Jangan Sembarangan, Ini Metode Pengobatan untuk Atasi Aneurisma Aorta

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jangan Sembarangan, Ini Metode Pengobatan untuk Atasi Aneurisma Aorta

Halodoc, Jakarta - Aneurisma aorta adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan pada dinding aorta atau kondisi saat dinding aorta menjadi lemah. Aorta adalah pembuluh darah utama dan terbesar pada tubuh manusia yang berfungsi untuk mengalirkan darah dengan kandungan oksigen tinggi dari jantung ke seluruh tubuh. Salah satu tokoh terkenal yang pernah mengidap penyakit ini adalah Almarhum Bondan Winarno. Jika penyakit ini dibiarkan, dinding aorta bisa pecah dan menyebabkan perdarahan yang mengarah kepada kematian.

Dalam dunia medis, dikenal dua jenis aneurisma aorta, yakni:

  • Aneurisma aorta abdominal adalah jenis aneurisma aorta yang paling umum terjadi. Pada kondisi ini, pembesaran atau benjolan terjadi pada bagian bawah aorta.

  • Aneurisma aorta torakal yakni pembesaran atau pelemahan terjadi pada aorta bagian atas.

Baca Juga: Jangan Main-Main, Aneurisma Aorta Bisa Sebabkan 10 Komplikasi Ini

Sementara ada juga jenis aorta campuran yang disebut aneurisma aorta torako-abdominal. Ia merupakan jenis aneurisma yang terjadi di antara bagian atas dan bawah aorta.

Beberapa hal yang diduga menjadi faktor risiko penyakit ini antara lain:

  • Kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau.

  • Berusia di atas 65 tahun.

  • Mengidap tekanan darah tinggi.

  • Mengidap aterosklerosis.

  • Memiliki anggota keluarga yang menderita aneurisma aorta.

  • Berjenis kelamin pria.

  • Berkulit putih.

  • Mengidap aneurisma lainnya.

  • Mengidap sindrom Marfan atau kelainan genetis lainnya.

Baca Juga: Kenali Aneurisma Aorta, Salah Satu Penyebab Kematian Mendadak

Metode Pengobatan untuk Atasi Aneurisma Aorta

Pengobatan perlu dilakukan untuk mencegah pecahnya pembuluh darah aorta. Jika ukuran aneurisma masih kecil dan pasien tidak merasakan gejala apa pun, maka dokter menyarankan pasien menjalani pemeriksaan medis secara rutin untuk memonitor perkembangan aneurisma.

Untuk aneurisma aorta abdominal, dokter merekomendasikan tindakan pembedahan jika aneurisma sudah berukuran 5 sampai 5,5 sentimeter atau lebih besar lagi. Beberapa jenis pembedahan untuk menangani aneurisma aorta abdominal adalah:

  • Bedah terbuka untuk memperbaiki aneurisma aorta abdominal yang melibatkan pengangkatan bagian aorta yang rusak serta menggantinya dengan tabung sintetis.

  • Bedah endovaskular. Dalam prosedur ini, dokter menempelkan cangkokan sintetis pada ujung kateter yang dimasukkan ke dalam aorta melalui arteri di kaki pasien.

Sedangkan bagi pengidap aneurisma aorta toraks, dokter melakukan tindakan pengobatan, seperti:

  • Pemberian obat-obatan untuk mengurangi risiko komplikasi aneurisma. Contohnya adalah statin, beta blocker, dan angiotensin II receptor blockers.

  • Pembedahan untuk mencegah pecahnya aneurisma. Contohnya adalah bedah terbuka pada bagian dada, bedah endovaskular, dan operasi perbaikan katup jantung.

  • Selain itu, dokter juga menyarankan pasien menghentikan kebiasaan merokok apabila dia adalah seorang perokok, karena memperburuk kondisi aneurisma.

Setelah menjalani proses diagnosis, pengobatan harus dilakukan karena komplikasi yang mungkin terjadi akan sangat berbahaya dan mengganggu aktivitas pengidapnya.  Komplikasi utama dari aneurisma aorta adalah robek atau pecahnya dinding aorta. Beberapa gejala pecahnya dinding aorta meliputi:

  • Nyeri parah yang muncul mendadak pada perut, dada, atau punggung.

  • Kesulitan bernapas.

  • Tekanan darah rendah.

  • Rasa nyeri menjalar ke punggung atau ke tungkai kaki.

  • Mengeluarkan keringat secara berlebihan.

  • Napas menjadi pendek.

  • Sulit menelan.

  • Mual dan muntah.

  • Pusing.

  • Jantung berdenyut cepat.

  • Munculnya tanda-tanda stroke, seperti tubuh lemas, lumpuh sebagian, atau sulit berbicara.

  • Kehilangan kesadaran.

Selain pecahnya aorta, aneurisma aorta menyebabkan penggumpalan darah. Gumpalan-gumpalan kecil darah yang terbentuk pada bagian yang mengalami aneurisma aorta ini juga dapat menyebabkan komplikasi serius di bagian tubuh lainnya.

Baca Juga: Cegah Aneurisma Aorta dengan Lakukan Perubahan Gaya Hidup

Itulah informasi mengenai metode pengobatan untuk atasi aneurisma aorta dan komplikasi yang mungkin terjadi. Jika kamu memiliki keluhan kesehatan lainnya, kamu bisa bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!