Inilah Faktor Risiko Kanker Kelenjar Air Liur

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Inilah Faktor Risiko Kanker Kelenjar Air Liur

Halodoc, Jakarta - Saat bangun tidur, mungkin kamu menemukan air liur menggenang di dekat mulut. Air liur atau secara medis disebut dengan saliva adalah cairan yang diproduksi untuk membantu proses pencernaan. Cairan ini diproduksi oleh kelenjar air liur yang berada di bagian bawah lidah dan di bawah rahang.

Kelenjar air liur memproduksi cairan tersebut sekitar 2 hingga 4 liter per hari. Dikarenakan fungsinya yang penting, jika kelenjar tersebut mengalami gangguan, maka dapat berbahaya. Salah satu gangguan yang dapat terjadi adalah kanker kelenjar air liur. Berikut faktor yang dapat meningkatkan risikonya!

Baca juga: Diabaikan Kanker Kelenjar Air Liur Sulit Dideteksi

Faktor Risiko Kanker Kelenjar Air Liur

Salah satu gangguan yang dapat terjadi pada kelenjar air liur adalah kanker. Penyakit ini awalnya dapat terjadi dari kelenjar air liur di mulut, leher, atau tenggorokan. Bagian tersebut berfungsi untuk memproduksi air liur yang dapat membantu pencernaan, mencegah mulut kering, dan menjaga gigi tetap sehat.

Pada tubuh manusia, kelenjar air liur terdiri dari tiga pasang, yaitu bagian yang utama berada di belakang rahang, yaitu parotid, sublingual, dan submandibular. Beberapa kelenjar ludah yang kecil berada di bibir, di dalam pipi, dan di seluruh mulut, serta tenggorokan. 

Gangguan kanker paling sering terjadi pada kelenjar parotis. Disebutkan bahwa sekitar 85 persen dari kanker kelenjar air liur terjadi pada bagian tersebut. Lalu, sekitar 25 persen tumor di bagian tersebut termasuk dalam kanker yang ganas. Maka dari itu, penting untuk menghindarinya.

Salah satu cara untuk menghindari kanker kelenjar air liur adalah dengan mengetahui faktor risiko yang dapat menyebabkannya. Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker kelenjar air liur:

  1. Usia yang Lebih Tua

Salah satu faktor risiko dari kanker kelenjar air liur adalah usia yang lebih tua. Walaupun penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, orang yang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya. Dari 3 kasus, 2 di antaranya terjadi pada seseorang dengan usia 55 tahun ke atas.

Jika kamu mempunyai pertanyaan tambahan tentang kanker pada kelenjar air liur ini, kamu dapat menanyakannya pada dokter di Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Play Store! Selain itu, kamu juga dapat membeli obat tanpa perlu ke luar rumah dengan aplikasi ini.

Baca juga: Kanker Kelenjar Air Liur Terjadi Akibat Tumor Ganas

  1. Paparan Radiasi

Faktor risiko lainnya dari kanker kelenjar air liur adalah terpapar radiasi. Seseorang yang mendapatkan perawatan radiasi ke arah kepala dan leher untuk pengobatan dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit tersebut. Selain itu, terpapar zat radioaktif juga dapat meningkatkan risiko mengalami kanker kelenjar air liur.

  1. Keturunan

Faktor keturunan juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kanker kelenjar air liur. Walau begitu, kasus ini terbilang jarang terjadi. Kebanyakan orang yang terserang gangguan ini tidak disebabkan oleh faktor keturunan.

  1. Terpapar Zat Tertentu di Tempat Kerja

Seseorang dapat mengalami kanker kelenjar air liur jika bekerja setiap harinya dengan lingkungan terdiri dari logam tertentu yang menyebabkan debu dari nikel, mineral (debu silika), dan bekerja di pertambangan asbes, pipa ledeng, serta pabrik karet. Walau begitu, belum diketahui secara pasti tentang hal ini.

Baca juga: Inilah Faktor Risiko Kanker Kelenjar Air Liur

Itulah beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan kamu mengalami kanker kelenjar air liur. Ada baiknya selalu menjaga tubuh kamu dari lingkungan kerja agar terhindar dari penyakit berbahaya tersebut. Selain itu, terpapar zat tertentu juga dapat menyebabkan penyakit berbahaya lainnya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Salivary gland tumors
American Cancer Society. Diakses pada 2019. What Are the Risk Factors and Potential Causes for Salivary Gland Cancer?