• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Night Terror

Ini Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Night Terror

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Night Terror

Halodoc, Jakarta - Night terror merupakan jenis gangguan tidur yang biasanya dialami anak-anak usia 3 sampai 7 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa mengalaminya. Gejala seseorang mengalami night terror yaitu berteriak, menangis, mengerang, detak jantung cepat, terengah-engah, dan indikasi ketakutan lainnya. 

Pada kasus night terror yang dialami oleh anak-anak, ia mungkin akan membuka mata, berbicara, bahkan berjalan namun tidak bangun sepenuhnya. Kebanyakan orang dapat tertidur kembali setelah night terror terjadi. Sebenarnya, kondisi ini tidak berbahaya namun apabila sudah terlalu sering terjadi, maka ada baiknya dilakukan pemeriksaan.

Baca juga: Cemas Saat Malam Hari, Kenali tanda Night Terror

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Night Terror

Cara untuk mendiagnosis night terror, dokter perlu meninjau riwayat kesehatan dan gejala orang yang mengalaminya. Beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis night terror, yaitu:

  1. Pemeriksaan Fisik. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi kondisi apa pun yang berkontribusi pada night terror
  2. Menganalisis Gejala. Night terror biasanya didiagnosis oleh dokter berdasarkan deskripsi kejadian. Dokter bisa bertanya tentang riwayat masalah tidur dalam keluarga. Dokter juga mungkin meminta kamu atau pasangan untuk mengisi kuesioner tentang perilaku tidur. 
  3. Studi Tidur Nokturnal (Polisomnografi). Pada beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan studi tidur semalaman di laboratorium tidur. Sensor ditempatkan dalam tubuh untuk merekam dan memantau gelombang otak, kadar oksigen dalam darah, detak jantung dan pernapasan, serta gerakan mata dan kaki saat tidur. Kamu akan direkam dalam bentuk video untuk mendokumentasikan perilaku selama siklus tidur. 

Membuat buku harian tidur selama dua minggu sebelum pemeriksaan dapat membantu dokter memahami lebih banyak tentang jadwal tidur, faktor yang memengaruhi tidur, dan kapan night terror terjadi. Kamu mungkin perlu berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan informasi tambahan. 

Baca juga: Anak Rentan Terserang Night Terror, Ini Penyebabnya

Penanganan untuk Atasi Night Terror

Jika night terror menyebabkan potensi cedera, mengganggu anggota keluarga, atau menyebabkan rasa malu, maka perawatan medis mungkin diperlukan. Perawatan berfokus pada peningkatan keamanan dan menghilangkan penyebab atau pemicu. 

Beberapa pilihan pengobatan di antaranya, yaitu:

  • Mengobati kondisi yang mendasarinya. Jika night terror berkaitan dengan kondisi medis atau kesehatan mental, seperti apnea tidur obstruktif (obstructive sleep apnea), pengobatan ditujukan untuk masalah yang mendasarinya. 
  • Mengatasi stres. Jika stres atau kecemasan tampaknya berkontribusi pada night terror, dokter mungkin menyarankan untuk menemui terapi atau konselor. Terapi perilaku kognitif, hipnosis, biofeedback, atau terapi relaksasi juga dapat membantu. 
  • Antisipatif. Tindakan ini dilakukan dengan membangunkan orang yang mengalami night terror sekitar 15 menit sebelum dia biasanya mengalami kejadian. Kemudian, orang tersebut tetap terjaga selama beberapa menit sebelum tertidur lagi. 
  • Pengobatan. Obat jarang digunakan untuk mengatasi night terror, terutama pada anak-anak. Penggunaan benzodiazepin atau antidepresan tertentu mungkin efektif apabila diperlukan.

Baca juga: 3 Cara agar Anak Terhindar dari Night Terror

Night terror dapat terjadi pada periode stres yang ditandai dengan kurang tidur atau pola tidur yang tidak teratur, atau mungkin akibat gangguan tidur lainnya. Kondisi ini berbeda dengan kejang yang terjadi saat tidur. Kejang juga dapat menyebabkan perilaku yang tidak biasa dan seringkali dipicu oleh transisi tidur. 

Ada beberapa hal lainnya yang bisa menjadi pemicu night terror, seperti mengalami demam, konsumsi obat-obatan tertentu, trauma kepala, dan tingkat stres yang tinggi. Pada anak kecil, orangtua perlu membuat kamar anak aman untuk mencegah cedera pada anak selama episode night terror, menghilangkan semua sumber gangguan tidur, dan menjaga rutinitas waktu tidur dan waktu bangun yang konsisten. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Sleep terrors (night terrors)
WebMD. Diakses pada 2020. How do doctors treat night terrors in children?
Very Well Mind. Diakses pada 2020. An Overview of Night Terrors