• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 3 Gejala Alergi Dingin yang Memerlukan Penanganan Medis

Inilah 3 Gejala Alergi Dingin yang Memerlukan Penanganan Medis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Seorang pria (34) di Colorado, Amerika Serikat (AS), mendadak pingsan dan mengalami kesulitan bernapas setelah ia keluar dari pancuran air panas dan masuk ke dalam kamar mandi dingin. Diketahui dari keluarga, bahwa pria tersebut memiliki alergi terhadap kondisi dingin atau yang dikenal juga dengan urtikaria dingin. Kondisi ini menyebabkan ia mengalami gejala alergi yang cukup serius. Bahkan, saat ditemukan oleh keluarganya, ia sudah dalam keadaan pingsan dan jatuh di kamar mandi dengan tubuh penuh ruam kemerahan.

Baca juga: Alergi pada Suhu Dingin, Kok Bisa?

Umumnya, kondisi alergi memang dapat hilang dengan sendirinya setelah paparan alergen. Namun, pada kasus yang lebih parah, alergi dapat menyebabkan beberapa gejala yang cukup serius dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut, agar kondisi alergi tidak mengancam nyawa. Tidak ada salahnya ketahui beberapa gejala alergi dingin yang perlu kamu waspadai, agar kondisi kesehatan kamu tetap terjaga dengan baik.

Kenali Gejala Alergi Dingin yang Perlu Penanganan Medis

Alergi dingin atau yang dikenal juga sebagai urtikaria dingin merupakan kondisi yang terjadi pada kulit sebagai reaksi akibat adanya paparan suhu dingin atau benda-benda dingin. Kondisi ini sangat umum terjadi pada anak remaja dan orang yang telah memasuki usia dewasa. Meskipun begitu, gejala alergi dingin akan dialami berbeda oleh tiap pengidapnya.

Melansir Mayo Clinic, ada beberapa gejala yang umum terjadi ketika seseorang mengalami alergi dingin, seperti kemerahan pada kulit yang bersifat sementara, ruam merah yang terasa gatal, pembengkakan pada beberapa bagian tubuh yang mengalami paparan dingin, misalnya tangan atau area mulut serta memburuknya ruam kemerahan saat kulit mulai menghangat.

Gejala ringan umumnya akan terjadi setelah 5–30 menit paparan alergen dan kondisi ini akan berlangsung selama 2 jam. Namun, jika kondisi ini tidak menghilang selama beberapa hari, sebaiknya segera cari tahu rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc dan lakukan pemeriksaan agar kondisi gejala yang kamu alami mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Baca juga: Biduran pada Anak Gejala Alergi Cuaca?

Ada beberapa gejala yang perlu kamu waspadai terkait alergi dingin atau urtikaria dingin. Berikut ini beberapa gejala yang perlu kamu perhatikan:

  1. Area ruam kemerahan semakin bertambah luas.
  2. Disertai dengan demam tinggi.
  3. Mengalami syok anafilaktik yang menyebabkan pengidap alergi dingin mengalami gejala cukup serius, seperti tekanan darah menurun, sesak napas, jantung berdebar, kesulitan menelan, hingga kesulitan bernapas.

Itulah beberapa gejala yang perlu segera ditangani dengan baik oleh tim medis. Penanganan sejak dini tentunya perlu dilakukan agar kondisi ini tidak menimbulkan gangguan kesehatan lainnya. Bahkan, syok anafilaktik dapat menyebabkan kematian pada pengidap alergi.

Kulit yang terpapar dingin memicu munculnya gejala alergi dingin. Bahkan, aktivitas sederhana, seperti berjalan dalam cuaca dingin, berenang di air dingin, hingga mandi dengan air dingin dapat memicu kondisi ini.

Pengobatan Alergi Dingin

Cuaca dingin atau benda-benda yang memiliki suhu dingin menjadi penyebab utama alergi dingin. Saat terpapar suhu dingin, tubuh pengidap akan melepaskan zat histamin sehingga memicu gejala alergi pada tubuh. Selain usia yang muda, faktor keturunan dan memiliki riwayat penyakit hepatitis, diabetes, dan infeksi menjadi faktor yang dapat meningkatkan seseorang mengalami alergi dingin.

Baca juga: Ke Negara Bersalju, Inilah 3 Tips Cegah Alergi Dingin

Pada beberapa kondisi alergi dingin dapat menghilang dengan sendirinya. Kamu bisa menggunakan beberapa jenis obat-obatan antihistamin untuk mencegah gejala bertambah parah. Namun, jika kamu mengalami gejala syok anafilaktik kondisi ini perlu penanganan medis di rumah sakit. 

Ada beberapa penanganan yang perlu dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, seperti pemberian oksigen tambahan, cairan melalui infus, membuat pernapasan menjadi lebih baik, obat adrenalin, hingga melakukan perawatan berkala pada pengidap syok anafilaktik.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cold Urticaria.
Genetic and Rare Diseases Information Center. Diakses pada 2020. Cold Urticaria.
National Organization for Rare Disorders. Diakses pada 2020. Cold Urticaria.
Family Doctor. Diakses pada 2020. Anaphylaxis.