Ini yang Dimaksud dengan Penebalan di Pembuluh Darah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini yang Dimaksud dengan Penebalan di Pembuluh Darah

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya penyakit yang bisa menyerang arteri, aterosklerosis merupakan salah satu yang mesti diwaspadai. Aterosklerosis ini merupakan penebalan atau penyempitan arteri karena plak yang menumpuk pada dinding arteri. Plak-plak yang menumpuk ini biasanya terjadi ketika lapisan sel pada dinding dalam arteri (endothelium) mengalami kerusakan. Padahal, endothelium ini berfungsi untuk menjaga kelancaran aliran darah dalam tubuh. 

Pertanyaannya, apa sih yang bisa menyumbat arteri, sehingga terjadi penebalan pembuluh darah? Nah, dalam kasus aterosklerosis, biang keladi utamanya adalah kolesterol, kalsium, zat lemak, dan fibrin (zat dalam darah) yang bisa menimbulkan plak pada arteri. 

Baca juga: Kadar Kolesterol Tinggi Bisa Sebabkan Aterosklerosis

Gejala Berdasarkan Lokasinya

Ingat, pembuluh darah arteri yang tersumbat akibat plak dapat menyebabkan sederet penyakit. Mulai dari penyakit jantung koroner, serangan jantung, hingga stroke atau strok dalam bahasa Indonesia.

  • Penyakit jantung koroner hingga serangan jantung, gejalanya dapat berupa nyeri dada yang berat, yang dapat disertai dengan sesak napas, kelelahan, keringat dingin, mual muntah, pingsan, bahkan kematian.

  • Strok sumbatan, gejalanya dapat berupa kelumpuhan mendadak sesisi anggota gerak, kelumpuhan otot wajah, kesulitan berbicara, makan dan minum, penglihatan ganda, gangguan keseimbangan, kebingungan, serta kesulitan untuk mengerti pembicaraan.

Di samping itu, gejala aterosklerosis juga bisa bergantung pada lokasi yang terserang. Misalnya:

  • Pada kaki dan tangan, aterosklerosis bisa menyebabkan gejala, seperti nyeri saat berjalan.

  • Pada ginjal, aterosklerosis bisa menyebabkan tekanan darah tinggi atau bahkan gagal ginjal.

  • Pada otak, penyakit ini bisa menyebabkan kesulitan bicara, otot wajah melemah, tangan dan kaki melemah atau kaku, seperti gejala strok), atau kehilangan penglihatan sementara pada salah satu mata.

  • Aterosklerosis pada jantung bisa membuat pengidapnya mengalami nyeri dada (angina). 

Baca juga: Pembuluh Darah Alami Masalah, Ini Langkah Pemeriksaan dengan USG Doppler

Dipicu Kerusakan Arteri

Sampai saat ini penyebab aterosklerosis belum diketahui secara pasti. Akan tetapi ada dugaan kuat kalau penyakit ini diawali oleh kerusakan atau cedera pada lapisan dalam arteri (endothelium). Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan kerusakan arteri.

  • Mengidap diabetes atau resisten terhadap insulin.

  • Kadar kolesterol dan trigliserida, yang tinggi.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Merokok.

  • Berat badan berlebih atau obesitas.

  • Penyakit yang menyebabkan peradangan, seperti artritis, infeksi, atau lupus.

  • Riwayat keluarga dengan aterosklerosis, penyakit jantung koroner, atau strok.

Tips Mencegah Aterosklerosis

Jangan main-main dengan aterosklerosis, sebab penyakit ini bisa memicu banyak komplikasi. Mulai dari serangan iskemik dan strok, hingga gangrene (jaringan mati). Tuh, ngeri kan? 

Lalu, bagaimana sih cara mencegah penebalan pembuluh darah ini? Nah, berikut ini beberapa upaya yang bisa dicoba. 

  • Berhenti merokok karena bisa merusak dinding pembuluh darah, sehingga plak aterosklerosis makin mudah terbentuk.

  • Olahraga secara teratur selama 150 menit per minggu atau 30 menit per hari.

  • Ubah pola makan dengan mengurangi asupan lemak jahat, mengurangi asupan garam dan gula. Selain itu hindari makanan dalam kemasan yang telah diproses, serta memperbanyak makan sayur dan buah.

  • Rutin memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter secara berkala, terutama pada kelompok orang yang memiliki faktor risiko. Buat kamu yang ingin bertanya kepada dokter mengenai masalah di atas bisa download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!  Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah.