16 July 2018

Ini Perbedaan Osteoporosis dan Osteoarthritis

perbedaan osteoporosis dan osteoarthritis, penjelasan osteoporosis dan osteoarthritis, mengatasi osteoporosis, mengatasi osteoarthritis

Halodoc, Jakarta – Walaupun mengalami kondisi yang sama, yaitu masalah pada tulang, tetapi terdapat perbedaan yang jelas antara osteoporosis dan osteoarthritis. Masalah pada Osteoporosis lebih kepada kerusakan yang terjadi akibat keropos tulang, sehingga menyebabkan patah tulang. Sedangkan, osteoarthritis lebih disebabkan karena peradangan sendi yang mengakibatkan kaku dan nyeri.

Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi tulang memburuk di mana pori-pori tulang mengalami pengeroposan. Sampai akhirnya, tulang kehilangan massanya dan menyebabkan patah tulang. Penyebab utama osteoporosis adalah kurangnya pembentukan tulang yang kuat di masa muda di mana tidak mendapatkan kalsium yang cukup. Selain itu, terlalu sering menggunakan kortikosteroid, kurang berolahraga, kanker tulang, dan cushing sindrom (penyakit yang disebabkan oleh peningkatan kadar hormon kortisol yang abnormal).

Pada beberapa kondisi, osteoporosis lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria, ras Asia dan Kaukasia, kebiasaan merokok yang dapat menghambat kepadatan tulang, gangguan makan di mana seseorang tidak mendapat asupan nutrisi yang sesuai dan biasa dialami oleh mereka yang mengalami bulimia, faktor keturunan, serta permasalahan tiroid. Baca juga: 4 Cara Efektif Mengatasi Linu Panggul

Gejala yang dialami oleh orang-orang yang mengidap osteoporosis adalah kehilangan tinggi badan, yaitu tubuh menyusut, nyeri punggung yang parah, dan perubahan postur badan. Osteoporosis kerap terjadi pada orang-orang yang menginjak usia 50 tahun ke atas. Osteoporosis dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk berjalan, bahkan dapat menyebabkan cacat yang berkepanjangan atau permanen. Mengonsumsi susu, Vitamin D, latihan menahan beban, dan menerapkan gaya hidup sehat adalah cara untuk menghindari atau pun mencegah osteoporosis.

 

Osteoarthritis

Kondisi osteoarthritis juga dialami oleh tulang, tetapi pada osteoarthritis yang terjadi adalah tulang rawan mengalami keausan dan kerusakan pada sendi-sendinya. Pada kondisi ini, gejala yang dialami adalah rasa sakit yang mendalam, kekakuan pada sendi sehingga sulit menggerakkan jari-jari atau bahkan tangan dan kaki, sehingga membuat gerakan tubuh terbatas.

Gejala osteoarthritis biasanya datang secara bertahap dan biasanya dirasakan pada pagi hari, terutama ketika sendi tidak bergerak dalam jangka waktu lama baru, kemudian akhirnya digerakkan dan yang terjadi adalah kesulitan menggerakkan sendi, bisa jadi ini adalah gejala awal osteoarthritis. 

Biasanya, yang mengidap osteoarthritis adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas atau pun yang pernah mengalami cedera, serta sering melakukan gerakan berulang dalam jangka waktu lama. Faktor risiko lain yang menyebabkan osteoarthritis adalah kelebihan berat badan, perkembangan sendi yang tidak tepat, faktor genetik, stres yang diakibatkan oleh gerakan berulang yang cenderung terjadi pada para atlet dengan kebiasaan melatih fisik sedemikian rupa yang pada akhirnya peningkatan keausan kartilago (tulang rawan).

Karena baik osteoporosis dan osteoarthritis terjadi pada tulang, kamu bisa mengidap kedua penyakit ini secara berbarengan. Pun, beberapa faktor pemicu osteoporosis dan osteoarthritis memiliki gejala yang hampir sama.

Untuk kesehatan tulang dan mencegah penyakit tulang, ada baiknya mulai sekarang kamu melakukan pencegahan dini dengan mengonsumsi makanan sehat yang mengandung kalsium, asam lemak omega-3, sayuran, dan protein sehat. Selain itu, melakukan olahraga aktif baik kardio maupun angkat beban sangat disarankan tapi jangan berlebihan. Berikan tubuh waktu beristirahat untuk memulihkan diri dari aktivitas fisik yang kamu lakukan.

Punya pertanyaan lebih mendalam mengenai perbedaan osteoporosis dan osteoarthritis, serta bagaimana pencegahan dan cara mengatasinya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.