05 November 2018

Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Terkena Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Halodoc, Jakarta - Sindrom Sjogren merupakan gangguan sistem kekebalan tubuh yang dapat diidentifikasi dengan dua gejala yang paling umum, yaitu mata dan mulut kering. Saat penyakit ini terjadi pada tubuh, sering kali disertai dengan gangguan sistem kekebalan, seperti rheumatoid arthritis, dan lupus. Pada pengidap sindrom sjogren, mata dan mulut biasanya paling pertama terpengaruh.

Penyebab sindrom sjogren adalah peradangan kelenjar air mata, air liur, dan zat-zat lainnya. Kemungkinan juga kondisi ini bisa berdampak pada arthritis, paru-paru, ginjal, pembuluh darah, saraf, dan otot.

Sindrom Sjogren berpengaruh pada mata dan mulut yang dapat mengakibatkan produksi air mata dan air liur, karena ia menurunkan fungsi kelenjar yang memproduksi air mata dan air liur. Hal yang perlu diwaspadai adalah sindrom Sjogren dapat terjadi pada semua usia. Namun, kebanyakan kondisi ini didiagnosis pada usia lebih dari 40 tahun. Selain itu, sindrom ini banyak terjadi pada wanita. Pengobatan sindrom ini biasanya berfokus pada menghilangkan gejala, yang dapat reda seiring berjalannya waktu.

Dalam sindrom Sjogren, membran lendir dan kelenjar sekresi mata yang lembap (lacrimal) dan mulut adalah daerah yang pertama kali terpengaruh, dengan akibat menurunnya jumlah air mata dan air liur.

Gejala pada Tubuh

Sindrom Sjogren akan menyerang eksokrin yang menghasilkan cairan. Gejala utama kondisi ini adalah mata dan mulut kering (xerostomia). Kedua gejala ini dapat mengarah pada masalah kesehatan lainnya. Apabila mata kering, gejala yang dapat timbul pada tubuh adalah:

  1. Pandangan kabur.

  2. Mata terasa pedih, mengalami kemerahan, dan bengkak.

  3. Rasa terbakar dan gatal pada mata.

  4. Kelilipan, seperti kemasukan debu atau pasir.

  5. Rasa tidak nyaman ketika melihat ke sumber cahaya.

  6. kelopak mata terasa lengket pada saat bangun.

Sementara itu, gejala yang terjadi pada tubuh akibat mulut kering (xerostomia) adalah:

  1. Suara parau.

  2. Sulit menelan makanan, terutama makanan kering, dan terasa seperti tersangkut dalam mulut.

  3. Selalu membutuhkan minum pada saat makan, untuk membantu menelan makanan.

  4. Lidah kemerahan.

  5. Perubahan rasa makanan akibat perubahan kemampuan mengecap pada lidah.

  6. Bibir kering dan pecah-pecah pada sudut-sudut mulut.

  7. Lidah yang terasa tersangkut pada langit-langit mulut.

  8. Munculnya permasalahan mulut lainnya, seperti pembusukan gigi, penyakit gusi, dan sariawan.

Selain itu, gejala juga terasa pada bagian tubuh lainnya seperti:

  1. Sendi yang terasa nyeri, kaku, dan mengalami pembengkakan.

  2. Kulit kering dan terasa gatal.

  3. Batuk kering yang tidak kunjung sembuh.

  4. Ruam, terutama setelah kulit terpapar sinar matahari.

  5. Nyeri otot.

  6. Miss V kering.

  7. Sulit berpikir dan berkonsentrasi.

  8. Pembengkakan kelenjar ludah.

  9. Rasa lelah dan letih yang sangat berat.

  10. Kaki dan tangan yang terasa kaku.

  11. Penyakit tiroid.

Pengobatan Sindrom Sjogren

Pengobatan yang dilakukan biasanya akan disesuaikan dengan gejala yang ditimbulkannya. Untuk mengatasi mata kering, dokter akan meresepkan obat tetes mata. Sedangkan untuk mengatasi mulut kering, dokter akan meresepkan obat yang mampu meningkatkan produksi air liur.

Selain pertolongan dokter, sebagian pengidap sindrom Sjogren dapat memilih mengatasi sendiri gejala mulut atau mata kering. Di antaranya adalah dengan minum air putih secara rutin atau menggunakan obat tetes mata yang dijual bebas di pasaran. Meski cara tersebut dapat berhasil, sebagian pengidap sindrom Sjogren lainnya tetap membutuhkan obat resep dokter atau bahkan operasi.

Apabila kamu memiliki sejumlah pertanyaan mengenai sindrom Sjogren, kamu bisa melakukan diskusi pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.

Baca juga: