• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis Ruam yang Umum Pada Bayi dan Mengatasinya

Jenis Ruam yang Umum Pada Bayi dan Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Merupakan hal yang umum jika bayi mengalami ruam. Ada banyak jenis ruam yang dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh bayi. Ruam ini biasanya sangat bisa diobati. Meskipun bayi mungkin tidak merasa nyaman karenanya, orangtua tidak perlu khawatir. Kondisi ruam kulit jarang merupakan keadaan yang darurat. 

Terkadang ruam pada kulit bayi dapat mengindikasikan penyakit yang lebih serius. Bayi memiliki kulit yang sangat baru dan mengembangkan sistem kekebalan tubuh. Kulit mereka sensitif dan rentan terhadap banyak sumber iritasi atau infeksi. Berikut jenis ruam dan penangan yang tepat yang perlu orangtua ketahui.

1. Ruam Popok

Ruam popok adalah salah satu ruam bayi yang paling umum. Popok bersifat menjaga kehangatan dan kelembapan di dekat kulit, dan air seni serta feses mungkin bersifat asam dan sangat mengiritasi kulit. Penanganan ruam popok yang dapat dilakukan meliputi:

  • Sering mengganti popok.
  • Menyeka dengan kain lembut, basah, bukan tisu yang sudah dikemas dengan kandungan alkohol dan bahan kimia.
  • Menggunakan krim popok, biasanya mengandung seng oksida, yang tidak boleh dihapus dari kulit dengan setiap perubahan popok atau dapat menyebabkan lebih banyak iritasi.
  • Mengurangi makanan asam seperti jeruk dan tomat dalam diet bayi.
  • Cuci tangan ibu sebelum dan sesudah mengganti popok, sehingga ruam tidak terinfeksi. 

Baca juga: Ini Gejala dan Pengobatan Ruam Popok pada Bayi

2. Jerawat Bayi

Jerawat bayi sebenarnya berbeda dengan jerawat yang dialami remaja. Jerawat bayi juga dikenal sebagai jerawat neonatal yang terjadi pada sekitar 20 persen bayi baru lahir. Jerawat bayi umum terjadi pada beberapa bulan pertama kehidupan si bayi. Penelitian menunjukkan bahwa jerawat bayi kemungkinan besar disebabkan oleh jamur, bukan kelenjar minyak atau sebum yang tersumbat. 

Jerawat bayi merupakan kondisi kulit umum yang biasanya bersifat sementara yang muncul pada wajah atau tubuh bayi. Jerawat ini ditandai dengan permukaan kulit kemerahan dengan beberapa benjolan kecil merah atau putih seperti komedo dan pustula. 

Karena jerawat bayi biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan, maka tidak ada perawatan medis yang biasanya dianjurkan. Jika jerawat bayi bertahan lebih lama, ibu dapat bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Sebaiknya jangan mencoba obat yang dijual bebas tanpa bertanya pada dokter terlebih dulu. Beberapa produk dapat merusak kulit bayi yang lembut. 

Baca juga: Begini Caranya Mencegah Ruam Popok di Pantat Bayi

3. Biang Keringat

Biang keringat pada kulit muncul saat keringat terjebang di bawah kulit. Karena bayi memiliki kelenjar keringat yang lebih kecil dan kurang mampu mengatur suhu tubuh mereka, maka mereka lebih rentan terhadap ruam panas daripada orang dewasa. Pakaian ketat, kain bedong, dan selimut juga bisa menyebabkan ruam panas. Dalam kebanyakan kasus, ruam akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. 

Bayi lebih mungkin mengalami biang keringat karena beberapa penyebab:

  • Bayi memiliki sedikit kendali atas lingkungannya dan tidak bisa melepas pakaian tambahan atau menjauh dari sumber panas.
  • Tubuh bayi kurang efektif dalam mengatur suhu.
  • Bayi cenderung memiliki lebih banyak lipatan kulit, yang dapat membuat panas dan keringat terperangkat.

Baca juga: Kenali Penyebab Ruam pada Anak

Biang keringat dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Agar penyembuhan berlangsung lebih cepat, orangtua dapat:

  • Memindahkan bayi ke tempat yang sejuk pada tanda pertama biang keringat.
  • Jaga agar kulit tetap dingin dan kering.
  • Berikan kompres dingin ke area yang sakit.
  • Bilas minyak dan keringat dengan air dingin, lalu tepuk-tepuk daerah itu dengan lembut.
  • Bersihkan lipatan kulit secara teratur untuk memastikan keringat dan minyak yang terjebak tidak membuat ruam bertambah parah. 
  • Biarkan bayi telanjang untuk menjaga kulit tetap dingin. 
  • Gunakan AC atau kipas angin untuk membantu menjaga kulit agar tetap sejuk.
  • Jaga agar bayi terhidrasi dengan baik. 
  • Jangan gunakan krim ruam pada kulit kecuali dokter merekomendasikan krim tertentu. 
  • Ruam panas bukanlah reaksi alergi, dan itu bukan kulit kering. Menggunakan krim yang menangani kondisi ini mungkin tidak cukup membantu. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Baby Acne.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to know about heat rash in babies.