28 September 2018

Ini yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Tes HIV

HIV, tes HIV, positif HIV

Halodoc, Jakarta – Menurut Centers for Disease Control and Prevention, diperkirakan 1 dari 7 orang mengidap HIV positif di Amerika Serikat tanpa mereka ketahui atau tidak. Sangat penting untuk mengetahui apakah kamu mengidap positif HIV human immunodeficiency virus atau tidak karena itu tidak dapat bergantung dari tanda ataupun gejala yang terkait HIV sebagai indikator terkuat.

Bahkan setelah hidup selama 10 tahun atau lebih, seseorang yang mengidap HIV positif bisa tidak mengalami gejala apapun. Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan setiap orang yang berusia 13–64 tahun wajib melakukan tes HIV setidaknya sekali.

Orang-orang yang berisiko tinggi untuk melakukan tes HIV adalah mereka yang melakukan praktik seks tidak aman, seperti berganti-ganti pasangan, tidak melakukan hubungan intim menggunakan pengaman, ataupun menggunakan jarum suntik yang tidak higienis.

Kamu disarankan untuk melakukan tes HIV jika baru-baru ini melakukan aktivitas berisiko, antara lain:

1. Melakukan hubungan seks dengan orang yang positif HIV atau seseorang dengan status HIV yang tidak diketahui.

2. Penggunaan jarum secara berbarengan, baik untuk menyuntikkan narkoba ataupun obat-obatan lain.

3.  Melakukan hubungan seks dengan imbalan obat-obatan atau uang.

4. Telah didiagnosis ataupun sedang menjalani pengobatan untuk infeksi menular seksual lainnya yang meningkatkan risiko penularan HIV.

5. Telah didiagnosis atau sedang menjalani pengobatan untuk hepatitis atau tuberkulosis yang lebih sering terjadi ke orang dengan HIV.

6. Melakukan hubungan seks dengan seseorang yang terindikasi salah satu situasi di atas. Selain itu, berhubungan seks dengan seseorang yang riwayat seksualnya tidak kamu ketahui.

7. Kamu juga harus melakukan tes HIV bila sedang berencana untuk hamil. Jika seorang wanita hamil diobati untuk HIV di awal kehamilannya, itu dapat sangat mengurangi risiko penularan virus ke bayi.

8. Jika kamu adalah korban kekerasan seksual sangat penting untuk melakukan pengujian HIV.

9. Laki-laki gay ataupun biseksual yang aktif secara seksual wajib untuk melakukan pengujian HIV, mengingat demografi ini menyumbang hampir dua pertiga dari kasus HIV di Amerika Serikat tahun 2016.

10. Diperlukan waktu 23–90 hari untuk tes antibodi untuk mendeteksi infeksi HIV setelah terpapar. Tes menggunakan darah yang diambil dari vena biasanya dapat mendeteksi infeksi lebih cepat daripada dari tusukan jari atau tes yang dilakukan dengan cairan oral.

11.  Sekitar 25 –30 persen orang dengan HIV di Amerika Serikat juga mengidap hepatitis C (HCV). Hal ini menjadi perhatian karena HIV menyebabkan HCV bergerak lebih cepat di dalam tubuh, kemudian mengakibatkan perkembangan lebih cepat dari sirosis dan penyakit hati stadium akhir.

Kamu bisa mendapatkan HCV dengan berbagi jarum yang terinfeksi, berbagi barang-barang pribadi yang mungkin telah bersentuhan dengan darah (misalnya, pisau cukur, gunting kuku, sikat gigi, peralatan tato atau tindik yang tidak disterilkan, bahkan hubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang memiliki HCV).

Selain itu, seks yang kasar, seks dengan banyak pasangan, atau memiliki penyakit menular seksual atau HIV tampaknya meningkatkan risiko seseorang untuk hepatitis C.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai pemeriksaan HIV atau seputar kesehatan lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: