02 November 2018

Jangan Anggap Sepele, Ini 6 Faktor Penyebab Sakit Kepala Belakang

jangan anggap sepele ini 6 faktor penyebab sakit kepala belakang

Halodoc, Jakarta – Sakit kepala adalah penyakit yang umum terjadi dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Meskipun demikian, setiap orang bisa mengalami rasa nyeri di bagian kepala yang berbeda-beda. Salah satu sakit kepala yang paling sering dialami banyak orang adalah sakit kepala bagian belakang. Sebenarnya apa yang menjadi penyebab sakit kepala belakang? Yuk, cari tahu di sini.

Ada beberapa titik lokasi yang bisa terasa nyeri saat sakit kepala, antara lain di atas mata dan telinga, bagian atas kepala, serta bagian belakang kepala hingga leher bagian atas. Penyebab sakit kepala pun juga berbeda-beda yang tergantung dari lokasi timbulnya rasa nyeri. Sakit kepala mungkin saja disebabkan karena adanya gangguan di struktur kepala, penyakit tertentu, sampai masalah dengan lingkungan atau masalah psikis.

Penyebab Sakit Kepala Belakang

Penyebab sakit kepala belakang bisa dibedakan dari gejala-gejalanya:

1. Sakit Kepala Exertional

Jenis sakit kepala ini biasanya muncul karena dipicu oleh aktivitas fisik yang beragam. Rasa nyerinya akan semakin bertambah parah bila jenis kegiatan yang dilakukan cukup berat, seperti berlari, berhubungan intim, batuk, ataupun mengejan saat buang air besar. Rasa nyeri sakit kepala exertional terjadi di bagian belakang kepala, tepatnya di belakang mata atau di seluruh bagian kepala. Namun, sakit kepala ini hanya berlangsung sekitar 20 menit.

Umumnya sakit kepala ini tidak menandakan penyakit yang serius. Namun, sakit kepala exertional juga bisa menjadi pertanda adanya gangguan pembuluh darah di otak, meskipun kecil kemungkinannya. Karena itu, segera bicarakan dengan dokter kalau kamu sering sekali mengalami sakit kepala ini.

2. Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala yang sering dialami oleh orang dewasa. Penyebabnya bisa karena berbagai macam hal, antara lain kurang tidur, stres, tegang, ataupun kelaparan. Rasa nyeri yang ditimbulkan sakit kepala ini tidak terlalu berat, sehingga tidak akan mengganggu aktivitas. Gejala yang umumnya akan kamu rasakan saat sakit kepala tegang terjadi adalah rasa tegang atau tekanan di bagian dahi atau bagian belakang kepala dan leher selama sekitar 30 menit sampai beberapa hari.

Walaupun tidak menghambat aktivitas, tetapi sakit kepala tegang bisa “menghantui” pengidapnya. Pasalnya, penyakit ini sering hilang timbul selama kurang lebih 15 hari per bulan. Bahkan bila kondisinya sudah kronis, sakit kepala tegang bisa menyerang lebih dari 15 hari per bulan.

3. Sakit Kepala Harian Kronis

Seperti namanya, sakit kepala harian kronis terjadi setiap hari selama tiga bulan dan penyakit ini lebih sering dialami oleh wanita. Pernah mengalami cedera di leher atau kelelahan bisa memicu timbulnya sakit kepala ini. Saat sakit kepala ini kambuh, kamu akan merasa ketidaknyamanan dibagian leher akibat otot leher yang menegang. Untuk mengatasi sakit kepala harian kronis, fisioterapi merupakan metode pengobatan yang paling dianjurkan. Untuk kasus tertentu, dokter mungkin juga akan memberikan obat antidepresan. Namun, kamu sebaiknya tidak mengonsumsi obat pereda rasa nyeri karena justru akan memperparah kondisi sakit kepala.

4. Migrain Basilar

Kalau migrain pada umumnya terjadi hanya di salah satu sisi kepala, migrain basilar akan menimbulkan rasa nyeri di bagian belakang kepala, tepatnya pada arteri basilar. Pada tahap awal, migraine basilar akan menimbulkan gejala-gejala, seperti pandangan kabur, kebutaan sementara, pusing, telinga berdenging, dan kesulitan berbicara maupun mendengar. Walaupun gejala-gejalanya cukup mengganggu, tetapi sakit kepala ini tidak akan membuat pengidapnya menjadi lemah. Sebaiknya migrain basilar jangan disepelekan karena dalam kasus tertentu, penyakit ini terkait dengan stroke. Jadi, segera periksakan diri ke dokter bila kamu mengalami sakit kepala dengan gejala-gejala yang mirip seperti migrain basilar.

5. Neuralgia Oksipital

Neuralgia oksipital juga merupakan salah satu penyebab sakit kepala belakang. Sakit kepala ini bisa terjadi ketika saraf oksipital yang berada di sekitar saraf tulang belakang dari pangkal leher sampai kepala mengalami gangguan. Pernah mengalami cedera, radang, ataupun saraf terjepit menyebabkan saraf oksipital tertekan atau mengalami iritasi, sehingga terjadilah neuralgia oksipital. Sakit kepala ini sering dikira migrain karena gejalanya yang mirip. Namun, rasa nyeri saat neuralgia oksipital terjadi menimbulkan sensasi seperti tersengat listrik yang tajam dan tusuk pada kepala dan leher.

6. Penyebab Lain

Postur tubuh yang kurang baik karena kamu sering membungkuk saat beraktivitas sehari-hari juga bisa menyebabkan ketegangan pada area punggung dan leher, akibatnya timbul sakit kepala bagian belakang. Selain itu, sakit kepala cluster dan masalah pada ruas tulang belakang di area leher juga bisa menyebabkan sakit kepala belakang, terutama saat kamu berbaring.

Kebanyakan sakit kepala belakang bukan pertanda penyakit yang serius. Namun, bila sakit kepala belakang disertai gejala-gejala lainnya atau kondisinya berbeda daripada yang pernah dialami sebelumnya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Kamu juga bisa membicarakan masalah kesehatan yang kamu alami kepada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Para dokter yang ahli di bidangnya siap membantumu melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: