasa, tentunya dapat menambah kualitas hubungan intim dengan sang istri, namun apabila dilakukan secara berlebihan, maka akan dapat membahayakan kesehatan fisik, mental maupun sosial pada seseorang.

Berdasarkan penitilian yang sudah dilakukan di Jerman, ditemukan bahwa “mempunyai kebiasaan menonton film dewasa atau blue film secara intens bisa membuat volume otak di daerah sekitar striatum – daerah yang berkaitan dengan motivasi pada seseorang, akan mengalami penurunan dan bahkan mengalami penyusutan”. Di sisi lain, penelitian dari Journal of Sexual Medicine berbicara “dengan menonton film dewasa maka akan membangkitkan gairah seksualitas yang tinggi pada seseorang, bahkan bisa membuat sel-sel pada otak menjadi aktif.

Tujuan utama seseorang menonton film dewasa pun disangkut pautkan dengan inspirasi bagi pasutri (pasangan suami-istri) agar dapat mempraktikkan apa yang telah mereka tonton untuk terjadi sebagai tindakan nyata yang dituangkan dalam bentuk eksperimen saat beraktivitas seksual. Oleh karena itu, sebelum kamu sering googling film-film dewasa dan menontonnya, ada baiknya ketahui terlebih dahulu yuk apa saja dampak yang diberikan:

  • Film dewasa membuat penonton membutuhkan stimulasi seksual yang jauh lebih tinggi sehingga ingin terus melakukan hubungan seksual yang lebih ekstrem.
  • Pontensi menumbuhkan praktik sadomasokistik atau perilaku seksual yang menyimpang dengan melibatkan kekerasan pada sang pecandu blue film.
  • Dampak lainnya dari menonton film dewasa yaitu dapat menganggu seseorang lupa akan tanggung jawab, kurangnya jam tidur dan rasa diabaikan oleh pasangan.
  • Berkurangnya relasi dengan orang lain juga merupakan salah satu dampak negatif yang bisa dirasakan karena terlalu sering menonton film dewasa tersebut.
  • Bahkan bisa menjadi penghambat intimnya hubungan antara pasangan suami-istri karena dianggap telah mengalihkan hal-hal yang disukai pasangannya.



Golongan usia remaja pun mempunyai tingkat risiko yang begitu rendah akan kebiasaan menonton film dewasa, karena mudahnya mereka mengakses melalui smartphone. Dampak pun akan dirasakan pada anak di bawah umur.

Untuk itu, disarankan untuk memberikan pendidikan seksual sejak dini dan tetap update informasi terbaru mengenai lingkup seksual kamu langsung pada dokter ahli yang ada pada aplikasi Halodoc. Kamu dapat menghubunginya melalui pilihan metode Voice/Video Call dan Chat di Halodoc menggunakan smartphone, kapan saja dan dimana saja. Selain itu, kamu pun bisa membeli produk kesehatan untuk menunjang gairah bercintamu dengan order di fitur Apotik Antar yang akan diantar dalam waktu 1 Jam. Yuk! download Halodoc sekarang juga di App Store atau Google Play.