Jangan Anggap Sepele, Ini 7 Faktor Penyebab Sakit Kepala Belakang

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Jangan Anggap Sepele, Ini 7 Faktor Penyebab Sakit Kepala Belakang

Halodoc, Jakarta – Setiap orang pasti pernah mengalami sakit kepala. Namun, setiap orang bisa mengalami rasa sakit di bagian kepala yang berbeda-beda. Ada beberapa titik lokasi yang sering terasa nyeri ketika terserang sakit kepala, contohnya seperti di atas mata dan telinga, bagian atas kepala, serta bagian belakang kepala hingga leher bagian atas.

Penyebab sakit kepala berbeda-beda tergantung dari lokasi timbulnya rasa nyeri. Bisa disebabkan karena adanya gangguan di struktur kepala, penyakit tertentu, sampai masalah dengan lingkungan atau masalah psikis.

Salah satu sakit kepala yang sering dialami banyak orang adalah sakit kepala bagian belakang. Sebenarnya apa yang menjadi penyebab sakit kepala belakang? Ini ulasannya.

Baca Juga: Ini 3 Beda Letak Sakit Kepala

Penyebab Sakit Kepala Belakang

Sakit kepala belakang bisa terjadi dalam kondisi ringan atau parah. Apabila kondisinya ringan, sakit kepala dapat reda dengan sendirinya. Namun, untuk kondisi yang lebih parah, sakit kepala biasanya tidak kunjung hilang dan diikuti dengan gejala-gejala lain. Apabila sakit kepala yang dialami tidak kunjung hilang dan ada gejala lain yang mengganggu aktivitas, segera periksakan ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

Kalau kamu butuh memeriksakan diri, kamu bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc sebelum mengunjungi rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Berikut ini sejumlah penyebab sakit kepala belakang yang perlu diketahui, yaitu:

1. Sakit Kepala Exertional

Jenis sakit kepala ini muncul karena dipicu oleh aktivitas fisik yang beragam. Rasa nyerinya semakin bertambah parah bila jenis kegiatan yang dilakukan cukup berat, seperti berlari, berhubungan intim, batuk, ataupun mengejan saat buang air besar. Rasa nyeri umumnya terjadi di bagian belakang kepala, tepatnya di belakang mata atau di seluruh bagian kepala. Kondisi ini biasanya hanya berlangsung sekitar 20 menit.

Umumnya sakit kepala ini tidak menandakan penyakit yang serius. Namun, sakit kepala exertional bisa menjadi pertanda adanya gangguan pembuluh darah di otak, meskipun kecil kemungkinannya. Segera bicarakan dengan dokter kalau kamu sering sekali mengalami sakit kepala ini.

2. Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala yang sering dialami oleh orang dewasa. Penyebabnya bervariasi, yaitu kurang tidur, stres, tegang, atau kelaparan. Rasa nyeri yang ditimbulkan sakit kepala tegang umumnya tidak terlalu berat, sehingga tidak akan mengganggu aktivitas. Gejala berupa rasa tegang atau tekanan di bagian dahi atau bagian belakang kepala dan leher selama sekitar 30 menit sampai beberapa hari.

Walaupun tidak menghambat aktivitas, tetapi sakit kepala tegang dapat “menghantui” pengidapnya. Pasalnya, penyakit ini sering hilang timbul selama kurang lebih 15 hari per bulan. Jika kondisinya sudah kronis, sakit kepala tegang bisa menyerang lebih dari 15 hari per bulan.

3. Sakit Kepala Harian Kronis

Seperti namanya, sakit kepala harian kronis terjadi setiap hari selama tiga bulan dan penyakit ini lebih sering dialami oleh wanita. Pernah mengalami cedera di leher atau kelelahan memicu timbulnya sakit kepala ini. Ketika kondisinya kambuh, kamu merasa ketidaknyamanan dibagian leher akibat otot leher yang menegang. Fisioterapi merupakan metode pengobatan yang dianjurkan bagi pengidap sakit kepala harian kronis.

Baca Juga : Atasi Migrain, Terapkan Cara Ini!

Untuk kasus tertentu, dokter mungkin memberikan obat antidepresan. Sebaiknya tidak mengonsumsi obat pereda rasa nyeri karena dapat memperparah kondisi sakit kepala.

4. Migrain Basilar

Kalau migrain pada umumnya terjadi hanya di salah satu sisi kepala, migrain basilar akan menimbulkan rasa nyeri di bagian belakang kepala, tepatnya pada arteri basilar. Nah, menurut American Migraine Foundation, pada tahap awal, migraine basilar menimbulkan gejala, seperti pandangan kabur, kebutaan sementara, pusing, telinga berdenging, dan kesulitan berbicara maupun mendengar.

Walaupun gejala-gejalanya cukup mengganggu, tetapi sakit kepala ini tidak akan membuat pengidapnya menjadi lemah. Sebaiknya migrain basilar jangan disepelekan karena dalam kasus tertentu, penyakit ini terkait dengan stroke. Jadi, segera periksakan diri ke dokter bila kamu mengalami sakit kepala dengan gejala-gejala yang mirip seperti migrain basilar.

5. Neuralgia Oksipital

Neuralgia oksipital juga merupakan penyebab sakit kepala belakang. Sakit kepala ini bisa terjadi ketika saraf oksipital yang berada di sekitar saraf tulang belakang dari pangkal leher sampai kepala mengalami gangguan. Pernah mengalami cedera, radang, ataupun saraf terjepit menyebabkan saraf oksipital tertekan atau mengalami iritasi, sehingga terjadilah neuralgia oksipital.

Sakit kepala ini sering dikira migrain karena gejalanya yang mirip. Namun, rasa nyeri saat neuralgia oksipital terjadi menimbulkan sensasi seperti tersengat listrik yang tajam dan tusuk pada kepala dan leher.

6. Postur Tubuh

Postur tubuh yang kurang baik karena kamu sering membungkuk saat beraktivitas sehari-hari juga bisa menyebabkan ketegangan pada area punggung dan leher, akibatnya timbul sakit kepala bagian belakang.

Baca Juga : Stres Sebabkan Sakit Kepala Tegang?

7. Sakit Kepala Cluster

Selain itu, sakit kepala cluster dan masalah pada ruas tulang belakang di area leher bisa menyebabkan sakit kepala belakang, terutama saat kamu berbaring.

Itulah sejumlah indikasi penyakit yang ditandai dengan sakit kepala belakang. Selalu terapkan pola hidup sehat dan kelola stres dengan baik untuk mencegah kondisi-kondisi di atas.

Referensi :
WebMD. Diakses pada 2019. Why Does the Back of My Head Hurt?.

American Migraine Foundation. Diakses pada 2019. Pain in the Back of Head.

Healthline. Diakses pada 2019. Pain in the Back of the Head.
Medical News Today. Diakses pada 2019. What is this pain in the back of my head?.