Jangan Sepelekan Nyeri Tulang Belakang Akibat Saraf Terjepit

Jangan Sepelekan Nyeri Tulang Belakang Akibat Saraf Terjepit

Halodoc, Jakarta – Hernia Nukleus Pulposus (HNP) disebut juga saraf terjepit. Penyakit ini terjadi saat bantalan atau cakram di antara vertebrata (tulang belakang) keluar dari posisi semula dan menjepit saraf di belakangnya. Saraf terjepit sering terjadi pada bagian keempat atau kelima vertebra lumbal (di punggung bawah) atau vertebra serviks (di leher), dan rentan terjadi pada orang lanjut usia.

Kenali Penyebab Hernia Nukleus Pulposus

Kebanyakan kasus HNP disebabkan oleh faktor usia. Seiring bertambahnya usia, bantalan yang terletak di ruas tulang belakang kehilangan banyak air dan mengurangi elastisitasnya. Bagian dalam bantalan menekan saraf dan menonjol keluar, sehingga menimbulkan nyeri dan penurunan kemampuan gerak fisik. Penyebab HNP lainnya adalah:

  • Faktor genetik atau ada riwayat keluarga dengan saraf terjepit.

  • Obesitas. Berat badan berlebih rentan menyebabkan penekanan tulang punggung yang memicu saraf terjepit.

  • Merokok. Rokok berdampak negatif pada kesehatan, termasuk menurunkan kadar oksigen pada cakram dan meningkatkan risiko pengikisan tulang punggung.

  • Cedera fisik, termasuk akibat mengangkat beban berlebih maupun kecelakaan.

Jangan Sepelekan Gejala Hernia Nukleus Pulposus

Gejala HNP sering dianggap nyeri ringan akibat keseleo atau terpelintir. Padahal, nyeri akibat HNP tidak boleh dianggap sepele dan perlu mendapatkan penanganan. Gejala saraf terjepit yang bisa diamati antara lain nyeri pada kaki dan bahu, melemahnya fungsi otot, kekakuan otot, dan kesemutan. Kondisi ini menyebabkan pengidap sulit menggerakkan tubuh, termasuk mengangkat tangan, membungkuk, dan gerakan lainnya. Rasa nyeri bisa menyebar ke seluruh tubuh, mulai dari punggung, bahu, tangan, tungkai, hingga kaki.

Diagnosis HNP dilakukan dengan tes pemindaian (seperti CT scan, MRI, dan foto rontgen), tes darah, dan pemeriksaan saraf. Tes pemindaian dilakukan untuk mendapatkan kondisi tulang belakang dan struktur di sekitarnya, tes darah untuk mengidentifikasi peradangan atau infeksi, serta pemeriksaan fisik untuk melihat lokasi terjadinya kerusakan saraf secara akuran.

Fisioterapi untuk Obati Hernia Nukleus Pulposus

1. Konsumsi Obat-Obatan

Misalnya obat pereda nyeri, obat opioid, obat penenang otot, obat antikonvulsan, suntikan kortikosteroid, dan obat kortikosteroid oral. Konsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter untuk memaksimalkan proses penyembuhan.

2. Terapi Fisik

Dilakukan jika gejala HNP tidak membaik. Terapi fisik yang dilakukan antara lain olahraga peregangan otot dan latihan posisi tubuh tertentu. Olahraga ringan (seperti jalan santai dan yoga), akupuntur, pijat, dan perawatan chiropractic bisa dilakukan untuk mengobati saraf terjepit. Sebelum melakukan aktivitas fisik, bicara pada dokter untuk meminimalkan risiko komplikasi. Pastikan terapi fisik yang dilakukan aman dan segera hentikan jika gerakan yang dilakukan menimbulkan nyeri.

3. Operasi

Hanya sebagian kecil kasus HNP yang diobati dengan operasi. Tindakan ini dilakukan jika saraf terjepit tidak membaik setelah enam bulan diobati dengan obat dan terapi fisik, otot semakin melemah, otot kaku, dan sulit bergerak.

Kalau kamu mengalami nyeri otot yang tidak membaik, segera bicara pada dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapatkan penanganan. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!

Baca Juga: