Jangan Diremehkan, Syok Kardiogenik Bisa Sebabkan Koma

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
 Syok kardiogenik

Halodoc, Jakarta - Syok kardiogenik terjadi disebabkan oleh adanya kegagalan fungsi jantung dalam memompa. Akibatnya, curah jantung berkurang, bahkan berhenti sama sekali untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.  Perlu kamu ketahui bahwa syok kardiogenik ditandai dengan adanya gangguan fungsi ventrikel, sehingga menyebabkan gangguan berat pada perfusi jaringan dan penghantaran oksigen ke jaringan.

Untuk mendiagnosis syok kardiogenik, tanda-tanda syok dan adanya penyakit jantung perlu diketahui terlebih dahulu. Misalnya seperti gangguan irama jantung, infark miokard yang luas, tamponade jantung, emboli paru, serta kelainan sekat jantung atau katup jantung.

Baca juga: Lakukan 6 Hal untuk Diagnosis Syok Kardiogenik

Waspadai tanda dan gejala yang akan terjadi, karena biasanya muncul dengan sangat cepat. Gejala yang dapat muncul yaitu:

  • Berkeringat dingin pada jari tangan dan kaki.
  • Jantung berdetak cepat (takikardia).
  • Denyut nadi cepat dan lemah.
  • Output urine yang rendah atau tidak ada (oliguria).
  • Kelelahan karena hiperventilasi (napas pendek dan cepat)
  • Kebingungan dan kecemasan (linglung).
  • Sesak napas tiba-tiba.
  • Pucat.
  • Koma atau pingsan.

Baca juga: Kebiasaan yang Bisa Sebabkan Syok Kardiogenik

Apabila kamu mengalami kondisi syok kardiogenik, kamu perlu melakukan tes untuk mengetahui diagnosis yang tepat. Beberapa tes yang perlu kamu jalani adalah:

  • Pengukuran tekanan darah: seseorang saat syok sering memiliki tekanan darah yang sangat rendah.
  • Elektrokardiogram (EKG) digunakan untuk mendiagnosis apakah kamu berpotensi mengalami serangan jantung. Tes ini mencatat aktivitas listrik jantung kamu melalui elektroda yang menempel pada kulit kamu. Kemudian, impuls dicatat sebagai “gelombang”, yang akan ditampilkan pada monitor atau dicetak di atas kertas.
  • Foto toraks memungkinkan dokter untuk memeriksa ukuran, bentuk jantung, pembuluh darah, dan apakah terdapat cairan di paru-paru kamu
  • Tes darah akan dilakukan untuk memeriksa kerusakan organ, infeksi, dan serangan jantung
  • Ekokardiogram, gelombang suara menghasilkan gambar jantung, yang mampu membantu mengidentifikasi kerusakan jantung kamu akibat dari serangan jantung. Selanjutnya, gelombang suara akan mengarah langsung ke jantung dari perangkat yang diletakkan di atas dada kamu dan memberikan gambar video dari jantung kamu.
  • Kateterisasi koroner (angiogram), pewarna cari disuntikkan melalui tabung panjang tipis dan dimasukkan melalui arteri, biasanya pada kaki, lalu berpindah ke arteri di jantung kamu. Saat cairan berwarna mengisi arteri, maka akan terlihat pada sinar-x dan menampakkan daerah penyumbatan atau penyempitan.

Kamu perlu waspada karena syok kardiogenik dapat membahayakan nyawa, apalagi jika tidak mendapatkan penanganan yang baik. Beberapa komplikasi lanjutan yang bisa terjadi merupakan kerusakan pada organ ginjal, hati, dan otak dikarenakan pasokan oksigen yang kurang. Kondisi syok kardiogenik yang ditangani secara dini dapat menurunkan potensi kematian. Namun, jika tidak segera ditangani, kesempatan pulih pun akan sangat kecil.

Baca juga: Ketahui Cara Mencegah Terkena Syok Kardiogenik

Bagi kamu yang masih sehat, langkah pencegahan perlu dilakukan. Mencegah serangan jantung merupakan langkah utama untuk menghindari syok kardiogenik. Beberapa langkah sederhana yang dapat kamu lakukan adalah:

  • Menerapkan gaya hidup sehat. Beberapa contoh gaya hidup sehat seperti berolahraga teratur, mengusahakan berat badan ideal, mengurangi makanan berlemak dan tinggi kolesterol, serta tidak merokok.
  • Mengendalikan penyakit-penyakit yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi merupakan penyakit yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Lakukan kunjungan teratur ke dokter jika memiliki penyakit tersebut supaya mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga penyakit jantung pun dapat dicegah.

Apabila kamu sudah terlanjur mengalami syok kardiogenik, sebaiknya segera diskusikan gangguan yang kamu alami dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.