15 July 2018

Jangan Salah, Ini 4 Cara Mengatur Pernapasan Saat Olahraga

mengatur pernapasan saat olahraga

Halodoc, Jakarta – Manfaat olahraga telah banyak diketahui, antara lain untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Antara lain mencegah penyakit jantung, mengendalikan diabetes, hingga menurunkan tekanan darah tinggi. Namun, yang menjadi permasalahan banyak orang dalam berolahraga adalah kemampuan untuk mengatur  pernapasan. Pasalnya, teknik pernapasan yang salah dapat memengaruhi aktivitas olahraga yang dilakukan dan menimbulkan efek samping bagi tubuh.

Baca juga: 3 Jenis Latihan Pernapasan untuk Hilangkan Stres

Aktivitas fisik (seperti olahraga) bisa menimbulkan beban tubuh, sehingga menyebabkan kelelahan otot dan gangguan dalam pola napas. Saat berolahraga, tubuh akan memproduksi lebih banyak karbon dioksida. Maka dari itu, sangat penting untuk mengeluarkan karbon dioksida ini guna menjaga keseimbangan oksigen dalam tubuh. Caranya adalah dengan menyeimbangkan proses membuang napas (ekspirasi) dan menghirup napas (inspirasi).

Nah, berikut adalah empat cara mengatur pernapasan saat olahraga yang dapat kamu terapkan:

1. Melakukan Pemanasan

Untuk mendapatkan pernapasan yang tahan lama selama berolahraga, langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemanasan. Untuk melakukan ini, kamu cukup berjalan atau jogging dengan kecepatan rendah selama minimal 20 menit. Aktivitas ini bermanfaat untuk menyiapkan tubuh secara bertahap dengan meningkatkan denyut jantung serta pernapasan sebelum olahraga yang sesungguhnya. Ketika keringat mulai muncul, hal ini menandakan bahwa tubuh kamu telah “memanas” dan siap berolahraga.

2. Menarik Napas dari Mulut

Menarik napas dari mulut dapat mengatur pernapasan agar tidak cepat lelah saat berolahraga. Hal ini disebabkan oleh tuntutan asupan oksigen yang lebih besar dibandingkan dengan volume oksigen yang disalurkan melalui hidung. Hasilnya, bernapas melalui mulut akan menjadi solusi terbaik. Tariklah napas dalam-dalam dan buanglah secara perlahan. Saat menarik napas, pastikan perut kamu ikut bergerak untuk mencegah terjadinya pernapasan  yang terburu-buru.

3. Menyesuaikan Napas dan Gerakan

Selain dua hal di atas, menyesuaikan antara napas dan gerakan juga dapat membantu sesi olahraga berjalan lancar. Caranya cukup dengan bernapas tiap kali mengambil dua langkah, kemudian buang napas sehabis dua langkah. Jika sudah terbiasa, kamu dapat mengambil napas lebih lama dengan pola yang sama.

4. Berolahraga di Lingkungan Hangat

Tahukah kamu bahwa lokasi serta suhu yang tepat dapat membantu mengatur pernapasan selama berolahraga? Pasalnya, ketika udara dingin, situasi ini akan membuat saluran napas menjadi sempit dan menyebabkan kesulitan bernapas. Maka dari itu, penting untuk memilih tempat olahraga di lingkungan yang hangat dan lembab. Sebagai contoh, ketika cuaca sedang dingin, kamu bisa berolahraga di ruangan yang lebih hangat.

Hal yang perlu diwaspadai adalah terjadinya hipoksia saat berolahraga, yakni kurangnya pasokan oksigen dalam sel dan jaringan tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya. Ini merupakan kondisi berbahaya karena bisa mengganggu fungsi organ tubuh, termasuk otak, hati, dan organ tubuh lainnya. Kondisi ini biasanya ditandai dengan sesak napas, napas berbunyi (mengi), jantung berdetak lebih cepat, hingga kulit berubah warna (menjadi agak kebiruan atau merah terang). Meski kondisi ini bisa membaik seiring napas yang kembali normal, kamu perlu waspada jika gejala ini terjadi berkepanjangan.

Kamu bisa berbicara mengenai gejala tersebut pada dokter yang ada di Halodoc. Sebab melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa berbicara pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.