Isotonic Water: 5 Manfaat dan Kapan Terbaik Minum?
Minuman isotonik dibuat untuk membantu mengembalikan cairan dan elektrolit yang terbuang selama melakukan aktivitas fisik.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Minuman Isotonik?
- Manfaat Isotonic Water untuk Kesehatan dan Kinerja
- Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Minuman Isotonik?
- Bagaimana Memilih Minuman Isotonik yang Tepat?
- Potensi Efek Samping dan Pertimbangan Konsumsi
- Kesimpulan
- FAQ
Saat tubuh aktif bergerak, terutama saat berolahraga atau beraktivitas fisik berat, tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui keringat. Di sinilah peran minuman isotonik menjadi penting.
Diformulasikan khusus untuk membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang, minuman isotonik dapat membantu menjaga performa dan mencegah dehidrasi.
Yuk, bahas lebih lanjut tentang manfaat minuman isotonik, waktu terbaik untuk mengonsumsinya, serta tips memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan tubuh kamu.
Apa Itu Minuman Isotonik?
Minuman isotonik adalah jenis minuman yang memiliki konsentrasi elektrolit dan karbohidrat yang mirip dengan cairan tubuh manusia.
Hal ini memungkinkan penyerapan yang lebih cepat dibandingkan air biasa, sehingga efektif dalam menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang melalui keringat selama aktivitas fisik.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), menjaga hidrasi yang optimal sangat penting untuk mempertahankan fungsi tubuh dan kinerja fisik yang baik.
Cari tahu juga, Bolehkah Minuman Isotonik Diminum Setiap Hari?
Manfaat Isotonic Water untuk Kesehatan dan Kinerja
Berikut adalah beberapa manfaat utama dari isotonic water:
1. Mengembalikan keseimbangan elektrolit
Aktivitas fisik menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit penting seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium melalui keringat. Minuman isotonik membantu menggantikan elektrolit ini, yang penting untuk fungsi otot dan saraf yang optimal.
2. Mencegah dehidrasi
Dehidrasi dapat menyebabkan penurunan kinerja fisik, kelelahan, dan bahkan masalah kesehatan yang lebih serius. Minuman isotonik membantu mencegah dehidrasi dengan menggantikan cairan yang hilang dengan cepat.
3. Meningkatkan performa olahraga
Dengan menyediakan energi dan elektrolit yang dibutuhkan, minuman isotonik dapat membantu meningkatkan kinerja selama berolahraga, terutama dalam aktivitas yang berlangsung lebih dari satu jam.
4. Mempercepat pemulihan setelah berolahraga
Minuman isotonik dapat membantu mempercepat pemulihan dengan menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang, serta mengurangi nyeri otot setelah berolahraga.
Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Minuman Isotonik?
Waktu terbaik untuk mengonsumsi minuman isotonik adalah:
- Sebelum olahraga, untuk memastikan tubuh terhidrasi dengan baik dan memiliki cukup elektrolit.
- Selama olahraga, terutama jika aktivitas berlangsung lebih dari 60 menit, untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
- Setelah olahraga, untuk membantu pemulihan dan menggantikan cairan serta elektrolit yang hilang selama aktivitas.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan untuk minum air yang cukup sebelum, selama, dan setelah berolahraga untuk menjaga hidrasi yang optimal.
Bagaimana Memilih Minuman Isotonik yang Tepat?
Memilih minuman isotonik tidak bisa asal-asalan, terutama jika kamu menggunakannya untuk mendukung aktivitas fisik, pemulihan setelah sakit, atau mengatasi dehidrasi.
Minuman isotonik yang tepat membantu menggantikan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan, dan memulihkan energi lebih cepat. Berikut hal-hal yang perlu kamu perhatikan:
1. Perhatikan kandungan elektrolit
Minuman isotonik yang baik harus mengandung elektrolit penting seperti natrium, kalium, dan magnesium.
Natrium membantu mengatur cairan tubuh, kalium menjaga fungsi otot dan saraf, sementara magnesium berperan dalam metabolisme energi. Tanpa elektrolit ini, manfaat minuman isotonik tidak akan maksimal.
2. Periksa kandungan karbohidrat
Karbohidrat digunakan untuk mengembalikan energi yang hilang, terutama setelah olahraga intensitas sedang hingga berat.
Namun, pilih minuman isotonik dengan kandungan karbohidrat seimbang, sekitar 6–8 persen per sajian. Hindari produk dengan gula terlalu tinggi, karena dapat meningkatkan kalori berlebih dan justru memperlambat pengosongan lambung.
3. Cermati bahan tambahan
Banyak minuman isotonik mengandung pewarna, perasa buatan, atau pengawet. Sebisa mungkin pilih produk dengan bahan tambahan minimal, atau yang menggunakan bahan alami seperti perisa buah asli. Ini penting terutama bagi orang yang sensitif terhadap bahan kimia tertentu.
4. Sesuaikan dengan kebutuhan aktivitasmu
Jika kamu berolahraga ringan, air putih mungkin sudah cukup. Minuman isotonik lebih cocok dikonsumsi saat:
- Olahraga intensitas tinggi lebih dari 60 menit
- Cuaca panas dan kamu kehilangan banyak keringat
- Mengalami diare atau dehidrasi ringan
- Pemulihan setelah sakit atau demam
Potensi Efek Samping dan Pertimbangan Konsumsi
Meski umumnya aman, minuman isotonik tetap harus dikonsumsi secara bijak. Beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan:
1. Kandungan gula yang tinggi
Sebagian minuman isotonik mengandung gula tambahan untuk meningkatkan rasa dan energi cepat. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan:
- Kenaikan berat badan
- Masalah gigi (karies)
- Lonjakan kadar gula darah, terutama pada orang sensitif
Karena itu, perhatikan label nutrisi sebelum membeli.
2. Pertimbangan kondisi medis tertentu
Jika kamu memiliki kondisi medis tertentu, minuman isotonik tidak boleh dikonsumsi sembarangan:
- Diabetes: kandungan gula bisa memicu lonjakan glukosa.
- Penyakit ginjal: elektrolit tertentu, terutama kalium atau natrium, bisa membebani fungsi ginjal.
- Hipertensi: kadar natrium yang tinggi dapat memperburuk tekanan darah tinggi.
Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika kamu ragu atau memiliki riwayat kesehatan tertentu.
3. Risiko ketergantungan untuk aktivitas ringan
Jika minuman isotonik diminum terlalu sering tanpa kebutuhan yang jelas, tubuh bisa terbiasa dengan asupan kalori ekstra dan berisiko menambah beban gula harian. Untuk kebutuhan harian yang tidak berat, air putih dan pola makan seimbang sudah cukup.
Kesimpulan
Minuman isotonik dapat menjadi pilihan yang baik untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang selama aktivitas fisik.
Dengan memilih produk yang tepat dan mengonsumsinya pada waktu yang sesuai, kamu dapat memaksimalkan manfaatnya untuk kesehatan dan kinerja olahraga.
Selalu perhatikan kandungan gula dan konsultasikan dengan dokter jika kamu memiliki kondisi medis tertentu.
Jika kamu memiliki pertanyaan lain seputar makanan atau minuman untuk kesehatan tubuh, konsultasikan dengan spesialis gizi klinik di Halodoc.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2025. Should You Drink Sports Drinks Instead of Water?
Live Strong. Diakses pada 2025. Health Benefits of Isotonic Drinks.
Journal of sports sciences. Diakses pada 2025. Fluid and electrolyte needs for training, competition, and recovery.
FAQ
1. Apakah minuman isotonik bisa memengaruhi kecepatan penyerapan obat tertentu?
Bisa. Kandungan elektrolit dan gula dalam minuman isotonik dapat mempercepat pengosongan lambung sehingga beberapa obat terserap sedikit lebih cepat.
2. Benarkah minuman isotonik dapat membantu menstabilkan detak jantung setelah olahraga berat?
Ya. Keseimbangan elektrolit dari minuman isotonik membantu mengatur impuls listrik pada otot jantung sehingga detak jantung kembali stabil lebih cepat.
3. Apakah minuman isotonik bisa membantu mencegah kram otot saat cuaca panas?
Bisa. Natrium dan kalium dalam minuman isotonik membantu menjaga kontraksi otot, sehingga mengurangi risiko kram akibat kehilangan elektrolit saat berkeringat.
4. Apakah semua minuman isotonik aman diminum saat perut kosong?
Tidak selalu. Beberapa produk dengan gula tinggi dapat menyebabkan perut terasa begah atau mual jika dikonsumsi tanpa makanan pendamping.
5. Benarkah minuman isotonik dapat memengaruhi performa mental selain fisik?
Benar. Elektrolit yang seimbang membantu menjaga fungsi saraf, sehingga dapat meningkatkan fokus dan kejernihan mental setelah aktivitas berat atau saat dehidrasi ringan.


