28 November 2018

Jangan Disepelekan, Ini 8 Gejala Penyakit Kuning

Jangan Disepelekan, Ini 8 Gejala Penyakit Kuning

Halodoc, Jakarta - Penyakit kuning atau yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah jaundice, adalah kondisi tingginya kadar bilirubin dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan kulit dan bagian putih mata menjadi kekuningan. Perlu diketahui bahwa bilirubin merupakan suatu senyawa alami dalam tubuh yang terbentuk dari pemecahan sel darah merah. Tubuh biasanya menghasilkan bilirubin melalui hati.

Penyakit kuning merupakan penyakit yang umum menyerang siapa saja, meskipun sebagian besar kasus terjadi pada bayi baru lahir. Hal ini dikarenakan organ hati pada bayi baru lahir belum berfungsi sempurna (immature), sehingga terkadang bilirubin menumpuk lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk mengeluarkannya.

Umumnya, penyakit kuning dapat membaik dengan sendirinya dan hilang dalam beberapa hari. Namun, dalam beberapa kasus, penyakit kuning juga bisa jadi gejala dari penyakit tertentu. Oleh karena itu, jangan sepelekan penyakit kuning, dan kenali gejala-gejalanya berikut.

1. Urine Berwarna Kuning

Urine berwarna kuning tua kerap diidentifikasi sebagai tanda dehidrasi. Itu lah mengapa banyak orang yang mungkin mengabaikan hal ini dan hanya memperbanyak asupan air putih. Padahal, urine yang berwarna terlampau kuning dan tak kunjung hilang setelah mengonsumsi banyak air putih bisa jadi merupakan tanda penyakit kuning.

2. Kulit dan Mata Menguning

Salah satu gejala umum lainnya dari penyakit kuning adalah perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi agak kuning. Namun, gejala ini dapat sulit terdeteksi pada orang dengan kulit yang berwarna gelap. Bahkan, tak sedikit juga yang menganggap gejala ini sebagai tanda kulit pucat karena anemia.

3. Sakit Perut

Ketika terserang penyakit kuning, umumnya akan muncul rasa sakit pada sisi kanan perut, tepatnya di bawah tulang rusuk dan bersambung hingga ke punggung bagian atas. Gejala ini juga bisa menjadi indikasi penyakit kuning karena kerusakan sel hati atau batu empedu.

4. Nyeri Sendi

Ini merupakan gejala yang mungkin sering disepelekan. Sebab, nyeri sendi dapat terjadi karena berbagai alasan, sehingga kebanyakan orang tidak mungkin benar-benar mengaitkannya sebagai tanda penyakit kuning. Namun, jika nyeri sendi dialami bersamaan dengan gejala lain yang terkait dengan penyakit kuning, segera konsultasikan dengan dokter.

5. Muntah

Seperti halnya nyeri sendi, muntah juga bisa menjadi gejala dari berbagai jenis penyakit, sehingga cukup sulit mengaitkannya dengan penyakit kuning jika tidak disertai gejala-gejala lainnya. Namun, jika kamu mengalami muntah-muntah disertai dengan buang air kecil berwarna kuning, bisa jadi itu merupakan gejala penyakit kuning.

6. Gatal-Gatal

Gatal-gatal biasanya terjadi pada penyakit kuning jenis obstruktif, yaitu penyakit kuning yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu, sehingga pemberian empedu untuk metabolisme bilirubin pun gagal. Kondisi inilah yang menyebabkan timbulnya rasa gatal di seluruh tubuh.

7. Demam

Demam memang merupakan gejala berbagai jenis penyakit. Namun, jika demam dan menggigil disertai dengan beberapa gejala yang telah dijelaskan tadi, bisa jadi itu merupakan tanda dari penyakit kuning.

8. Mudah Lelah

Gejala mudah lelah biasanya terjadi pada penyakit kuning yang disebabkan oleh adanya hepatitis A. Jika gejala ini berlangsung lebih dari 2 minggu dan disertai gejala lainnya, pemeriksaan medis lebih lanjut sangat disarankan.

Itu lah sedikit penjelasan mengenai gejala penyakit kuning yang kerap disepelekan. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal kondisi ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: