Ad Placeholder Image

Jangan Panik! Mata Bayi Kuning Kenapa? Cek Faktanya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Jangan Panik! Ini Alasan Mata Bayi Kuning

Jangan Panik! Mata Bayi Kuning Kenapa? Cek FaktanyaJangan Panik! Mata Bayi Kuning Kenapa? Cek Faktanya

Mata Bayi Kuning: Kenapa Terjadi dan Kapan Perlu Waspada?

Mata bayi kuning, atau dikenal dalam istilah medis sebagai ikterus neonatorum, merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini membuat kulit dan bagian putih mata bayi tampak menguning. Fenomena ini seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, padahal sebagian besar kasus mata bayi kuning bersifat normal dan akan menghilang dengan sendirinya.

Namun, penting untuk memahami penyebab mata bayi kuning kenapa terjadi dan mengenali tanda-tanda kapan kondisi ini memerlukan perhatian medis. Informasi yang akurat dapat membantu orang tua membuat keputusan yang tepat demi kesehatan buah hati.

Definisi Mata Bayi Kuning (Ikterus Neonatorum)

Mata bayi kuning adalah suatu kondisi ketika bayi baru lahir mengalami perubahan warna kulit dan sklera (bagian putih mata) menjadi kekuningan. Perubahan warna ini disebabkan oleh penumpukan bilirubin, yaitu pigmen kuning yang terbentuk dari pemecahan sel darah merah.

Kondisi ini sangat sering ditemukan, terutama pada bayi yang lahir prematur. Umumnya, mata kuning muncul pada hari kedua atau ketiga setelah lahir. Sebagian besar kasus merupakan ikterus fisiologis, yang berarti normal dan tidak berbahaya.

Mengapa Mata Bayi Kuning Terjadi?

Mata bayi kuning terjadi karena adanya penumpukan bilirubin dalam darah bayi. Tubuh bayi memproduksi bilirubin saat sel darah merah lama pecah. Bilirubin kemudian diolah oleh hati dan dibuang melalui tinja.

Berikut adalah penjelasan mengapa mata bayi kuning terjadi:

Penyebab Fisiologis (Normal)

Penyebab paling umum mata bayi kuning adalah hati bayi baru lahir yang belum matang. Hati memiliki peran penting dalam memproses bilirubin agar dapat dikeluarkan dari tubuh.

  • Hati Belum Matang: Hati bayi yang baru lahir belum berfungsi secara optimal dalam mengolah bilirubin. Kapasitas hati yang terbatas membuat bilirubin menumpuk di kulit dan mata, menyebabkan warna kuning.
  • Produksi Bilirubin Tinggi: Bayi baru lahir memiliki jumlah sel darah merah yang lebih banyak dan usia sel darah merah yang lebih pendek. Ini menyebabkan produksi bilirubin lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.

Penyebab Non-Fisiologis (Membutuhkan Perhatian Medis)

Selain penyebab fisiologis, ada beberapa kondisi yang membuat mata bayi kuning dan memerlukan penanganan lebih lanjut:

  • Kurang ASI: Asupan ASI yang tidak mencukupi dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan frekuensi buang air besar. Hal ini menghambat pembuangan bilirubin dari tubuh.
  • Ketidakcocokan Golongan Darah atau Rhesus: Jika golongan darah ibu dan bayi tidak cocok (misalnya ibu bergolongan darah O dan bayi A atau B, atau perbedaan rhesus), tubuh ibu dapat memproduksi antibodi yang menyerang sel darah merah bayi. Kondisi ini menyebabkan pemecahan sel darah merah lebih cepat dan peningkatan bilirubin.
  • Infeksi: Infeksi tertentu, baik saat bayi masih dalam kandungan maupun setelah lahir, dapat mempengaruhi fungsi hati dan menyebabkan peningkatan kadar bilirubin.
  • Gangguan Tiroid: Hipotiroidisme kongenital, yaitu kondisi kekurangan hormon tiroid sejak lahir, dapat mengganggu metabolisme bilirubin. Bayi dengan hipotiroidisme dapat menunjukkan mata kuning yang menetap atau memburuk.
  • Kondisi Medis Lain: Masalah hati atau saluran empedu, kelainan genetik, atau memar parah saat lahir juga bisa menyebabkan mata kuning yang parah.

Gejala Tambahan yang Perlu Diperhatikan

Selain mata dan kulit yang kuning, ada beberapa gejala lain yang harus diwaspadai jika terjadi bersamaan:

  • Warna kuning muncul dalam 24 jam pertama setelah lahir.
  • Warna kuning menyebar ke lengan, kaki, atau perut.
  • Bayi tampak lemas, sulit dibangunkan, atau rewel.
  • Sulit menyusu atau tidak mau menyusu.
  • Popok basah dan kotor kurang dari normal.
  • Suhu tubuh tidak stabil.
  • Urine berwarna gelap atau tinja berwarna pucat.

Penanganan Mata Bayi Kuning

Penanganan mata bayi kuning bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kadar bilirubin. Ikterus fisiologis umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus dan akan hilang dengan sendirinya.

  • Pemberian ASI yang Cukup: Memastikan bayi mendapat ASI yang cukup adalah langkah penting. Pemberian ASI yang sering membantu melancarkan pencernaan dan pembuangan bilirubin.
  • Fototerapi: Jika kadar bilirubin terlalu tinggi, dokter mungkin akan merekomendasikan fototerapi. Terapi ini menggunakan cahaya khusus untuk membantu mengubah bilirubin menjadi bentuk yang lebih mudah dibuang oleh tubuh bayi.
  • Transfusi Tukar: Pada kasus yang sangat jarang dan parah, ketika fototerapi tidak efektif, transfusi tukar mungkin diperlukan. Prosedur ini melibatkan penggantian sebagian darah bayi dengan darah donor untuk menurunkan kadar bilirubin dengan cepat.
  • Penanganan Penyebab Utama: Jika mata kuning disebabkan oleh kondisi medis lain seperti infeksi atau gangguan tiroid, dokter akan mengatasi penyebab utamanya secara spesifik.

Pencegahan Mata Bayi Kuning

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk membantu mencegah mata bayi kuning yang berlebihan:

  • Memberikan ASI Dini dan Sering: Mulailah menyusui sesegera mungkin setelah lahir dan berikan ASI secara teratur setiap 2-3 jam. Ini membantu memastikan bayi mendapatkan hidrasi yang cukup dan mempercepat pengeluaran bilirubin.
  • Pantau Asupan Cairan: Pastikan bayi cukup minum, baik ASI maupun susu formula sesuai anjuran dokter.
  • Pemeriksaan Prenatal Rutin: Pemeriksaan kehamilan yang teratur membantu mendeteksi potensi risiko, seperti ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan bayi.
  • Deteksi Dini: Perhatikan warna kulit dan mata bayi secara rutin setelah pulang dari rumah sakit. Jangan ragu untuk segera menghubungi dokter jika ada kekhawatiran.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Orang tua perlu segera membawa bayi ke dokter jika:

  • Mata kuning muncul kurang dari 24 jam setelah lahir.
  • Warna kuning semakin gelap atau menyebar dengan cepat.
  • Bayi tidak mau menyusu, lemas, atau tampak sangat mengantuk.
  • Demam, sulit bernapas, atau gejala infeksi lainnya muncul.
  • Warna kuning bertahan lebih dari dua minggu pada bayi cukup bulan atau tiga minggu pada bayi prematur.
  • Tinja bayi berwarna pucat atau urine berwarna gelap.

Kesimpulan

Mata bayi kuning adalah kondisi umum pada bayi baru lahir yang sebagian besar disebabkan oleh hati yang belum matang dalam mengolah bilirubin. Penting bagi orang tua untuk mengenali perbedaan antara mata kuning yang normal (fisiologis) dan yang memerlukan intervensi medis.

Jika memiliki kekhawatiran tentang mata bayi kuning kenapa terjadi atau melihat gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter atau kunjungi fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan dan penanganan dini sangat penting untuk memastikan kesehatan optimal bayi. Halodoc siap menjadi mitra terpercaya dalam memberikan informasi dan layanan konsultasi kesehatan yang akurat serta berbasis ilmiah.