15 May 2018

Inilah 7 Hoaks dan Mitos Kesehatan yang Masih Sering Dipercaya

Inilah 7 Hoaks dan Mitos Kesehatan yang Masih Sering Dipercaya

Halodoc, Jakarta – Katanya, minuman berenergi bisa meningkatkan stamina dan buat lebih percaya diri. Ada juga yang bilang, singkong dan jengkol itu adalah makanan antikanker. Pertanyaannya, apa faktanya benar seperti itu?

Nah, kamu perlu ekstra hati-hati bila sering mendapatkan informasi kesehatan dengan judul yang bombastis seperti di atas. Pasalnya, bisa jadi itu hoaks, alias berita bohong. Nah, berikut 7 hoaks atau mitos kesehatan yang sering dipercaya banyak orang.

  1. Minum Air Dingin Setelah Makan Memicu kanker

Wah, yang ini benar-benar bikin resah, kan? Soalnya, mungkin banyak orang, atau bahkan dirimu sering melakukan hal ini. Katanya, minum air dingin bisa memadatkan minyak pada makanan sehingga minyak itu akan melapisi usus. Nah, ujung-ujungnya bisa menimbulkan kanker.

Padahal, menurut ahli seperti dilansir  BBC – Science and Nature, suhu alami tubuh manusia akan membuat semua makanan yang masuk ke lambung memiliki temperatur yang sama.

  1. Melihat Payudara Wanita Baik untuk Kesehatan Pria

Banyak pria percaya ketika melihat payudara seorang wanita, bisa membuat kesehatan pria makin terjaga. Hmm, apa kamu percaya? Katanya penelitian dari New England Journal of Medicine pernah menyebutkan, melihat payudara wanita selama sepuluh menit sehari bisa membuat pria lebih sehat dan panjang umum. Benarkah?

Faktanya, New England Journal of Medicine enggak pernah tuh merilis penelitian seperti itu. Selain itu, enggak ada pula satu pun penelitian ilmiah yang mendukung pernyataan tersebut.

(Baca juga: 3 Cara Atasi Masalah Payudara Kendur)

  1. Kandungan Timbel pada Lipstik Bisa Memicu Kanker

Pasti kaum hawa yang membacanya langsung resah. Katanya sih lipstik merek-merek terkenal mengandung timbel untuk membuat lipstik jadi tahan lama dan tahan air. Nah, kandungan inilah yang dituduh bisa memicu kanker.

Sebenarnya, menurut situs kesehatan terpercaya, Web MD, informasi itu adalah hoaks. Sederhananya, paparan timbel itu memang berbahaya, tapi kandungan timbel di dalam lipstik sangat rendah. Jadi, enggak menyebabkan kanker.

  1. Produk Olahan Susu Bebas Lemak dan Gula Lebih Sehat

Banyak juga awam yang percaya kalau produk olahan susu (susu, yoghurt, keju), bebas lemak dan gula lebih sehat dibandingkan dengan produk olahan susu biasa. Orang-orang bilang produk ini bisa menyehatkan jantung. Sebenarnya sih enggak begitu.

Menurut The 8 Biggist “Healthy” Food Hoaxes of All Time The Huffington Post, produk bebas lemak atau rendah lemak itu dibuat dengan proses kimia. Nah, masalah produk susu itu bebas lemak atau tidak, enggak begitu memengaruhi kesehatan jantung.

  1. Katanya Granola Baik Untuk Kesehatan

Banyak orang yang memilih granola untuk menjadi menu sarapan tiap harinya. Katanya makanan ini sehat karena mengandung lemak jenuh yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, menurut The 8 Biggist “Healthy” Food Hoaxes of All Time The Huffington Post, granola merupakan makanan yang tidak meyehatkan karena banyak mengandung gula, mentega, dan tinggi kalori.

  1. Jus Bikin Sehat

Nah, yang satu ini juga banyak dipercaya oleh orang-orang. Maklum, namanya juga buah, pasti punya efek yang baik bagi tubuh. Orang-orang bilang kalau sering mengonsumsi jus bisa bermanfaat bagi kesehatan.

Faktanya, dalam The 8 Biggist “Healthy” Food Hoaxes of All Time The Huffington Post, jus banyak mengandung gula tambahan zat lain dalam proses membuatnya. Yang harus diketahui, buah itu lebih baik dimakan saat ia berbentuk buah daripada dijus.

  1. Konsumsi Cokelat dan Mi Instan Berbarengan Bikin Keracunan

Hoaks yang satu ini dulu pernah viral di media sosial. Singkatnya, makan cokelat dan mi instan bisa membuat tubuh keracunan sehingga seluruh panca indra bisa mengeluarkan darah. Kok bisa? Katanya kandungan arsenic pentoxide pada mi instan bisa berbuah menjadi arsenic trioxide saat digabungkan dengan cokelat. Ngeri, kan?

Sebenarnya hal tersebut amat keliru dan meresahkan. Menurut Kemenkes RI, penelitian laboratorium menunjukkan produk mi instan yang terdaftar dan dipasarkan di Indonesia, sudah memenuhi standar keamanan untuk dikonsumsi. Jika dicampur dengan cokelat pun tak akan membahayakan.

(Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Mi Instan)

So, mau tahu cara paling mudah terhindar dari hoax kesehatan? Gampak kok! Kalau informasi kesehatan itu enggak dipublikasikan di media atau terpercaya, serta jurnal ilimah, segeralah curiga! Pasalnya, kemungkinan besar itu hoaks.

Kamu juga bisa lho mendiskusikan masalah di atas dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!