Moms, Kenapa Bayi Ngeden Terus? Ini Lho Penyebabnya

Mengapa Bayi Ngeden Terus? Penjelasan Lengkap untuk Orang Tua
Orang tua seringkali khawatir melihat bayinya ngeden terus. Gerakan ngeden atau mengejan pada bayi adalah hal yang sangat umum terjadi. Ini seringkali disebabkan oleh sistem pencernaan bayi yang belum matang atau bayi sedang belajar mengoordinasikan otot-ototnya untuk buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK). Namun, ada kalanya ngeden disertai tanda-tanda lain yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut, seperti rewel berlebihan, tidak mau menyusu, muntah, atau perut yang terasa keras.
Apa Itu Ngeden pada Bayi?
Ngeden pada bayi adalah kondisi di mana bayi terlihat mengejan, mengerang, atau melengkungkan punggungnya, seringkali dengan wajah memerah, seolah-olah sedang berusaha mengeluarkan sesuatu. Ini adalah upaya alami tubuh bayi untuk mendorong feses atau urine keluar dari tubuhnya. Gerakan ini bisa terlihat intens, namun tidak selalu menandakan adanya masalah serius.
Penyebab Umum Bayi Ngeden Terus
Sebagian besar penyebab bayi ngeden adalah hal yang normal dan merupakan bagian dari perkembangan bayi. Beberapa alasan umum meliputi:
- Sistem Pencernaan Belum Sempurna
Usus bayi yang baru lahir masih dalam tahap pembelajaran untuk memproses ASI atau susu formula. Otot-otot pencernaan mereka belum bekerja secara efisien. Akibatnya, bayi perlu mengerahkan usaha lebih untuk mendorong feses melalui usus yang masih belajar. Ini adalah proses adaptasi yang wajar.
- Belajar Mengejan untuk BAB atau BAK
Bayi belum sepenuhnya memahami bagaimana mengoordinasikan otot-otot perut dan panggulnya untuk buang air besar atau kecil. Mereka mungkin mengejan atau ngeden sebagai upaya refleks untuk mengeluarkan isi perut atau kandung kemihnya.
- Perut Kembung atau Kolik Ringan
Gas yang terperangkap dalam perut bayi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan mendorong mereka untuk ngeden dalam upaya mengeluarkannya. Kondisi perut kembung atau kolik ringan seringkali ditandai dengan bayi rewel, menarik kaki ke dada, dan ngeden.
- Refleks Tubuh Normal (Ngulet)
Kadang, bayi ngeden saat meregangkan otot-ototnya, yang sering disebut “ngulet”. Ini adalah refleks alami untuk melatih otot dan sendi, tidak selalu berhubungan dengan masalah pencernaan.
Kapan Harus Waspada? Gejala yang Memerlukan Perhatian Medis
Meskipun seringkali normal, ngeden pada bayi juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan jika disertai dengan gejala berikut:
- Rewel Berlebihan dan Tidak Mau Menyusu
Jika bayi ngeden terus-menerus dan tampak sangat tidak nyaman, rewel, serta menolak untuk menyusu, ini bisa menjadi indikasi adanya masalah.
- Muntah dan Perut Keras
Ngeden yang disertai muntah, terutama jika muntah proyektil (menyembur), dan perut bayi terasa keras saat disentuh, perlu segera diperiksakan ke dokter.
- Tanda-tanda Sembelit
Bayi yang mengalami sembelit akan ngeden dengan feses yang keras, kecil, seperti kerikil, dan mungkin berdarah. Frekuensi BAB juga bisa sangat jarang.
- Demam atau Lesu
Kombinasi ngeden dengan demam atau bayi tampak lesu dan tidak aktif dapat menunjukkan adanya infeksi atau kondisi medis lain.
Langkah Penanganan Awal untuk Mengatasi Bayi Ngeden
Jika bayi ngeden dan tidak menunjukkan gejala berbahaya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu meredakan ketidaknyamanan bayi:
- Pijatan Lembut pada Perut
Lakukan pijatan lembut secara melingkar searah jarum jam pada perut bayi setelah mandi atau saat bayi rileks untuk membantu mengeluarkan gas.
- Gerakan Kaki “Mengayuh Sepeda”
Baringkan bayi telentang dan gerakkan kakinya seperti sedang mengayuh sepeda. Ini dapat membantu memijat usus dan mendorong pergerakan feses serta gas.
- Pastikan Posisi Menyusu yang Benar
Saat menyusui, pastikan bayi melekat dengan benar pada payudara atau botol untuk meminimalkan udara yang tertelan, yang bisa menyebabkan kembung.
- Kompres Hangat
Meletakkan handuk hangat di perut bayi dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat kembung atau kolik ringan.
- Mandi Air Hangat
Mandi air hangat dapat membantu merelaksasi otot-otot bayi dan meredakan ketegangan.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Ngeden pada bayi adalah kondisi yang umum dan seringkali normal, terutama karena sistem pencernaan bayi yang belum sepenuhnya matang. Orang tua penting untuk memahami penyebab umum ini dan mengenali perbedaan antara ngeden yang normal dan ngeden yang membutuhkan perhatian medis.
Apabila orang tua memiliki kekhawatiran tentang bayi yang ngeden terus-menerus, disertai gejala seperti rewel berlebihan, muntah, perut keras, atau tanda-tanda sembelit yang persisten, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak. Melalui aplikasi Halodoc, orang tua dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter anak berpengalaman untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, memastikan kesehatan dan kenyamanan bayi.



