16 November 2018

Inilah Perbedaan Pusing dan Sakit Kepala, Penyakit yang Dikira Sama

Inilah Perbedaan Pusing dan Sakit Kepala, Penyakit yang Dikira Sama

Halodoc, Jakarta - Sama-sama menyerang bagian kepala, pusing dan sakit kepala kerap dianggap sebagai hal yang sama. Padahal, keduanya berbeda dan penting untuk diketahui, lho. Kesalahan penyampaian istilah antara pusing dan sakit kepala dapat menyebabkan kekeliruan diagnosis bagi dokter. Oleh karena itu, mari kita pahami perbedaan pusing dan sakit kepala melalui penjelasan berikut.

Pusing

Pusing, atau yang dalam bahasa Inggris disebut ‘dizzy’, merupakan sakit pada bagian kepala yang membuat pengidapnya merasa berputar-putar, bahkan dapat mengganggu keseimbangan tubuh. Pusing umumnya muncul tiba-tiba, hilang, kemudian muncul lagi selama beberapa saat. Gejalanya pun beragam, berikut di antaranya:

1. Sensasi Seperti Akan Pingsan

Pusing yang terjadi seperti akan pingsan dapat disebabkan oleh tekanan darah yang tiba-tiba turun pada saat duduk dalam waktu yang cukup lama, kemudian tiba-tiba berdiri. Sensasi akan pingsan juga dapat terjadi ketika pasokan darah ke otak tidak cukup. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit gagal jantung kongestif dan gangguan ritme detak jantung.

2. Limbung

Selain sensasi akan pingsan, pusing juga dapat memunculkan gejala limbung, atau hilangnya keseimbangan tubuh. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti penyakit Parkinson, gangguan rangsangan telapak kaki, atau kurang jelasnya penglihatan.

3. Sensasi Berputar (Vertigo)

Gejala pusing lainnya yang juga banyak dialami adalah sensasi berputar. Pusing jenis ini juga merupakan salah satu gejala umum penyakit vertigo. Selain vertigo, pusing dengan sensasi berputar juga dapat terjadi karena adanya infeksi telinga bagian dalam, vestibular neuritis, migrain, dan penyakit meniere.

Sakit Kepala

Jika pusing dalam bahasa Inggris disebut ‘dizzy’, sakit kepala disebut ‘headache’. Dalam dunia medis, sakit kepala dikenal dengan istilah ‘cephalgia’. Sakit kepala merupakan penyakit yang menimbulkan sensasi nyeri di kepala serta dapat menjalar ke organ sekitarnya. Berbeda dengan pusing, sakit kepala dapat terjadi dalam hitungan menit atau pun hari. Namun, gejala sakit kepala biasanya hanya timbul ketika kondisi tubuh kurang baik dalam beberapa waktu.

Secara umum, sakit kepala dibedakan menjadi 2, yaitu:

1. Sakit Kepala Primer

Sakit kepala primer merupakan sakit kepala yang disebabkan oleh adanya kelainan pada kepala. Kondisi ini dapat terjadi Karena adanya gangguan pada otot, leher, kepala, aktivitas kimia pada otak, pembuluh darah, atau saraf.

Jenis-jenis sakit kepala primer yang umum terjadi adalah:

  • Tension Type Headache. Sakit kepala primer jenis ini disebabkan oleh kakunya otot daerah wajah dan leher, seolah ada pita karet yang melilit kepala. Penyebabnya beragam, mulai dari kurang tidur, stres, dehidrasi, telat makan, depresi, hingga konsumsi minuman keras berlebihan.

  • Cluster Headache. Sakit kepala luar biasa yang menetap di belakang salah satu mata. Sakit kepala jenis ini dapat terjadi selama 1-2 bulan, bahkan menahun.

  • Migrain. Sakit kepala ini biasanya menyerang separuh bagian kepala. Kondisi ini terjadi dapat terjadi secara berulang, sehingga cukup mengganggu rutinitas sehari-hari.

2. Sakit Kepala Primer

Berbeda dengan sakit kepala primer, sakit kepala sekunder terjadi karena adanya sakit pada organ tubuh lain, yang kemudian menjalar ke kepala. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Gejala sinusitis.

  • Infeksi telinga.

  • Masalah gigi.

  • Konsumsi makanan dan minuman yang terlalu dingin secara tiba-tiba.

  • Gangguan penglihatan (glaukoma).

  • Penggunaan helm maupun ikat rambut yang terlalu ketat.

  • Influenza.

  • Perubahan hormon setelah mengkonsumsi pil kontrasepsi.

  • Konsumsi bahan penyedap tambahan seperti MSG (Monosodium Glutamat) yang berlebihan.

Itulah sedikit penjelasan tentang alergi susu pada anak. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal kondisi ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: