Inilah 2 Penyebab dan Jenis Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Diabetes Insipidus, diabetes, hormon antidiuretik

Halodoc, Jakarta - Kelainan diabetes insipidus terjadi karena terjadinya gangguan pada hormon antidiuretik dalam mengatur kadar air tubuh. Akibatnya, tubuh memproduksi banyak urine dan membuang air dalam jumlah yang sangat banyak.

Hipotalamus, jaringan di otak yang mengendalikan suasana hati dan nafsu makan, adalah organ yang menghasilkan hormon antidiuretik. Hormon ini akan disimpan di dalam kelenjar pituitari sampai dibutuhkan. Kelenjar pituitari sendiri berada di bawah otak, dan berada di belakang batang hidung. Kelenjar ini akan melepaskan hormon antidiuretik saat kadar air tubuh menurun untuk menghentikan produksi urine di ginjal.

Cairan tersebut disimpan sementara di kandung kemih, sebelum akhirnya keluar dari tubuh sebagai urine. Jumlah cairan yang dikeluarkan dari tubuh sangat bergantung pada hormon vasopresin, yang juga dikenal dengan istilah hormon antidiuretik.

Baca juga:Sering Haus, Bisa Jadi Diabetes  Insipidus

Pada diabetes insipidus, terdapat penurunan produksi dari hormon vasopresin. Kondisi ini menyebabkan ginjal tidak dapat menahan air di dalam tubuh. Sebagai akibatnya, terjadi peningkatan dari produksi urine yang keluar.

Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuretik ini saat kadar air di dalam tubuh terlalu merah. Antidiuretik bersifat berlawanan dengan diuresis. Sementara diuresis sendiri berarti produksi urine. Hormon antidiuretik ini membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Nah, hal yang menyebabkan terjadinya diabetes insipidus adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau ketika ginjal tidak lagi merespon seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dan tidak bisa menghasilkan urine yang pekat. Orang yang mengalami kondisi ini akan selalu merasa haus dan minum lebih banyak, karena berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang hilang.

Baca juga: Anak-anak yang Aktif Lebih Cepat Haus Aman Dari Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus sendiri terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

  1. Diabetes Insipidus Kranial

Diabetes Insipidus jenis ini merupakan yang paling umum terjadi. Diabetes ini disebabkan tubuh tidak memiliki cukup hormon antidiuretik dari hipotalamus. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kerusakan pada hipotalamus atau pada kelenjar pituitari. Kerusakan yang terjadi dapat diakibatkan oleh terjadinya infeksi, operasi, cedera otak, atau tumor otak.

  1. Diabetes Insipidus Nefrogenik

Diabetes insipidus jenis ini terjadi ketika tubuh memiliki hormon antidiuretik yang cukup untuk mengatur produksi urine, tapi organ ginjal tidak merespons terhadapnya. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh kerusakan fungsi organ ginjal atau sebagai kondisi  keturunan. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit mental, seperti lithium, juga dapat menyebabkan diabetes insipidus jenis ini.

Baca juga: Mengapa Saya Berkeringat Banyak?

Apabila kamu mengalami gejala, seperti selalu merasa haus dan buang air kecil, kemungkinan yang kamu alami bukan diabetes insipidus. Orang dewasa umumnya buang air kecil sebanyak 4-7 kali dalam sehari, sedangkan anak kecil melakukannya hingga 10 kali dalam sehari. Hal ini dikarenakan kandung kemih anak-anak berukuran lebih kecil. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui penyebab pastinya dan diagnosis terhadap kondisi yang dialami.

Akan lebih baik jika kamu mengetahui penyebabnya dengan bertanya pada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc agar kamu pun mendapatkan penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dapat diterima secara praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!