29 August 2018

Ini Perawatan yang Tepat Bagi Anak Penderita Skoliosis

skoliosis

Halodoc, Jakarta - Salah satu kelainan tulang yang menyebabkan kondisinya melengkung ke samping dan menyebabkan sakit punggung adalah skoliosis. Penyakit ini pun lebih sering terjadi pada anak-anak sebelum memasuki masa puber, yaitu rentan usia 10 hingga 15 tahun. Diantara anak laki-laki dan perempuan pun sebetulnya sama-sama berisiko terkena penyakit ini, namun anak perempuan lebih rentan mengalami kondisi yang semakin buruk sehingga perlu ditangani secara tepat.

 

Penyebab Skoliosis

Penyakit ini kebanyakan tidak bisa dicegah karena penyebabnya masih belum diketahui secara pasti. Namun beberapa hal seperti kerusakan bagian tulang belakang, bawaan lahir, atau kelainan bentuk tulang belakang yang disebabkan oleh gangguan persarafan dan otot dapat menyebabkan skoliosis. Akan tetapi, faktor genetika adalah hal yang memainkan peran paling penting akan munculnya penyakit ini.

 

Gejala Skoliosis

Beberapa kondisi akan dirasakan oleh penderita skoliosis, seperti kesulitan bernapas bahkan nyeri yang sangat hebat. Untuk melakukan penanganan yang tepat pun sebaiknya Ibu mengetahui terlebih dahulu gejala yang akan muncul  dari perubahan penampilan dada, pinggul, atau bahu, yaitu:

  • Tubuh akan condong ke satu sisi.

  • Salah satu pinggul tampak lebih menonjol.

  • Panjang kaki menjadi  tidak seimbang.

  • Salah satu bahu lebih tinggi.

  • Salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol.

 

Diagnosis Skoliosis

Selain dengan memperhatikan perubahan yang terjadi pada postur tubuh anak, ibu juga dapat mengajak anak untuk memeriksakan diri ke dokter. Skoliosis dapat didiagnosis dengan cara pemeriksaan fisik pada bahu, tulang belakang, tulang rusuk, dan pinggul untuk melihat apakah ada yang tampak menonjol dari salah satu bagian tersebut.

 

Pemeriksaan yang berhubungan dengan saraf juga penting dilakukan untuk mendeteksi awal penyakit ini. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan kenormalan refleks tubuh, sensasi dan kekuatan otot. Pemeriksaan X-ray juga dapat dilakukan untuk melihat sudut lengkung tulang belakang untuk memastikan kondisi skoliosis. Dokter spesialis ortopedi biasanya akan menyarankan dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti CT scan atau MRI scan, khususnya apabila dicurigai terdapat pemicu lain seperti tumor.

 

Perawatan Skoliosis

Perawatan skoliosis yang tepat akan didasari pada tingkat keparahan, usia, lokasi dan pola lengkungan, serta jenis kelamin penderita. Nah, beberapa perawatan yang bisa dilakukan antara lain:

 

  1. Terapi

Untuk mengatasi skoliosis dan mencegah tulang punggung berbelok lebih banyak, terapi dapat dijadikan pilihan. Terapi pun mampu menguatkan tulang belakang dan menjaganya agar tetap lentur. Terapi yang bisa dilakukan antara lain terapi fisik seperti olahraga teratur yang meliputi peregangan tangan dan latihan kekuatan. Terapi air juga bisa dilakukan untuk mengurangi tekanan pada sendi.

 

  1. Korset Penyangga

Penyangga kawat atau brace berbentuk korset bisa dipakai di tubuh penderita untuk mengatasi skoliosis. Pada penderita skoliosis anak-anak dan remaja, korset penyangga ini bisa mencegah lekukan tulang punggung menjadi lebih parah. Namun, pada orang dewasa, tujuan memakai brace adalah mengurangi tekanan pada sendi dan meringankan rasa nyeri di punggung bawah.

 

  1. Operasi

Apabila terapi dan penggunaan korset penyangga tidak membantu, maka operasi harus dilakukan. Operasi akan memperkuat tulang belakang dengan menggunakan sekrup dan tangkai baja. Selain itu, orang dewasa dengan kelainan piring sendi tulang belakang bisa melakukan operasi dekompresi untuk mengangkat tulang yang menekan saraf tersebut.

 

Apabila ibu menemukan gejala skoliosis pada anak, segeralah hubungi tim medis untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Kini ibu juga bisa berdiskusi  dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, Ibu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

 

Baca juga: