Inilah Fakta Mengenai Kehamilan Ektopik

Inilah Fakta Mengenai Kehamilan Ektopik

Halodoc, Jakarta – Ada berbagai gejala awal dari kehamilan yang perlu diketahui seperti sering mengalami rasa mual pada pagi hari, mengalami kelelahan terus menerus, munculnya bercak darah yang keluar dari Miss V hingga terlambatnya menstruasi.

Baca juga: Inilah Bedanya Hamil Anggur dan Hamil di Luar Kandungan

Tidak ada salahnya untuk memeriksa kondisi kesehatan, jika kamu merasakan beberapa gejala kehamilan seperti yang disebutkan di atas. Jika kamu dinyatakan hamil, pastikan kondisi kehamilan kamu berkembang dengan baik. Ada berbagai macam gangguan pada kehamilan, salah satunya adalah kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan.

Kehamilan ektopik adalah kondisi kehamilan ketika sel telur yang dibuahi tidak berpindah ke rahim namun hanya menempel pada bagian tuba falopi. Biasanya seseorang dengan kehamilan ektopik, sel telur yang sudah dibuahi bertumbuh dan berkembang pada bagian tuba falopi.

Ada beberapa kondisi kehamilan ektopik yang cukup langka, selain tuba falopi, nyatanya sel telur dapat menempel di tempat lain seperti serviks, ovarium hingga rongga perut. Kenali gangguan kehamilan ektopik lebih banyak sehingga kamu bisa mencegah kondisi kehamilan di luar kandungan.

1. Penyebab Kehamilan Ektopik

Salah satu penyebab seorang wanita mengalami kehamilan di luar kandungan karena gangguan atau kerusakan pada bagian tuba falopi. Tuba falopi adalah bagian yang menghubungkan indung telur dan rahim. Ketahui faktor yang menyebabkan kerusakan pada tuba falopi agar terhindar dari kondisi kehamilan ektopik, seperti:

  • Faktor genetik.

  • Ketidak seimbangan hormon.

  • Adanya peradangan yang disebabkan infeksi karena tindakan medis.

  • Perkembangan organ reproduksi yang tidak normal.

2. Faktor Risiko Alami Kehamilan Ektopik

Ada beberapa faktor juga yang meningkatkan risiko wanita mengalami kehamilan ektopik, seperti berusia lebih dari 35 tahun ketika hamil, wanita yang memiliki riwayat radang panggul, mengidap penyakit menular seksual seperti gonore.

Selain itu, wanita yang pernah mengalami keguguran berulang atau kehamilan ektopik sebelumnya, pernah menjalani pengobatan terkait masalah kesuburan, penggunaan kontrasepsi serta memiliki gaya hidup yang tidak sehat dapat mengalami kehamilan ektopik.

3. Kehamilan Ektopik Tidak Memiliki Gejala

Biasanya, awal kehamilan ektopik sama dengan kehamilan pada umumnya, Hanya saja, pada kehamilan ektopik sel telur tidak berkembang. Inilah pentingnya pemeriksaan kehamilan pada usia awal untuk memastikan kehamilan yang ibu jalani bukan kehamilan ektopik.

4. Cara Mengatasi Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik perlu segera diatasi agar tidak menimbulkan komplikasi pada pengidap. Ada beberapa metode pengobatan, seperti suntik methotrexate. Biasanya obat yang diberikan mampu menghentikan pertumbuhan kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik bisa diatasi dengan operasi laparoskopi. Tindakan ini merupakan pengangkatan sel telur dan bagian tuba falopi yang menjadi tempat menempelnya sel telur melalui metode operasi lubang kunci. Tindakan terakhir adalah operasi laparotomi. Pengobatan ini hampir sama dengan operasi laparoskopi hanya saja pada tindakan ini dokter membuat sayatan yang cukup besar untuk proses pengangkatan sel telur dan tuba falopi.

Jangan ragu untuk lakukan pemeriksaan pada dokter kandungan jika ibu merasakan gejala awal dari kehamilan. Penanganan yang tepat meminimalisir risiko sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu bisa pilih dokter kandungan di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: Hamil Tetapi Enggak Punya Embrio, Kok Bisa?