14 March 2018

Inilah Perubahan Otot-Otot Pasca Melahirkan

Inilah Perubahan Otot-Otot Pasca Melahirkan

Halodoc, Jakarta – Meski mental seseorang wanita telah siap untuk menjadi seorang ibu, tapi terkadang sebagian mereka merasa kaget ketika terjadi beberapa perubahan pada tubuh. Misalnya, tubuh enggak kunjung langsing, rambut rontok, berjerawat, hingga perubahan otot pasca melahirkan. Namun, kamu enggak perlu kaget, sebab hal-hal tersebut merupakan kondisi yang terkadang memang harus dilalui oleh para Ibu setelah melahirkan.  

  1. Otot Miss V Mengendur
    Organ yang satu ini amat elastis, sebab dapat meregang hingga 10 sentimeter dan memungkinan bayi untuk keluar. Miss V sendiri dikelilingi oleh sekelompok otot yang disebut otot dasar panggung. Nah, perubahan otot ini bisa dipengaruhi oleh kehamilan dan melahirkan. Pada dasarnya, perubahan otot pada Miss V ini tergantung pada ukuran bayi, lama waktu mengejan, hingga frekuensi melahirkan.

Kata ahli dari University College Hospital, London, Miss V bisa saja terlihat lebih kendur dan meregang dari sebelumnya. Jika ibu mengalami proses persalinan normal yang cukup sulit, enggak menutup kemungkinan bisa menimbulkan cedera pada otot Miss V dan dasar panggul. Itu sebabnya enggak sedikit  wanita yang mengeluh keram pada Miss V. Kamu enggak perlu risau, sebab hal ini enggak akan terjadi kalau proses melahirkannya berjalan lancar dan mudah.

Perubahan otot pasca melahirkan pada Miss V ini bisa kok diatasi. Caranya dengan teknik penjaitan yang sesuai untuk menyambung otot-ototnya. Selain itu, latihan kegel juga bisa memperbaiki otot Miss V dan dasar panggung. Namun, kamu mesti sabar sebab prosesnya enggak sebentar, butuh waktu berbulan-bulan dengan latihan yang konsisten. Akan lebih baik lagi, bila latihan ini dilakukan oleh ahli fisioterapi agar hasilnya maksimal.

  1. Otot Pinggang Cedera

Perubahan otot pasca melahirkan enggak cuma terjadi pada Miss V, tapi juga pinggang. Setelah melahirkan, umumnya banyak wanita yang mengeluh sakit pinggang saat atau sesudah melahirkan.  Kok bisa? Penyebabnya karena pertumbuhan hormon relaksin di dalam tubuh yang diproduksi secara alami saat ketika seorang wanita hamil.

Nah, selain berfungsi memperbesar otot panggul untuk memberi ruang bagi Si Kecil agar mudah keluar saat proses persalinan, hormon ini juga menimbulkan perubahan bagi tubuh. Pasalnya, hormon relaksin juga bisa membuat sendi jadi longgar sehingga otot dan sendi  mudah cedera.

Cedera ini bisa semakin menjadi ketika perut kian membesar. Sebab titik tumpu dan pusat gravitasi ibu hamil akan berubah ke arah depan. Nah, hal inilah yang membuat otot pinggang “tertarik” dan menegang karena menahan Si Kecil di dalam perut.

  1. Otot Perut Melunak

Perut memang akan segera kembali ke ukuran normal pasca melahirkan, tapi membutuhkan waktu. Biasanya perut kamu akan timbul stretchmark yang berwarna kemerahan, setelah melahirkan warnanya akan berubah dan tampak mengkilap.  Namun, seiiring waktu warnanya akan samar dan menyatu dengan warna kulit kamu.

Selain hal itu, otot perut juga akan jadi melunak setelah melahirkan. Kelunakan otot perut ini juga dipengaruhi oleh frekuensi melahirkan, volume bayi, dan jumlah bayi (kembar). Pendek kata, semakin banyak dan besar bayi, bisa membuat otot perut semakin melemah.

Kamu enggak perlu khawatir, sebab ada juga beberapa wanita yang “dianugerahi” otot perut yang kuat. Jadi, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk cepat pulih. Yang jelas, kuat atau enggaknya otot perut ini dipengaruhi oleh faktor gen.

Nah, sudah tahu kan perubahan otot pasca melahirkan? Jika kamu ingin tahu lebih banyak lagi, kamu bisa berdiskusi dengan doker  melalui aplikasi Halodoc untuk bertanya mengenai masalah tersebut.  Selain perubahan otot, kamu juga bisa berdiskusi mengenai kehamilan dan masalah medis lainnya. Yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.