Inilah 5 Faktor Risiko Kanker Mata Melanoma

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Inilah 5 Faktor Risiko Kanker Mata Melanoma

Halodoc, Jakarta - Mendengar kata “kanker”, sebagian besar telinga yang mendengarnya akan merasa ngeri. Alasannya simpel, penyakit ini amat mematikan. Nah, dari banyaknya jenis kanker, kanker mata melanoma termasuk salah satu kanker yang tak boleh diabaikan. 

Seperti namanya, kanker mata merupakan kondisi ketika sel-sel abnormal di jaringan mata tumbuh tak terkendali. Nah, kanker mata melanoma ini berasal dari mutasi atau pertumbuhan sel-sel yang abnormal pada sel-sel melanosit mata. 

Lalu, apa sih sebenarnya yang menyebabkan kanker mata melanoma? Faktor risiko apa saja yang mesti diwaspadai? 

Dari Ras sampai Warna Mata

Kalau dirimu bertanya: Apa penyebab pasti dari kanker mata melanoma? Sayangnya, sampai kini para ahli belum bisa mengetahui penyebab kanker mata ini secara mutlak. Namun, ada dugaan kuat beberapa jenis mutasi bisa menyebabkan kanker mata melanoma. Mutasi yang terjadi dapat menimbulkan sel tumbuh dan membelah secara abnormal, sehingga menyebabkan kanker.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Retinoblastoma dan Kanker Mata Melanoma

Namun, selain mutasi genetik, ada juga beberapa kondisi atau faktor risiko yang bisa memicu terjadinya kanker mata melanoma. Misalnya: 

  1. Ras. Melanoma okular lebih sering terjadi pada ras Kaukasia dibandingkan ras Afrika.

  2. Paparan sinar UV. Paparan sinar UV berlebih atau radiasi sinar UV buatan, bisa melanoma koroid dan siliaris.  

  3. Kondisi kesehatan tertentu. Kondisi kulit tertentu yang diwariskan, seperti sindrom nevus displastik (tahi lalat yang abnormal) dan memiliki tahi lalat di mata atau permukaan mata.

  4. Faktor usia. Angka kejadian melanoma okular meningkat seiring bertambahnya usia, puncaknya pada usia 70–80 tahun. 

  5. Warna kulit atau mata. Seseorang yang memiliki warna kulit cerah atau memiliki warna mata biru juga lebih berisiko mengalami melanoma uveal.

Selanjutnya, bagaimana dengan gejalanya? 

Timbulnya Bintik Hitam

Gejala kanker mata melanoma umumnya sulit terlihat ketika seseorang bercermin. Kondisi inilah yang membuat kanker mata melanoma terbilang sulit dideteksi. Namun, ketika dijalani pemeriksaan mata (screening mata), barulah kanker mata ini bisa terdeteksi.

Gejala kanker mata melanoma  bervariasi, bergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Sebagian besar kasusnya, bisa memunculkan gejala seperti timbulnya bintik hitam pada iris mata. 

Namun, ada pula gejala-gejala lainnya yang mungkin saja dialami oleh pengidap kanker mata melanoma. Misalnya: 

  • Penglihatan menjadi kabur.

  • Cacat penglihatan.

  • Iritasi, nyeri,  dan kemerahan pada mata,

  • Tekanan bola mata. 

  • Muncul benjolan di bawah retina yang berbentuk kubah atau jamur.

  • Perubahan bentuk pupil.

  • Katarak lokal.

  • Hyphema (darah di ruang depan mata). 

  • Merasakan adanya bintik-bintik atau garis yang menghalangi pandangan.

  • Rasa seperti melihat kilatan cahaya.

  • Pembengkakan pada salah satu mata.

Baca juga: Benarkah Sinar UV Bisa Memicu Kanker Mata?

Nah, bila kamu mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Segera Tangani, Komplikasi Taruhannya

Kanker mata melanoma yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memunculkan beragam komplikasi. Misalnya:

  • Tekanan yang meningkat di dalam mata (glaukoma).  Tanda dan gejala glaukoma, contohnya nyeri mata dan kemerahan serta penglihatan kabur.

  • Melanoma yang menyebar di luar mata. Melanoma mata dapat menyebar ke luar mata dan ke area tubuh yang jauh, termasuk hati, paru-paru, dan tulang.

  • Hilangnya penglihatan. Melanoma mata besar sering menyebabkan kehilangan penglihatan pada mata yang terkena. Tak cuma ini, bisa juga menyebabkan komplikasi lainnya seperti ablasi retina, yang juga mengakibatkan hilangnya penglihatan.

Mau tahu lebih jauh mengenai penyakit mata atau kanker mata? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Eye melanoma 
American Cancer Society. Diakses pada 2019. Eye Cancer.