30 May 2018

Jangan Asal! Ini Cara Membersihkan Telinga Bayi yang Baik dan Benar

Jangan Asal! Ini Cara Membersihkan Telinga Bayi yang Baik dan Benar

Halodoc, Jakarta – Membersihkan telinga bayi sebenarnya gampang-gampang susah. Karena  anak-anak termasuk bayi juga sering mengalami penumpukan kotoran di telinganya. Indera pendengaran ini termasuk area sensitif, sehingga ibu harus berhati-hati saat membersihkannya. Jika salah membersihkannya, maka, bayi berisiko mengalami infeksi telinga.

Terlalu sering menggunakan cotton bud atau alat tertentu bisa mendorong kotoran telinga bayi masuk lebih dalam sehingga menyebabkan infeksi. Lantas, bagaimana cara membersihkan telinga bayi yang baik dan benar? Simak ulasannya berikut ini, yuk.

Cara Membersihkan Telinga Bayi yang Baik dan Benar

Kotoran telinga (serumen) terdiri dari sel kulit mati dan bahan lengket tebal yang diproduksi oleh kelenjar telinga. Ini merupakan bagian normal dari fisiologis Si Kecil yang berfungsi untuk menghalangi air bermikroba dari kanal luar telinga, sehingga membuatnya terhindar dari infeksi telinga.

Kotoran telinga umumnya berwarna cokelat dan kekuningan. Tekstur kotoran telinga pada bayi cenderung lebih lembut dan ringan dibandingkan pada orang dewasa. Kotoran ini biasanya bisa keluar sendiri tanpa harus dibersihkan. Namun, tidak ada salahnya jika ibu ingin membersihkan telinga Si Kecil asalkan dilakukan secara benar dan aman. Berikut adalah dua cara yang bisa ibu terapkan untuk membersihkan telinga Si Kecil:

  1. Bersihkan Menggunakan Air dan Waslap

Mandi adalah waktu terbaik untuk membersihkan telinga Si Kecil. Sebab pada waktu tersebut, telinga Si Kecil cenderung basah sehingga memudahkan ibu untuk membersihkan telinganya. Ibu bisa menggunakan air dan waslap untuk membersihkan bagian luar telinga Si Kecil. Cara ini termasuk metode yang paling disarankan oleh banyak dokter anak.

Cara yang bisa ibu lakukan adalah dengan membasahi waslap bersih dengan air hangat dan peras hingga airnya berkurang cukup banyak. Gosokkan telinga bayi pada bagian luar secara perlahan sampai kotorannya terangkat. Hindari penggunakan kapas saat membersihkan telinga Si Kecil. Sebab, serat pada kapas bisa saja masuk ke telinga bagian dalam.

  1. Obat Tetes Khusus untuk Telinga Bayi

Jika kotoran telinga Si Kecil terus menumpuk, sebaiknya gunakan obat tetes khusus seperti larutan hidrogen peroksida. Larutan ini digunakan untuk melunakkan kotoran dan membantunya keluar dari dalam telinga.

Sebelum menggunakannya, pastikan bahwa cara ini sudah disetujui oleh dokter anak. Ibu bisa menggunakan cara ini jika Si Kecil sudah bisa menahan kepalanya sendiri. Sebab, bayi yang belum mampu menahan kepalanya bisa membuat tetesan hidrogen peroksida tidak mengalir dengan lancar di dalam telinga.

Cara mempraktikkan pembersihan telinga dengan larutan hidrogen peroksida adalah dengan mencampurkan beberapa tetes hidrogen peroksida dengan air hingga rata. Setelah itu, ibu bisa meneteskan larutan tersebut pada telinga kanan dan kiri bayi (masing-masing sisi satu tetes). Usahakan agar Si Kecil tetap dalam posisi terbaring selama beberapa menit, sehingga ibu bisa memastikan jika larutannya sudah masuk ke saluran telinga secara sempurna. Lalu, bersihkan kotoran yang keluar dengan menggunakan waslap basah.

Jika kedua cara di atas tidak berhasil membersihkan telinga Si Kecil, ibu perlu bicara dengan dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Untuk bicara dengan dokter, ibu bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc. Sebab melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa bicara pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Video/Voice Call di layanan Contact Doctor.

Jika kedua cara di atas tidak berhasil membersihkan telinga Si Kecil, ibu perlu bicara dengan dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Untuk bicara dengan dokter, ibu bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc. Sebab melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa bicara pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Video/Voice Call di layanan Contact Doctor. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play.

Baca juga: Berapa Jam yang Dibutuhkan Bayi untuk Tidur?