Ad Placeholder Image

Intermectin: Bebas Parasit, Ternak dan Hewan Makin Sehat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Maret 2026

Intermectin: Basmi Tuntas Cacing Kutu Ternak Kesayangan

Intermectin: Bebas Parasit, Ternak dan Hewan Makin SehatIntermectin: Bebas Parasit, Ternak dan Hewan Makin Sehat

Intermectin: Solusi Efektif Pengendalian Parasit pada Hewan Ternak dan Peliharaan

Intermectin adalah obat antiparasit spektrum luas yang diformulasikan khusus untuk menjaga kesehatan hewan. Produk ini mengandung Ivermectin 1% sebagai bahan aktif utamanya. Dikenal karena efektivitasnya, Intermectin banyak digunakan untuk mengatasi berbagai masalah parasit pada ternak dan hewan peliharaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai Intermectin, manfaat, cara penggunaan, serta hal-hal penting yang perlu diperhatikan.

Apa itu Intermectin?

Intermectin merupakan obat antiparasit yang dirancang untuk penggunaan pada hewan. Kandungan utamanya adalah Ivermectin 1%, sebuah zat aktif yang bekerja efektif melawan berbagai jenis parasit. Obat ini diproduksi oleh Interchemie Holland dan telah terdaftar secara resmi di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, menjamin standar kualitas dan keamanannya.

Fungsinya mencakup penanganan infeksi oleh endoparasit dan ektoparasit. Ini menjadikan Intermectin pilihan yang komprehensif dalam program kesehatan hewan. Produk ini tersedia dalam beberapa formulasi, termasuk yang juga mengandung clorsulon untuk penanganan cacing hati spesifik.

Kandungan dan Cara Kerja Intermectin

Intermectin secara primer mengandung Ivermectin 1%. Ivermectin adalah senyawa makrosiklik lakton yang memiliki mekanisme kerja unik dalam membasmi parasit. Senyawa ini bekerja dengan mengikat reseptor pada sel saraf dan otot parasit, meningkatkan permeabilitas membran sel terhadap ion klorida.

Peningkatan aliran ion klorida ini menyebabkan hiperpolarisasi sel saraf dan otot parasit. Akibatnya, terjadi kelumpuhan dan kematian pada parasit tersebut. Efektivitasnya yang luas mencakup berbagai jenis parasit, baik yang berada di dalam tubuh (endoparasit) maupun di luar tubuh (ektoparasit).

Manfaat dan Penggunaan Intermectin pada Hewan

Intermectin adalah solusi antiparasit yang sangat efektif untuk berbagai jenis hewan. Obat ini umum digunakan pada ternak seperti sapi, kambing, domba, dan babi, serta pada hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kelinci. Manfaat utamanya adalah mengatasi infeksi parasit yang dapat mengganggu kesehatan dan produktivitas hewan.

Intermectin efektif melawan jenis parasit berikut:

  • Cacing saluran pencernaan: Termasuk berbagai spesies cacing gelang yang hidup di usus hewan.
  • Cacing paru-paru: Parasit yang menginfeksi saluran pernapasan hewan.
  • Kutu: Ektoparasit penghisap darah yang hidup di permukaan kulit hewan.
  • Tungau: Parasit mikroskopis yang menyebabkan iritasi kulit dan penyakit seperti kudis atau scabies/gudik.
  • Caplak: Ektoparasit yang dapat menularkan berbagai penyakit pada hewan.
  • Scabies/gudik: Kondisi kulit yang disebabkan oleh infeksi tungau.

Dosis dan Cara Pemberian Intermectin

Pemberian Intermectin harus dilakukan sesuai dengan dosis dan petunjuk yang tepat untuk memastikan efektivitas dan keamanan. Umumnya, obat ini diberikan melalui injeksi subkutan, yaitu disuntikkan di bawah kulit. Lokasi yang sering dipilih adalah area leher atau bahu hewan. Beberapa formulasi juga tersedia dalam bentuk oral yang bisa diberikan melalui mulut.

Dosis umum Intermectin bervariasi tergantung jenis dan berat badan hewan. Sebagai contoh, untuk sapi, dosis yang direkomendasikan adalah 1,0 ml per 50 kg berat badan. Sementara itu, untuk kambing atau domba, dosis umum adalah 0,5 ml per 25 kg berat badan. Konsultasi dengan dokter hewan sangat dianjurkan untuk menentukan dosis yang paling tepat sesuai kondisi hewan.

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Intermectin

Penggunaan Intermectin memerlukan perhatian khusus untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan dan memastikan keamanan hewan. Penting untuk tidak memberikan obat ini pada hewan yang sedang menyusui, karena dapat memengaruhi kesehatan anak hewan atau produk susu. Rute pemberian juga krusial; Intermectin tidak boleh disuntikkan secara intravena (ke dalam pembuluh darah) atau intramuskular (ke dalam otot), melainkan subkutan.

Penyuntikan yang tidak sesuai dapat menimbulkan reaksi lokal atau sistemik yang berbahaya. Selalu pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan atau sesuai arahan dokter hewan. Konsultasi dengan profesional medis hewan adalah langkah terbaik sebelum pemberian obat.

Waktu Henti (Withdrawal Time) Intermectin

Waktu henti, atau *withdrawal time*, adalah periode waktu yang harus dipatuhi setelah pemberian obat pada hewan sebelum produk dari hewan tersebut (misalnya daging atau susu) aman untuk dikonsumsi manusia. Ini adalah standar keamanan pangan yang sangat penting dalam peternakan. Selama periode ini, residu obat diharapkan telah dikeluarkan dari tubuh hewan hingga mencapai batas aman yang diizinkan.

Untuk Intermectin pada sapi potong, waktu henti umumnya adalah 35 hari sebelum hewan disembelih. Mematuhi waktu henti ini krusial untuk mencegah residu Ivermectin masuk ke rantai makanan manusia. Produsen atau peternak wajib memastikan kepatuhan terhadap aturan ini demi kesehatan konsumen.

Perbedaan Ivermectin Hewan dan Manusia

Meskipun Intermectin mengandung Ivermectin, perlu ditekankan bahwa formulasi Ivermectin untuk hewan dan manusia sangat berbeda. Ivermectin yang digunakan dalam Intermectin dirancang khusus untuk kebutuhan metabolisme dan fisiologi hewan. Dosis, konsentrasi, dan bahan tambahan dalam formulasi hewan tidak sesuai untuk manusia.

Penggunaan Ivermectin formulasi hewan pada manusia sangat berbahaya dan dapat menyebabkan efek samping serius, termasuk keracunan. Selalu gunakan obat sesuai peruntukannya dan hindari segala bentuk penyalahgunaan. Jika membutuhkan informasi atau penanganan Ivermectin untuk manusia, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

Intermectin adalah alat yang berharga dalam manajemen kesehatan hewan. Dengan pemahaman yang tepat mengenai dosis, cara penggunaan, dan peringatan yang relevan, peternak dan pemilik hewan peliharaan dapat mengoptimalkan penggunaannya. Selalu utamakan konsultasi dengan dokter hewan untuk diagnosis dan rekomendasi penanganan parasit yang akurat. Halodoc menyarankan untuk selalu mengikuti panduan profesional demi kesehatan hewan dan keamanan pangan.