Jenis-Jenis Narkoba yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Jenis-Jenis Narkoba yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Narkoba adalah zat yang jika dikonsumsi dapat memengaruhi kondisi kejiwaan, pikiran, perasaan, dan perilaku. Tak hanya itu, narkoba juga bisa membuat pemakainya ketergantungan atau kecanduan. Zat ini ada cukup banyak jenisnya, dan semuanya berbahaya. Dalam pembahasan kali ini, akan dibahas jenis-jenis narkoba yang perlu diketahui.

Sebenarnya, narkoba merupakan sejenis obat yang biasa dipakai dokter untuk membius pasiennya ketika akan melakukan operasi, atau untuk proses penyembuhan penyakit tertentu. Namun, beberapa kalangan kerap menggunakan zat ini dengan tujuan lain, sehingga menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.

Berikut beberapa jenis narkoba dan bahayanya bagi tubuh:

1. Morfin

Berasal dari kata ‘morpheus’ yang berarti ‘dewa mimpi’, morfin adalah alkaloid analgesik kuat yang ditemukan pada tanaman opium. Jenis narkoba ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat, sebagai penghilang rasa sakit. 

Beberapa efek buruk yang timbul dari pemakaian narkoba jenis morfin adalah:

  • Menurunkan kesadaran.

  • Menimbulkan euforia atau rasa bahagia luar biasa.

  • Kebingungan.

  • Berkeringat.

  • Pingsan.

  • Jantung berdebar-debar.

  • Gelisah.

  • Perubahan suasana hati.

  • Mulut kering.

  • Kejang lambung.

  • Produksi air seni berkurang.

  • Gangguan menstruasi dan impotensi.

Baca juga: Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit, Masa Sih?

2. Heroin (Putaw)

Narkoba jenis ini dihasilkan dari pengolahan morfin secara kimiawi. Namun, reaksi yang ditimbulkan heroin bisa lebih kuat dari morfin, sehingga zat ini sangat mudah menembus ke otak.

Efek buruk yang ditimbulkannya adalah:

  • Melambatnya denyut nadi.

  • Tekanan darah menurun.

  • Lemah otot.

  • Pupil mengecil.

  • Hilang kepercayaan diri.

  • Suka menyendiri.

  • Sering berperilaku buruk, seperti berbohong dan menipu.

  • Kesulitan buang air besar.

  • Sering tidur.

  • Kemerahan dan rasa gatal pada hidung.

  • Gangguan bicara (cadel).

3. Ganja (Kanabis/Marijuana)

Ganja, yang bernama lain Cannabis sativa syn. Cannabis Indica, adalah tumbuhan budidaya yang menghasilkan serat dan kandungan zat narkotika pada bijinya. Narkoba jenis ini dapat membuat pemakainya mengalami euforia, yaitu rasa senang berkepanjangan tanpa sebab. 

Sebenarnya, tanaman ganja telah dikenal manusia sejak lama. Seratnya biasa digunakan sebagai bahan pembuat kantung, dan bijinya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak. Namun belakangan, negara-negara beriklim dingin pun mulai banyak membudidayakan tanaman dini dengan cara mengembangkannya di rumah kaca. 

Adapun bahaya narkoba jenis ganja bagi tubuh adalah:

  • Denyut nadi dan jantung lebih cepat.

  • Mulut dan tenggorokan terasa kering.

  • Sulit dalam mengingat.

  • Sulit diajak berkomunikasi.

  • Kadang-kadang terlihat agresif.

  • Mengalami gangguan tidur.

  • Sering merasa gelisah.

  • Berkeringat.

  • Nafsu makan bertambah.

  • Sering berfantasi.

  • Euforia.

Baca juga: Alasan Pengguna Narkoba Bisa Diketahui dari Cek Urine

4. Kokain

Kokain adalah jenis narkoba yang berasal dari tanaman Erythroxylon coca, dari Amerika Selatan. Daun tanaman ini biasanya dimanfaatkan untuk mendapatkan efek stimulan, yaitu dengan cara dikunyah. Kokain dapat memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Sementara efek buruk lainnya bagi tubuh adalah:

  • Dapat memberikan efek kegembiraan yang berlebihan bagi si pengguna.

  • Sering merasa gelisah.

  • Menurunnya berat badan.

  • Timbul masalah pada kulit.

  • Mengalami gangguan pernafasan.

  • Sering kejang-kejang.

  • Sering mengeluarkan dahak.

  • Mengalami emfisema (kerusakan pada paru-paru).

  • Turunnya selera makan.

  • Paranoid

  • Gangguan penglihatan.

  • Sering merasa kebingungan.

5. LSD (Lysergic Acid)

LSD adalah jenis narkoba yang tergolong halusinogen. Biasanya berbentuk lembaran kertas kecil, kapsul, atau pil. Efek buruknya bagi kesehatan adalah:

  • Sering berhalusinasi mengenai berbagai kejadian, tempat, warna, dan waktu.

  • Sering terobsesi dengan apa yang ada dalam halusinasinya.

  • Sering juga mengalami paranoid akibat hal-hal yang dihalusinasikannya.

  • Denyut jantung dan tekanan darahnya meningkat.

  • Diafragma mata melebar.

  • Mengalami demam.

  • Sering depresi dan merasa pusing.

  • Memiliki rasa panik dan takut yang berlebihan.

  • Mengalami gangguan persepsi.

6. Opium (Opiat)

Opium adalah jenis narkoba yang berbentuk bubuk. Narkoba jenis ini dihasilkan dari tanaman bernama papaver somniferum. Kandungan morfin dalam bubuk ini biasa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit.

Adapun efek buruknya bagi kesehatan adalah:

  • Memiliki semangat yang tinggi (hiperaktif).

  • Sering merasa waktu berjalan begitu lambat.

  • Merasa pusing (mabuk).

  • Birahi meningkat.

  • Timbul masalah kulit di bagian mulut dan leher.

  • Sering merasa sibuk sendiri.

Baca juga: Bukan Cuma untuk Narkoba, Ini Gunanya Cek Ketergantungan Obat

Itulah sedikit penjelasan tentang jenis-jenis narkoba yang perlu diketahui. Jika kamu mengalami ketergantungan obat atau masalah kesehatan lainnya, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan kamu. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!