• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Panik, Ini Cara Mengobati Radang Amandel pada Anak

Jangan Panik, Ini Cara Mengobati Radang Amandel pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Amandel adalah gumpalan jaringan di kedua sisi belakang tenggorokan yang membantu sistem kekebalan melindungi tubuh dari infeksi. Ketika amandel ini mengalami infeksi, maka kondisi tersebut dikenal dengan sebutan tonsilitis. Namun, orang Indonesia lebih sering menyebutnya dengan amandel saja. Amandel yang mengalami infeksi ditandai dengan warnanya yang merah, bengkak, serta menyebabkan sakit tenggorokan.

Dilansir dari laman Kids Health, amandel memang rentan menyerang anak-anak dan remaja berusia 5-15 tahun. Ibu tidak perlu langsung panik ketika mendapati amandel anak yang meradang. Berikut sejumlah tips pengobatan yang bisa dicoba untuk meredakan radang amandel pada Si Kecil. 

Baca juga: Penyebab Amandel pada Anak

Cara Mengobati Radang Amandel pada Anak

Radang amandel bisa disebabkan oleh virus atau bakteri. Beberapa virus penyebab amandel, yaitu virus flu, adenovirus, dan virus Epstein-Barr. Sedangkan bakeri sering menjadi penyebab umum radang amandel dan bakteri yang paling sering menyerang adalah streptokokus grup A.

Radang amandel yang disebabkan oleh virus biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Jika radang amandel disebabkan oleh infeksi bakteri, Si Kecil mungkin perlu mendapatkan resep antibiotik dari dokter. Setelah diberi antibiotik, radang amandel biasanya akan mereda dalam dua atau tiga hari. 

Namun, pastikan antibiotik yang dikonsumsi Si Kecil dosisnya sudah tepat dan dihabiskan walaupun gejalanya sudah benar-benar hilang. Tujuannya agar bakteri ini tidak menjadi resisten terhadap obat-obatan. Selain itu, ada beberapa hal lain yang dapat membantu meredakan radang amandel pada anak, seperti:

  • Mendapat istirahat yang cukup
  • Cukup minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengonsumsi minuman pereda sakit tenggorokan, seperti teh atau air hangat yang dicampur madu.
  • Mengonsumsi permen pereda tenggorokan. Anak usia 4 tahun sudah bisa mengonsumsi permen ini.
  • Menggunakan alat pelembap udara agar terhindar dari udara kering yang dapat memperburuk iritasi pada tenggorokan.
  • Hindari paparan asap rokok.
  • Konsumsi parasetamol untuk meredakan demam dan rasa nyeri. Namun, pastikan berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu terkait penggunaannya. 

Kalau Si Kecil mengalami radang amandel akibat infeksi bakteri, ibu dapat menghubungi dokter di Halodoc untuk mendapatkan resep antibiotik. Lewat Halodoc, ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Baca juga: Cara Membedakan Amandel dan Radang Tenggorokan

Kapan Amandel Butuh Dioperasi?

Ketika Si Kecil mengalami infeksi berulang, dokter anak mungkin merekomendasikan operasi amandel untuk mengangkat amandel. Tonsilektomi adalah salah satu operasi paling umum dan aman yang dilakukan pada anak-anak saat ini. Biasanya hanya membutuhkan waktu 20 menit dan anak bisa pulang beberapa jam setelah operasi.

Tanda dan Gejala Radang Amandel pada Anak

Amandel yang meradang akan tampak merah dan bengkak dan mungkin tertutup lapisan atau bintik kuning atau keputihan. Selain itu, anak mungkin mengalami beberapa gejala berikut:

  • Sakit tenggorokan.
  • Demam.
  • Bau mulut.
  • Kelenjar getah bening di leher bengkak.
  • Kesulitan menelan.
  • Sakit perut.
  • Sakit kepala.

Bisakah Radang Amandel Dicegah?

Jauhkan anak-anak dari siapa pun yang pernah atau sedang mengidap radang amandel atau sakit tenggorokan. Ibu juga harus memastikan semua anggota keluarga di rumah rutin mencuci tangan dengan baik.

Baca juga: 4 Gangguan Tenggorokan yang Bisa Diatasi Dokter THT

Jika seseorang dalam keluarga mengidap radang amandel, pisahkan gelas minum dan peralatan makannya, dan cucilah dengan air panas yang dicampur sabun. Mereka juga tidak boleh berbagi makanan, minuman, serbet, atau handuk dengan anggota keluarga lainnya. Beri sikat gigi baru setelah dirawat dan tidak lagi menular.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Tonsillitis.
Children’s Health. Diakses pada 2020. Pediatric Tonsillitis.