Ad Placeholder Image

Ini Makanan yang Dapat Dikonsumsi saat Anak Diare

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 Juni 2026

Anak diare perlu diberi makanan tepat agar tidak memperparah gejala.

Ini Makanan yang Dapat Dikonsumsi saat Anak DiareIni Makanan yang Dapat Dikonsumsi saat Anak Diare

DAFTAR ISI


Melihat si kecil lemas karena diare tentu membuat orang tua merasa khawatir. Diare pada anak sering kali disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau intoleransi makanan yang mengakibatkan frekuensi Buang Air Besar (BAB) meningkat dengan konsistensi feses yang cair. Masalah utama yang sering muncul akibat kondisi ini adalah risiko dehidrasi atau kekurangan cairan yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Menjaga asupan makanan dan cairan adalah kunci utama dalam pemulihan diare. Namun, memberikan makanan saat anak sedang rewel dan perutnya tidak nyaman bukanlah perkara mudah. Kamu perlu memilih cemilan atau makanan ringan yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga mampu membantu memadatkan feses dan mengganti elektrolit yang hilang. Kesalahan dalam memilih jenis cemilan, seperti memberikan makanan yang terlalu manis atau berlemak, justru dapat memperburuk kondisi diare si kecil.

Sebagai langkah awal penanganan di rumah, selain memberikan makanan yang tepat, penggunaan suplemen pendukung seperti zink dan probiotik sangat dianjurkan oleh protokol kesehatan internasional. Suplemen ini berfungsi untuk mempercepat regenerasi sel usus dan menyeimbangkan kembali mikrobiota di dalam pencernaan anak. Jika gejala tampak memburuk, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Nah, mau tahu apa saja pilihan cemilan untuk anak diare serta rekomendasi produk kesehatan yang menunjang kesembuhannya? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Produk Kesehatan untuk Anak Diare yang Ampuh

Dalam menangani diare, fokus utama adalah rehidrasi dan pemulihan fungsi usus. Berikut adalah beberapa produk kesehatan yang sangat direkomendasikan untuk mendampingi pemberian cemilan sehat bagi anak yang sedang diare:

1. Oralit 200 mg 1 Sachet

Oralit adalah lini pertama pengobatan diare untuk mencegah dehidrasi. Produk ini mengandung campuran Natrium klorida, Kalium klorida, Trisodium sitrat dihidrat, dan Glukosa anhidrat. Cara kerjanya adalah dengan menggantikan garam dan cairan tubuh yang hilang selama diare dan muntah.

Manfaat utamanya adalah menjaga keseimbangan elektrolit tubuh sehingga anak tidak lemas dan terhindar dari komplikasi dehidrasi berat. Oralit bukan obat untuk menghentikan diare, melainkan cairan pencegah bahaya dehidrasi.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia di bawah 1 tahun: 3 jam pertama diberikan 1.5 – 2 gelas, selanjutnya tiap kali BAB cair diberikan 0.5 gelas.
  • Anak usia 1 – 5 tahun: 3 jam pertama diberikan 3 gelas, selanjutnya tiap kali BAB cair diberikan 1 gelas.
  • Anak usia di atas 5 tahun: 3 jam pertama diberikan 6 gelas, selanjutnya tiap kali BAB cair diberikan 1.5 gelas.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan cara melarutkan bubuk oralit dengan air matang yang tepat sesuai instruksi pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Oralit 200 mg 1 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

2. L-Bio 1 Gram 30 Sachet

L-Bio merupakan suplemen probiotik yang mengandung berbagai jenis bakteri baik seperti Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus thermophilus. Probiotik bekerja dengan cara menyeimbangkan jumlah bakteri di saluran pencernaan yang terganggu akibat infeksi diare.

Manfaat L-Bio adalah membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan, meningkatkan sistem imun, dan memperpendek durasi diare pada anak. Bubuk ini memiliki rasa yang netral sehingga mudah dicampurkan ke dalam cemilan anak seperti bubur atau jus buah.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 2 tahun ke atas: 2-3 sachet per hari.
  • Anak usia 1 – 2 tahun: 1-2 sachet per hari.

Produk ini merupakan suplemen kesehatan dan aman dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan L-Bio 1 Gram 30 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Memberikan Makan Saat Anak Diare
  1. Berikan porsi kecil namun sering agar perut anak tidak kaget.
  2. Hindari makanan yang mengandung kadar gula tinggi karena dapat memicu diare osmotik.
  3. Pastikan kebersihan peralatan makan dan tangan sebelum memberikan cemilan.

3. Zinc Syrup 60 ml

Zinc atau Zink merupakan mikronutrien penting yang sangat direkomendasikan oleh WHO untuk pengobatan diare pada anak. Zinc bekerja dengan cara memperbaiki integritas mukosa usus, meningkatkan penyerapan air dan elektrolit, serta mempercepat regenerasi epitel usus yang rusak akibat infeksi.

Pemberian Zinc selama 10-14 hari berturut-turut terbukti dapat mengurangi durasi diare dan mencegah kejadian diare berulang dalam 2-3 bulan ke depan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Bayi usia 2 – 6 bulan: 5 ml (10 mg) setiap hari selama 10 hari berturut-turut.
  • Anak usia 6 bulan – 5 tahun: 10 ml (20 mg) setiap hari selama 10 hari berturut-turut.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan pastikan dosis dihabiskan selama 10 hari meski diare sudah berhenti.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Zinc Syrup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Entrostop Anak 10 ml 6 Sachet

Entrostop Anak adalah sirup herbal yang mengandung ekstrak daun jambu biji, ekstrak jahe, ekstrak kunyit, dan ekstrak daun teh. Kandungan alami ini bekerja sebagai astringen yang membantu memadatkan feses serta meredakan rasa mulas dan kembung di perut anak.

Manfaat utamanya adalah membantu mengurangi frekuensi buang air besar dan meredakan gejala penyerta diare lainnya. Dengan rasa jambu yang disukai anak-anak, produk ini sangat mudah diberikan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 6 – 12 tahun: 3 kali sehari 1 sachet.

Produk ini merupakan obat herbal (Obat Bebas). Jika diare tidak membaik dalam 2 hari, segera hubungi tenaga medis.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Entrostop Anak 10 ml 6 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

Pilihan Cemilan Aman dan Sehat Saat Anak Diare

Memilih cemilan yang tepat sangat krusial karena sistem pencernaan anak sedang dalam kondisi sensitif. Berikut adalah beberapa jenis cemilan yang direkomendasikan secara medis:

1. Pisang Matang

Pisang adalah komponen utama dalam diet BRAT (Bananas, Rice, Applesauce, Toast). Pisang kaya akan kalium yang sering hilang saat diare. Selain itu, teksturnya yang lembut mudah dicerna dan mengandung pektin, sejenis serat larut yang membantu menyerap cairan di usus sehingga feses menjadi lebih padat.

2. Saus Apel (Applesauce)

Sama seperti pisang, saus apel mengandung pektin dalam jumlah tinggi. Pastikan kamu memberikan saus apel rumahan yang dibuat tanpa tambahan gula berlebih. Saus apel memberikan energi instan bagi anak yang sedang lemas namun tetap ramah bagi dinding usus yang sedang meradang.

3. Biskuit Crackers atau Roti Panggang

Cemilan berupa roti panggang atau biskuit crackers tawar merupakan sumber karbohidrat sederhana yang mudah dipecah oleh tubuh. Makanan ini bersifat hambar (bland diet), sehingga kecil kemungkinannya memicu mual atau memperparah iritasi pada lambung anak.

4. Kentang Rebus

Kentang yang dikupas lalu direbus atau dikukus hingga empuk adalah cemilan yang sangat baik. Kentang merupakan sumber energi yang efisien dan mengandung elektrolit. Hindari menambahkan mentega atau susu yang tinggi lemak ke dalam kentang karena lemak sulit dicerna saat diare.

5. Yogurt dengan Probiotik

Meski produk susu biasanya dihindari saat diare (karena risiko intoleransi laktosa sementara), yogurt dengan kultur bakteri hidup (probiotik) adalah pengecualian. Bakteri baik dalam yogurt membantu melawan kuman penyebab diare di dalam usus. Pilihlah yogurt tawar (plain) tanpa pemanis buatan.

Studi Mengenai Efektivitas Suplemen Diare

The Journal of Pediatrics menerbitkan studi di tahun 2014 yang menjelaskan bahwa suplementasi Zinc secara signifikan mengurangi durasi dan keparahan diare pada balita di negara-negara berkembang.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa Zinc tidak hanya mengobati gejala yang ada, tetapi juga memperkuat sistem pertahanan usus untuk jangka panjang. Rehidrasi dengan oralit yang dikombinasikan dengan Zinc tetap menjadi standar emas dalam manajemen diare anak secara global.

Selain itu, meta-analisis dalam jurnal Cochrane Library mengonfirmasi bahwa penggunaan probiotik yang tepat dapat memperpendek masa pemulihan diare infeksius sekitar satu hari. Hal ini mendukung pentingnya pemberian produk seperti L-Bio sebagai pendamping cemilan sehat anak.

Apabila diare disertai dengan demam tinggi, muntah terus-menerus, atau terdapat darah pada feses, jangan menunda untuk mencari bantuan medis. Ibu bisa dengan mudah [beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9gfr6qva) untuk kebutuhan suplemen darurat.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan dan suplemen di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan diagnosa yang lebih akurat.

FAQ Mengenai Makanan Anak Diare

1. Apakah anak diare boleh minum susu?

Untuk sementara, sebaiknya kurangi konsumsi susu sapi karena diare dapat menyebabkan intoleransi laktosa sementara. Namun, jika anak masih menyusu ASI, lanjutkan pemberian ASI sesering mungkin karena mengandung antibodi dan cairan terbaik.

2. Bolehkah memberikan jus buah saat anak diare?

Jus buah komersial biasanya tinggi gula dan sorbitol yang justru bisa menarik cairan ke usus dan membuat diare makin parah. Lebih baik berikan potongan buah asli seperti pisang atau melon.

3. Berapa lama Zinc harus diberikan pada anak?

Sesuai anjuran medis, Zinc harus diberikan selama 10 hari berturut-turut meskipun diare sudah berhenti di hari kedua atau ketiga untuk memastikan usus pulih sempurna.

4. Kapan anak boleh mulai makan makanan normal kembali?

Setelah frekuensi BAB mulai berkurang dan konsistensinya memadat, kamu bisa mulai memperkenalkan makanan biasa secara bertahap, dimulai dari makanan rendah lemak dan rendah serat.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Diarrhoeal disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Diarrhea in children: What to eat.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. The BRAT Diet for Kids.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Protokol Tatalaksana Diare pada Balita.
PubMed NCBI. Diakses pada 2026. Zinc supplementation in the management of childhood diarrhea.

## Punya Keluhan Kesehatan pada Si Kecil tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan pada anak yang sedang diare, tapi bingung memilih produk yang tepat? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.