• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Gondok dan Kanker Tiroid
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Gondok dan Kanker Tiroid

Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Gondok dan Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 14 Februari 2022
Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Gondok dan Kanker Tiroid

“Munculnya benjolan pada bagian leher pasti membuat panik dan cemas. Kamu sebaiknya segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan apa penyebab munculnya benjolan tersebut. Pasalnya, benjolan di leher bisa menjadi tanda penyakit gondok atau lebih buruk, kanker tiroid.”

Halodoc, Jakarta - Saat kamu mendapati adanya benjolan pada leher pasti sangat membuat panik dan cemas, ya! Namun, sebenarnya benjolan yang muncul di leher bisa terjadi karena pembengkakan pada kelenjar tiroid atau lebih dikenal dengan gondok. Akan tetapi, bukan tidak mungkin benjolan tersebut juga menandakan masalah kesehatan yang lebih serius, yaitu kanker tiroid

Kelenjar tiroid sendiri merupakan organ tubuh yang berada di bawah jakun. Bentuknya seperti kupu-kupu dan fungsinya adalah membuat hormon tiroid, mengontrol suhu tubuh, denyut jantung, berat badan, dan tekanan darah. Meski sama-sama menyerang kelenjar tiroid, ternyata penyakit gondok dan kanker tiroid memiliki perbedaan yang cukup kentara.

Berbagai Perbedaan dari Penyakit Gondok dan Kanker Tiroid

Gondok maupun kanker tiroid menjadi dua masalah kesehatan yang rentan terjadi pada kelenjar tiroid. Kedua jenis penyakit ini tidak sama meski terlihat mirip, berikut ini perbedaan antara keduanya:

  • Penyebab yang Mendasarinya

Gondok merupakan pembengkakan pada kelenjar tiroid yang mengakibatkan munculnya benjolan pada bagian depan leher. Penyebab paling utama munculnya gondok adalah kurangnya asupan yodium. Sementara penyebab lainnya, seperti peradangan pada kelenjar tiroid, kehamilan, infeksi, dan kondisi medis tertentu, seperti penyakit Hashimoto dan graves. Namun, ada pula kondisi yang menunjukkan bahwa gondok terjadi karena adanya kanker tiroid.

Berbeda dengan kanker tiroid yang terjadi karena mutasi atau perubahan pada sel DNA yang berada di kelenjar tiroid. Hal ini mengakibatkan munculnya sel secara abnormal dan tidak terkendali yang merusak sel sehat di sekitarnya. Risiko kanker tiroid akan meningkat pada orang-orang yang memiliki gangguan tiroid, mengalami paparan radiasi dalam waktu lama, faktor genetik, dan kegemukan. 

  • Gejala yang Muncul

Gondok biasanya ditandai dengan adanya benjolan pada leher yang diikuti dengan banyak gejala lain. Masalah kesehatan ini juga membuat kelenjar tiroid tidak mampu mencukupi kebutuhan hormon tiroid pada tubuh. Alhasil, pengidap akan merasa lelah, kedinginan terus-menerus, kulit kering, sering mengantuk, sembelit, hingga masalah konsentrasi. 

Meski begitu, gondok juga bisa menjadi pemicu tingginya kadar hormon tiroid pada tubuh yang menunjukkan gejala berbeda. Gejala yang muncul, seperti berat badan mengalami penurunan, lebih sensitif terhadap panas, keringat yang berlebihan, kesulitan tidur, hipertensi, dan nafsu makan meningkat. 

Sementara itu, kanker tiroid menunjukkan gejala yang berbeda dari penyakit gondok. Meski benjolan akan muncul pada lokasi yang hampir mirip, tetapi benjolan yang terjadi karena kanker tiroid akan berkembang dengan lebih cepat. Tak hanya itu, pengidap juga merasa nyeri pada area leher sampai telinga.

Lalu, terjadi perubahan pada suara yang menjadi lebih besar atau terdengar lebih serak. Pengidap juga mengalami kesulitan menelan makanan maupun minuman yang mengakibatkan penurunan nafsu makan dan berat badan. Beberapa kondisi kanker tiroid juga menunjukkan gejala batuk yang tidak kunjung membaik tanpa adanya indikasi infeksi maupun iritasi. 

Demikian tadi perbedaan gondok dan kanker tiroid dari penyebab dan gejala yang muncul. Kamu bisa segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat saat merasakan adanya benjolan di leher. Buat janji di rumah sakit dengan dokter spesialis onkologi lebih mudah melalui aplikasi Halodoc. Berikut ini rekomendasi dokternya:

  • dr. Subianto, Sp.B (K) Onk

Seorang Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Telogorejo Semarang. Dokter Subianto mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Diponegoro. Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.

  • dr. Wimpie Florentinus Panggarbesi, Sp.B(K)Onk

Seorang Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Dharma Nugraha, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, dan RS Mitra Keluarga Bekasi Barat. Dokter Wimpie Florentinus Panggarbesi mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Indonesia dan Universitas Sumatera Utara. Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.

  • dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B (K) Onk

Seorang Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Telogorejo Semarang. Dokter Yan Wisnu Prajoko mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Diponegoro. Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.

Yuk, buat janji berobat lebih mudah dengan download aplikasi Halodoc di ponsel kamu sekarang juga!

Referensi:
NHS. Diakses pada 2022. Goitre.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Goiter.
NHS. Diakses pada 2022. Thyroid Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Thyroid Cancer.
American Cancer Society. Diakses pada 2022. Signs and Symptoms of Thyroid Cancer.