Ini yang Perlu Diketahui Tentang Raw Vegan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
raw vegan, diet raw vegan, vegetarian, raw food

Halodoc, Jakarta – Kesadaran akan pentingnya hidup sehat telah melahirkan banyak istilah kesehatan dan diet yang mungkin belum begitu kamu pahami, salah satunya adalah raw vegan. Raw vegan sebenarnya adalah konsep diet dan hidup sehat yang tidak memberikan batasan untuk mengonsumsi jenis makanan apa pun. Asalkan makanan tersebut berasal dari nabati mentah atau diproses semi matang.

Ini artinya, raw vegan melarang konsumsi daging. Diet raw vegan termasuk sayuran mentah, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak tumbuhan, rempah-rempah, dan jus segar.

Sejatinya, raw vegan bukan sekadar menjalani diet biasa. Selain mengonsumsi sayuran dengan jumlah terbatas, perlu juga tekad kuat serta pemahaman mengenai alasan mengonsumsi makanan mentah dan setengah matang tersebut. Tidak semua orang bisa terbiasa dengan pola makan seperti ini, sehingga butuh komitmen untuk setia menjalaninya.

Ada keyakinan kalau proses memasak dan memanaskan makanan dapat menghancurkan nutrisi atau pun enzim alami yang terdapat pada makanan tersebut. Inilah yang bisa meningkatkan risiko pencernaan serta menurunkan sistem kekebalan tubuh. Selain proses memasak, menurut para praktisi raw vegan, sebenarnya mengonsumsi daging tidak baik untuk pencernaan manusia. Sebab, daging membutuhkan waktu lebih lama melewati sistem pencernaan dibandingkan makanan nabati. Baca juga: Lakukan 5 Hal Ini Agar Pencernaan Lancar

Makanan yang terendap terlalu lama di dalam pencernaan dapat meningkatkan risiko munculnya zat karsinogenik yang bisa menyebabkan kanker. Terkait dengan raw vegan, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari jenis diet seperti ini. Mulai dari membantu mengontrol tekanan darah, menurunkan risiko kemungkinan stroke, gagal jantung, kanker perut, penyakit ginjal, sampai menjaga kestabilan berat badan.

Walaupun begitu, tidak semua orang cocok menjalani pola makan raw vegan. Sebagian orang sulit mengunyah makanan mentah atau pun semi matang, sehingga menjadi mual. Belum lagi alergi terhadap jenis makanan tertentu serta fakta kalau tidak semua makanan cocok diolah menjadi menu raw food.

Pertimbangan-pertimbangan demikian seharusnya menjadi poin yang penting untuk diperhatikan sebelum menjadi raw vegan. Apalagi sebenarnya proses memasak dan memanaskan makanan bukan hanya bertujuan untuk memberikan rasa enak pada makanan. Selain itu, supaya makanan tersebut juga dapat terhindar dari bakteri atau kuman yang melekat. Baca juga: 5 Tips Menjalani Diet Eat Clean

Memang dengan membersihkan sayuran di air mengalir dapat membuat sayuran lebih bersih, tetapi tidak menjamin 100 persen. Terkadang bisa jadi ada kotoran yang terlewatkan atau bakteri yang tertinggal di lapisan dalam bahan makanan tersebut. Bahkan, beberapa makanan tertentu akan menghasilkan nutrisi yang maksimal saat dimasak. Makanya, tidak semua makanan cocok menjadi pilihan olahan raw food. Demikian juga tidak semua orang bisa beradaptasi dengan konsep raw vegan.

Buat kamu yang ingin mencoba konsep ini, bisa pelan-pelan memulai dengan mengonsumsi sayur-sayuran mentah, seperti lalapan yang dipadukan dengan olahan protein hewani. Misalnya lalapan dengan tempe goreng atau lalapan dengan ayam panggang. Mengombinasikan cara mengolah makanan juga bisa jadi cara lain untuk beradaptasi dengan konsep raw vegan. Biasanya kamu makan terong goreng, kamu bisa mencoba memakannya mentah.

Ada baiknya bila ingin mencoba konsep diet ini tanyakan dulu dengan ahli kesehatan untuk mengetahui kesiapan tubuhmu. Untuk itu, kamu bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan saran terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store.