• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Risiko Kehamilan Bagi Wanita di Bawah 20 Tahun

Inilah Risiko Kehamilan Bagi Wanita di Bawah 20 Tahun

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Inilah Risiko Kehamilan Bagi Wanita di Bawah 20 Tahun

Halodoc, Jakarta - Memiliki buah hati memang menjadi hal yang diidamkan oleh sebagian besar kaum hawa. Bahkan, tidak sedikit yang memilih untuk menikah di usia muda agar dapat segera memiliki buah hati. Namun, perlu diperhatikan bahwa usia ideal untuk perempuan jika ingin hamil sebaiknya 20 tahun ke atas. Lalu, bagaimana jika memilih hamil tetapi belum berusia 20 tahun?

Nyatanya, kondisi seperti ini berpotensi untuk meningkatkan risiko bagi ibu dan janin. Setidaknya, ada komplikasi kehamilan dan persalinan yang merupakan penyebab utama kematian perempuan di usia 15 hingga 19 tahun di seluruh dunia. Bahkan, setiap tahun setidaknya ada sekitar 3,9 juta wanita di usia 15-19 tahun yang melakukan aborsi secara tidak aman.

Sebenarnya dalam kacamata ilmu kedokteran, organ reproduksi wanita di bawah 20 tahun belum siap untuk hamil, sehingga rentan mengalami kondisi kesehatan yang buruk saat mengandung. Nah, berikut risiko hamil di bawah 20 tahun.

1. Berat Bayi Rendah

Salah satu risiko hamil di bawah 20 tahun yaitu berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi BBLR akan tampak kecil dan kulitnya cenderung keriput. Bayi yang lahir dengan kondisi ini memerlukan perawatan ekstra berupa perawatan dalam inkubator hingga berat badannya mencapai normal.

Baca juga: Sudah ASI Eksklusif Kok Berat Bayi Masih Kurang

Kata ahli, kejadian BBLR ini biasanya akan meningkat pada perempuan yang hamil di bawah 20 tahun. Menurut penelitian dari The New England Journal of Medicine, bayi BBLR rentan mengalami gangguan saat proses belajar, dan memiliki kemungkinan yang tinggi untuk mengalami sakit jantung serta diabetes di kemudian hari.

2. Risiko Kelainan

Wanita yang lahir di usia muda dan tak mendapatkan dukungan dari keluarga dan pasangan, biasanya tak mendapatkan perawatan yang memadai di masa kehamilannya. Contoh, enggak tercukupinya kebutuhan nutrisi bagi ibu dan janin, yang ujung-ujungnya bisa menyebabkan kelainan atau cacat bawaan lahir.

3. Risiko Preeklamsia Meningkat

Risiko hamil di bawah 20 tahun lainnya adalah preeklamsia (komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kerusakan organ). Kata ahli, hamil di bawah 20 tahun dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Nah, berdasarkan penelitian, wanita hamil yang terkena tekanan darah tinggi amat berisiko mengalami preeklamsia. Ingat, preeklamsia merupakan kondisi medis serius yang bisa mengancam keselamatan ibu dan janin.

Baca juga: 5 Cara Cegah Preeklamsia Usai Persalinan

4. Risiko Kematian Ibu dan Bayi

Setidaknya ada sekitar 50.000 remaja perempuan di usia 15-19 tahun yang meninggal tiap tahun pada masa kehamilan atau proses persalinan. Umumnya, kejadian ini terjadi di negara-negara berkembang. Mirisnya lagi, sekitar satu juta bayi yang lahir itu meninggal sebelum usianya mencapai satu tahun. Kata ahli, bayi yang lahir dari ibu di bawah usia 18 tahun, 60 persen lebih berisiko meninggal sebelum satu tahun.

5. Depresi

Depresi pasca-lahir juga sering menyerang perempuan hamil di bawah usia 20 tahun. Depresi pasca-persalinan atau postpartum depression ini merupakan kondisi serius yang harus segera ditangani. Pasalnya, kondisi ini bisa memengaruhi kualitas ibu dalam merawat bayi yang baru dilahirkan.

6.Prematur

Kondisi ini bisa dikarenakan kurang matangnya alat reproduksi ibu hamil dan kepedulian dalam menjaga kehamilan. Selain itu, kurangnya nutrisi juga bisa membuat janin berhenti tumbuh sebelum dilahirkan dan rentan memicu bayi prematur.

Baca juga: Teknik Meditasi Paling Efektif Selama Hamil

Nah, meski kamu memiliki hak reproduksi yang didasarkan pada  pengakuan hak asasi manusia, tapi ada baiknya untuk berpikir ulang bila menginginkan kehadiran anak saat usiamu masih di bawah 20 tahun.

Kamu bisa berdiskusi lebih jauh mengenai masalah di atas atau seputar masalah kehamilan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!