01 August 2018

Inilah Manfaat dan Risiko Mengonsumsi Daging Merah

manfaat daging merah

Halodoc, Jakarta - Banyak ahli yang merekomendasikan untuk menyertakan daging merah dalam menu harian. Namun, ada juga ahli yang berpendapat sebaliknya, yakni hindarilah konsumsi daging merah demi terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

Mengonsumsi daging merah boleh-boleh saja, yang perlu diperhatikan adalah jumlah konsumsi daging merah yang masih dalam tahap normal. Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat dari konsumsi daging merahh:

Baca juga: Bosan dengan Daging dan Ayam? Pilih Makanan Ini Saja

1. Sumber Zat Besi

Salah satu mineral yang punya peran penting dalam metabolisme tubuh adalah zat besi. Kata ahli, tubuh membutuhkan mineral ini untuk membentuk hemoglobin dalam sel darah merah, untuk mengedarkan oksigen dalam tubuh. Nah, zat besi ini sendiri banyak terkandung dalam daging merah.

Tak cuma zat besi saja, daging merah juga kaya akan seng yang fungsinya membantu tubuh dalam pembentukan jaringan dan metabolisme. Selain itu, manfaat daging merah juga bisa memecah lemak dan bahan kimia dalam tubuh, karena zat selenium yang terkandung di dalamnya.

2. Kaya Vitamin

Selain ketiga zat dan mineral penting di atas, daging merah juga banyak mengandung vitamin. Sebut saja vitamin A, B, dan D yang sangat dibutuhkan tubuh. Yang perlu diingat, ketiganya tak hanya baik untuk kesehatan mata, gigi, dan tulang saja. Namun, juga mendukung kerja sistem saraf pusat sehingga kesehatan mental makin terjaga.

Baca juga: 4 Manfaat Vitamin D untuk Kesehatan

3. Sumber Protein

Zat yang satu ini perannya tak main-main bagi tubuh. Pasalnya, kekurangan protein bisa menimbulkan masalah mulai dari rambut rontok hingga gangguan fungsi otak dan mental. Untungnya, sumber zat protein mudah didapat, misalnya melalui konsumsi daging merah.

Kata ahli, zat ini bermanfaat untuk membangun jaringan tubuh, produksi antibodi dalam sistem kekebalan tubuh, dan membantu tubuh untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Yang menarik, daging merah ini mengandung semua asam amino esensial. Oleh sebab itu daging merah berada di peringkat teratas sebagai sumber protein terbaik.

Perlu Cermat Mengonsumsinya

Meski banyak mengandung zat-zat penting yang dibutuhkan tubuh, konsumsi daging merah secara berlebihan dapat menimbulkan rentetan masalah kesehatan. Nah, berikut risiko mengonsumsi daging merah secara berlebihan.

1. Kanker usus

Menurut para ahli, konsumsi zat besi yang tinggi bisa jadi alasan mengapa daging merah dapat meningkatkan risiko kanker usus. Selain itu, zat yang disebut heme dalam daging merah (yang membuat daging berwarna merah) juga diduga bisa merusak lapisan usus besar. Kata ahli, zat ini akan mengganggu lapisan usus ketika daging merah diolah dengan cara dibakar, karena bisa menimbulkan senyawa penyebab kanker.

Baca juga: Hati-hati Dengan Gejala Kanker Usus Besar

2. Divertikulitis

Menurut ahli seperti dikutip dalam Health, konsumsi daging merah secara berlebihan dapat meningkatkan risiko divertikulitis. Ini merupakan peradangan atau infeksi pada divertikula (kantung-kantung yang terbentuk di saluran pencernaan, terutama usus besar). Para ahli menduga, tingginya asupan daging merah bisa membuat kantung usus besar meradang dan terinfeksi.

3. Penyakit Jantung

Proses daging merah bisa meningkatkan risiko jantung cukup kompleks. Kata ahli seperti dimuat dalam jurnal Nature Medicine, daging merah mengandung senyawa karnitin yang akan dihancurkan oleh bakteri di pencernaan. Proses penghancuran ini akan menghasilkan kadar kolesterol tubuh yang lebih tinggi dan penumpukan lemak di pembuluh darah. Nah, kedua hal inilah yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Meski konsumsi daging merah sering diduga memicu beragam penyakit, tapi bila kamu mengonsumsi dengan bijak, daging merah bisa memberikan banyak manfaat, lho.

Kamu bisa kok bertanya pada dokter mengenai manfaat konsumsi daging merah dan aturan serta cara mengonsumsinya melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!