17 November 2018

Inilah Penyebab Sakit Kuning pada Orang Dewasa

Inilah Penyebab Sakit Kuning pada Orang Dewasa

Halodoc, Jakarta - Penyakit kuning atau jaundice biasanya menjadi salah satu gejala penyakit hepatitis A. Penyakit kuning ini ditandai dengan menguningnya kulit, bagian putih dari mata (sklera), serta membran mukosa hidung dan mulut. Kok bisa?

Kata ahli, hal ini disebabkan karena adanya penumpukan bilirubin di dalam darah dan jaringan tubuh lainnya. Bilirubin sendiri merupakan pigmen berwarna kecokelatan yang ditemukan dalam empedu, darah, dan tinja semua orang. Nah, salah satu gejala dari penyakit ini bisa berupa urine yang berwarna keruh (gelap) dan tinja yang berwarna pucat.

Tertumpuk di Darah dan Kulit

Pada dasarnya, setelah bilirubin terbentuk dari hemoglobin yang terurai akibat proses pembaruan sel darah merah, kemudian zat ini masuk ke pembuluh darah dan dibawa ke hati. Di dalam organ ini, bilirubin kemudian akan bercampur dengan empedu. Nah, bilirubin yang sudah tercampur ini akan dipindahkan ke saluran pencernaan melalui saluran empedu. Selanjutnya, barulah dibuang ke luar tubuh melalui urine dan tinja.

Nah, proses di atas itu akan terjadi ketika tubuh dalam keadaan normal. Namun, jika proses di atas mengalami gangguan dan bilirubin terlambat masuk ke hati atau saluran empedu, lain lagi ceritanya. Zat ini pun akan tertumpuk di dalam darah dan mengendap di kulit. Nah, hal inilah yang akan memunculkan gejala penyakit kuning.

Sebenarnya sih penyakit ini terbilang umum. Seringnya dialami oleh bayi yang baru lahir. Meskipun begitu, penyakit kuning ini juga bisa menyerang orang dewasa. Lantas, apa sih penyebab sakit kuning pada orang dewasa?

Jenis dan Penyebabnya

Jenis atau penyebab sakit kuning dibagi menjadi tiga. Pembagiannya berdasarkan letak terjadinya gangguan pada proses pembuangan zat bilirubin. Ketiganya dikenal sebagai penyakit kuning pre-hepatic, intra-hepatik, dan post-hepatic.

1. Pre-Hepatic

Gangguan penyakit kuning jenis ini terletak pada sel darah merah. Di sini penguraian sel darah merah terlalu cepat, sehingga mengakibatkan kadar bilirubin meningkat pesat. Tingginya kadar bilirubin di dalam darah ini, membuat hati perlu bekerja ekstra melakukan metabolisme sehingga muncul gejala kuning.

Menurut ahli, setidaknya ada beberapa hal yang bisa menyebabkan sel darah merah terurai dengan cepat. Misalnya, malaria, anemia sel sabit dan hemolitik, talasemia, sindrom crigler-najjar, dan defisiensi enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase.

2. Intra-Hepatik

Jenis ini terjadi ketika ada gangguan di organ hati. Kata ahli, penyebab sakit kuning jenis ini bisa dikarenakan kerusakan akibat infeksi atau alkohol. Nah, hal ini ujung-ujungnya akan mengganggu kemampuan hati untuk memproses bilirubin.

Ada berbagai faktor yang bisa membuat hati rusak. Mulai dari virus hepatitis A, B, C, penyakit hati karena alkohol, penyalahgunaan obat, sindrom gilbert, demam glandular, leptospirosis, sirosis, obesitas, sindrom dubin johnson, hingga kanker hati.

3. Post-Hepatic

Gangguan penyakit kuning ini terletak di dalam saluran empedu. Gangguannya bisa berupa inflamasi, penyumbatan, bahkan kerusakan jaringan. Nah, andaikan saluran empedu terganggu maka proses pemindahan bilirubin ke dalam saluran pencernaan pun tak akan berjalan lancar.

Infeksi parasit, batu empedu, cholangitis, pankreatitis, kanker pankreas, kanker empedu dan kandung empedu, serta kolangitis sklerotik primer, merupakan kondisi yang bisa menyebabkan gangguan saluran empedu.

Punya keluhan atau mengidap penyakit kuning? Segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa lho bertanya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: