16 December 2018

Inilah 7 Ciri-Ciri Mengidap Sleep Apnea

Inilah 7 Ciri-Ciri Mengidap Sleep Apnea

Halodoc, Jakarta – Sleep apnea adalah gangguan tidur yang berpotensi serius di mana pernapasan berulang kali berhenti. Jika kamu mendengkur keras dan merasa lelah, bahkan setelah tidur malam penuh, kamu mungkin mengalami sleep apnea.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai sleep apnea, berikut adalah ciri-cirinya:

  1. Mendengkur keras

  2. Episode di mana kamu berhenti bernapas saat tidur, sesuatu yang tidak disadari, tetapi hanya orang lain yang bisa mengetahuinya

  3. Terengah-engah saat tidur

  4. Terbangun dengan mulut kering

  5. Bangun pagi dengan sakit kepala

  6. Kesulitan tidur (insomnia)

  7. Kantuk siang hari yang berlebihan (hipersomnia)

Tekanan Darah Tinggi atau Masalah Jantung

Tiba-tiba penurunan kadar oksigen dalam darah yang terjadi selama sleep apnea meningkatkan tekanan darah dan membebani sistem kardiovaskular. Memiliki sleep apnea obstruktif meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi).

Sleep apnea obstruktif juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung berulang, stroke, dan detak jantung yang tidak normal, seperti fibrilasi atrium. Jika kamu memiliki penyakit jantung, maka di beberapa episode oksigen darah rendah (hipoksia atau hipoksemia) dapat menyebabkan kematian mendadak akibat detak jantung yang tidak teratur.

Sleep apnea meningkatkan risiko mengembangkan resistensi insulin dan diabetes tipe 2, termasuk gangguan sindrom metabolik. Gangguan ini, meliputi tekanan darah tinggi, kadar kolesterol abnormal, gula darah tinggi, dan peningkatan lingkar pinggang yang terkait dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Orang dengan sleep apnea mungkin lebih mungkin mengalami komplikasi setelah operasi, karena mereka rentan terhadap masalah pernapasan, terutama ketika dibius dan berbaring telentang. Mengalami gangguan fungsi hati juga sangat mungkin terjadi buat pengidap sleep apnea.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Sleep Apnea

Faktor yang dapat meningkatkan risiko sleep apnea, yaitu:

  • Kelebihan Berat Badan

Obesitas sangat meningkatkan risiko apnea tidur. Deposit lemak di sekitar saluran napas bagian atas dapat menghalangi pernapasanmu.

  • Lingkar Leher

Orang dengan leher yang lebih tebal mungkin memiliki saluran udara yang lebih sempit.

  • Saluran Udara yang Sempit

Kamu mungkin mewarisi tenggorokan yang sempit secara genetik. Situasi ini membuat amandel atau kelenjar gondok juga dapat memperbesar dan menghalangi jalan napas, terutama pada anak-anak.

  • Jenis Kelamin

Laki-laki 2—3 kali lebih mungkin mengalami sleep apnea daripada wanita. Namun, perempuan meningkatkan risikonya jika mereka kelebihan berat badan dan risiko mereka juga tampak meningkat setelah menopause.

  • Usia yang Bertambah

Sleep apnea terjadi secara signifikan lebih sering pada orang dewasa yang lebih tua.

  • Sejarah Keluarga

Memiliki anggota keluarga dengan sleep apnea dapat meningkatkan risiko kamu mengidap.

  • Penggunaan Alkohol atau Obat penenang

Zat-zat ini mengendurkan otot-otot di tenggorokan yang dapat memperburuk sleep apnea

  • Merokok

Perokok tiga kali lebih mungkin mengalami apnea tidur obstruktif daripada orang yang tidak pernah merokok. Merokok dapat meningkatkan jumlah peradangan dan retensi cairan di saluran napas bagian atas.

  • Hidung tersumbat

Jika kamu mengalami kesulitan bernapas melalui hidung, baik dari masalah anatomi atau alergi, sangat mungkin mengembangkan sleep apnea.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai sleep apnea serta informasi kesehatan lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: