28 February 2019

Inilah Cara Mencegah dan Mengatasi Rakitis pada Balita

mencegah rakitis

Halodoc, Jakarta - Cara terbaik untuk mencegah rakhitis pada balita adalah dengan mengonsumsi makanan seimbang yang mencakup kalsium, fosfor, dan vitamin D. Asupan vitamin D bisa ditemukan dalam ikan, minyak ikan, dan kuning telur. Makanan lain yang diperkaya dengan vitamin D termasuk susu formula, sereal, susu dan jus jeruk. Perlu juga diingat bahwa ASI juga mengandung sejumlah kecil vitamin D yang dibutuhkan balita. Semua balita yang diberi ASI dianjurkan untuk menerima asupan 400 IU vitamin D setiap harinya.

Selain memberikan asupan makanan yang tepat, pastikan pula Si Kecil mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Ibu hanya perlu mengekspos tangan dengan sinar matahari setidaknya beberapa kali seminggu. Kontak dengan matahari yang terlalu lama justru dapat menyebabkan kerusakan kulit.

Baca juga: Makanan Wajib Bagi Pengidap Rakitis

Ibu sebenarnya dapat mencegah rakitis pada balita, bahkan sebelum ia lahir. Hal ini dapat dilakukan dengan memastikan kecukupan jumlah vitamin D selama masa kehamilan. Bukan hanya membuat tulang kuat, vitamin D juga akan membantu perkembangan tulang balita di dalam rahim.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit rakitis dengan mencukupi kebutuhan vitamin D dan kalsium, antara lain:

  • Imbangi asupan gizi balita dengan asupan makanan yang kaya akan vitamin D dan mineral, misalnya telur, ikan sarden, salmon, kacang-kacangan, tahu dan tempe, sayur-sayuran, serta susu.
  • Jika asupan gizi dari makanan yang dikonsumsi masih kurang, mintalah pada dokter untuk meresepkan suplemen vitamin D dan kalsium sesuai dengan usia dan kebutuhan balita. Ibu hamil dan menyusui juga memerlukannya.
  • Jemur balita kamu di bawah sinar matahari pagi (sebelum jam 10 pagi) secara rutin sekitar 10-15 menit. Pasalnya, sinar matahari pagi dapat membantu pembentukan vitamin D oleh tubuh. Selama menjemur balita di bawah sinar matahari, jangan pakaikan tabir surya, karena itu justru menghalangi sinar matahari pada kulit.

Baca juga: Cara Mencegah Anak Terserang Rakitis

Apabila Si Kecil mengalami penyakit hati atau usus yang menyebabkan gangguan penyerapan vitamin D pada usus, maka sebaiknya berikan suplemen vitamin D dalam bentuk suntikan. Sebaiknya, suntikan diberikan rutin setiap tahunnya. Vitamin D suntik juga dapat diberikan pada anak yang mengalami kesulitan menelan suplemen.

Di sisi lain, jika rakitis menyebabkan tulang anak mengalami kelainan, misalnya punggung menjadi bungkuk atau tulang kaki menjadi melengkung, dokter dapat memasangkan alat penyangga khusus untuk memposisikan tulang kembali pada tempatnya. Alat ini juga dapat selalu dipakai seiring pertumbuhan anak.

Pada kasus tertentu, penanganan rakitis bisa dilakukan dengan mengambil langkah pendekatan ortopedi, yaitu dengan menggunakan alat khusus untuk mengoreksi kelainan tulang. Penanganan juga harus dilakukan berdasarkan akibatnya. Apabila hal yang menjadi penyebab rakitis adalah kekurangan kalsium, pemenuhan kalsium tetap harus diutamakan.

Jika kelainan tulang yang terjadi tidak begitu parah, ibu dapat menggunakan suatu alat yang bernama splint yang digunakan pada malam hari. Penggunaan splint bertujuan untuk mengoreksi secara perlahan kelainan tulang yang ada. Apabila kelainan tulang yang terjadi cukup parah, dapat dilakukan tindakan bedah osteotomi (memotong tulang) hingga bentuk tulang mendekati normal.

Baca juga: Penyakit Rakitis Penyebab Kaki “O” pada Balita, Benarkah?

Jangan keburu mengerutkan dahi saat Si Kecil mengalami kelainan tulang ini, ibu bisa mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.