02 May 2018

Inilah Proses Bayi Tabung yang Perlu Diketahui

Inilah Proses Bayi Tabung yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Bagi pasangan yang baru menikah, memiliki anak tentu menjadi satu hal yang amat dinanti. Meski demikian, tak semua pasangan bisa langsung memiliki anak dengan cara biasa. Alhasil, demi bisa mendapatkan keturunan, tak sedikit pasangan yang akhirnya memilih untuk melakukan program bayi tabung.

Metode Bayi Tabung

Bayi tabung sendiri adalah proses membuahkan sel sperma dan sel telur di dalam tabung. Kemudian, hasil pembuahan ini ditanam kembali ke rahim calon ibu. Program inseminasi buatan ini memiliki beberapa metode yang bisa dipertimbangkan oleh pasangan. Ada pun metodenya antara lain:

  • In Vitro Maturation (IVM)

Pertama, pasangan bisa memilih metode IVM. Cara ini banyak dipilih karena tidak banyak menggunakan obat perangsang hormon. Selain itu, biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih sedikit.

Proses bayi tabung dengan cara IVM adalah sebagai berikut. Pertama, sel telur akan diambil dan melalui proses pematangan di laboratorium selama dua hari. Setelah itu, sel telur akan dikembangkan menjadi sebuah embrio dan ditransfer kembali ke rahim calon ibu untuk dilakukan pembuahan.

  • Intra Cystoplasmic Sperm Injection (ICSI)

Selanjutnya adalah metode ICSI yang dikhususkan jika sang calon ayah memiliki masalah kesuburan. Jika menggunakan cara biasa, pembuahan hanya membutuhkan sepuluh ribu sel sperma. Namun, dengan program bayi tabung, sel sperma yang dibutuhkan hanya 1 sel sperma.

Oleh karena itu, sel sperma calon ayah akan ditampung dan ditransferkan pada rahim calon ibu dengan bantuan alat yang bernama mikromanipulator. Proses bayi tabung dengan cara ini membutuhkan waktu sekitar empat minggu.

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui tentang Bayi Tabung

  • Stimulasi Minimal

Ketiga, bayi tabung bisa dilakukan dengan cara stimulasi minimal. Berbeda dengan cara-cara sebelumnya, metode ini sama sekali tidak menggunakan obat perangsang. Sel telur akan dibiarkan berkembang secara natural.

Setelah diberikan suntikan yang berfungsi sebagai stimulus, sel telur akan dibiarkan matang tanpa diberikan treatment apa pun. Suami bisa melakukan pembuahan setelah dirasa sel telur telah matang sempurna. Oleh karena dikembangkan secara alami, persentase kehamilan yang dihasilkan pun terbilang rendah, sebesar 15 persen saja.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Bayi Tabung

Sebelum memutuskan untuk memiliki keturunan dengan program bayi tabung, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon orang tua, yaitu:

  • Usia

Tak semua program bayi tabung sukses dilakukan. Program ini tentu juga dipengaruhi oleh usia calon ibu. Semakin tua usia calon ibu, maka semakin kecil pula persentase keberhasilan program bayi tabung ini.

  • Biaya

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah dari segi biaya. Melakukan program bayi tabung jelas membutuhkan dana yang tidak sedikit. Ini disebabkan karena proses dan peralatan yang akan digunakan untuk melakukan program ini.

Baca juga: Benarkah Kehamilan Ditentukan dari Banyaknya Sperma?

Persiapan Sebelum Melakukan Bayi Tabung

Nah, jika ayah dan ibu sudah mantap untuk melakukan program bayi tabung, sebaiknya lakukan persiapan berikut untuk menunjang keberhasilannya.

  • Olahraga Rutin dan Istirahat Teratur

Menjaga kesehatan calon ibu jelas menjadi yang utama dan perlu diperhatikan. Bukan tidak mungkin calon ibu akan merasa stres sebelum menjalani proses bayi tabung. Oleh karena itu, calon ibu bisa melakukan olahraga ringan secara teratur, seperti misalnya yoga. Jangan lupa istirahat cukup agar stres yang calon ibu rasakan bisa berkurang.

  • Konsumsi Makanan Bergizi

Selain berolahraga dan istirahat, calon ibu juga perlu memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Pastinya, calon ibu membutuhkan makanan bergizi tinggi. Kurangi asupan lemak dan gula. Batasi juga konsumsi kafein pada tubuh.

  • Periksa Kadar Tiroid

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi saat ingin melangsungkan program bayi tabung adalah kadar tiroid tubuh harus berada di bawah angka 2.0. Oleh karena itu, calon ibu harus rutin memeriksakan dan menjaga kadar hormon TSH dalam tubuh. Jangan sampai kadar hormon TSH ibu terlalu rendah atau bahkan terlalu tinggi.

 

Nah, kalau masih ada yang ingin ditanyakan seputar proses bayi tabung, ibu bisa menanyakan langsung pada dokter lewat aplikasi Halodoc. Aplikasi ini bisa ibu download langsung di ponsel. Selain tanya dokter, Halodoc juga akan membantu ibu dalam membeli obat atau vitamin tanpa perlu keluar rumah.