Ad Placeholder Image

Jerawat Belakang Telinga? Ini Solusi Mudah Atasinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Jerawat Belakang Telinga: Jangan Panik, Ini Solusinya

Jerawat Belakang Telinga? Ini Solusi Mudah Atasinya!Jerawat Belakang Telinga? Ini Solusi Mudah Atasinya!

Memahami Jerawat Belakang Telinga: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Jerawat belakang telinga adalah kondisi umum yang terjadi ketika pori-pori di area tersebut tersumbat. Sumbatan ini bisa disebabkan oleh minyak (sebum) berlebih, sel kulit mati, keringat, kotoran, atau bakteri. Kondisi ini mirip dengan jerawat yang muncul di wajah, seringkali dipicu oleh faktor hormonal, penggunaan produk rambut tertentu, atau bahkan headphone yang tidak bersih.

Meskipun seringkali dapat diatasi dengan perawatan rumahan dan produk bebas, benjolan di belakang telinga yang nyeri, membesar, atau disertai demam memerlukan perhatian medis. Hal ini penting untuk memastikan kondisi tersebut bukan indikasi masalah yang lebih serius seperti lipoma, kista, bisul, atau infeksi lain seperti mastoiditis.

Apa Itu Jerawat Belakang Telinga?

Jerawat di belakang telinga merupakan benjolan kecil berwarna merah atau kehitaman yang terbentuk akibat peradangan pada folikel rambut. Area di belakang telinga memiliki kelenjar sebaceous yang menghasilkan minyak, sehingga rentan terhadap penyumbatan pori-pori.

Sama seperti jerawat di bagian tubuh lain, jerawat belakang telinga bisa terasa nyeri saat disentuh dan mungkin mengandung nanah. Kelembapan dan gesekan di area tersebut juga dapat memperburuk kondisi.

Penyebab Umum Jerawat Belakang Telinga

Kemunculan jerawat di area belakang telinga dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Memahami penyebabnya dapat membantu dalam penanganan dan pencegahan.

  • Penyumbatan Pori-Pori. Kombinasi sebum berlebih, sel kulit mati, keringat, kotoran, dan bakteri adalah pemicu utama. Elemen-elemen ini menumpuk dan menyumbat saluran folikel rambut, memicu peradangan.
  • Faktor Hormonal. Perubahan hormon, seperti selama masa pubertas, menstruasi, atau kehamilan, dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit. Peningkatan sebum ini membuat area belakang telinga lebih rentan terhadap timbulnya jerawat.
  • Penggunaan Produk Rambut dan Kosmetik. Sisa sampo, kondisioner, gel rambut, atau produk styling lainnya yang tidak dibilas bersih atau mengandung bahan iritan dapat menyumbat pori-pori. Residu produk ini dapat menyebabkan iritasi dan memicu jerawat.
  • Kebersihan yang Buruk. Kurangnya kebersihan di area belakang telinga memungkinkan penumpukan keringat, kotoran, dan bakteri. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan jerawat.
  • Gesekan dan Tekanan. Penggunaan headphone kotor, kacamata, atau topi yang sering bergesekan dengan kulit di belakang telinga dapat memicu iritasi. Gesekan ini dapat menyumbat pori-pori dan memperparah jerawat.

Gejala Jerawat Belakang Telinga yang Perlu Diwaspadai

Gejala jerawat di belakang telinga mirip dengan jerawat di area lain. Umumnya, benjolan kecil berwarna merah muncul, yang bisa terasa nyeri saat disentuh.

Terkadang, benjolan tersebut memiliki titik putih atau hitam di bagian tengah. Benjolan juga bisa terasa gatal atau meradang. Pada kasus yang lebih parah, jerawat dapat membesar dan menimbulkan rasa sakit yang signifikan.

Cara Mengatasi Jerawat Belakang Telinga

Penanganan jerawat belakang telinga dapat dimulai dengan metode rumahan hingga produk over-the-counter.

  • Kompres Hangat. Mengompres area yang berjerawat dengan handuk hangat dapat membantu membuka pori-pori dan mengurangi peradangan. Lakukan beberapa kali sehari selama 10-15 menit.
  • Produk Over-the-Counter (OTC). Gunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide atau asam salisilat. Kedua bahan ini efektif untuk mengurangi bakteri penyebab jerawat dan membersihkan pori-pori yang tersumbat.
  • Jaga Kebersihan. Bersihkan area belakang telinga secara rutin dengan sabun lembut dan air. Pastikan untuk membilasnya hingga bersih dan mengeringkannya dengan lembut.
  • Hindari Memencet Jerawat. Memencet jerawat dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko infeksi serta meninggalkan bekas luka.

Kapan Harus ke Dokter Spesialis THT?

Meskipun sebagian besar jerawat belakang telinga dapat sembuh dengan perawatan rumahan, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian dokter. Disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter THT jika:

  • Benjolan terasa sangat nyeri, membesar, atau tidak kunjung membaik setelah beberapa hari.
  • Muncul demam yang disertai dengan benjolan.
  • Benjolan mengeluarkan cairan berbau atau nanah yang banyak.
  • Terdapat dugaan bahwa benjolan tersebut bukan jerawat biasa, melainkan kondisi lain. Beberapa kondisi lain yang bisa menyerupai jerawat di area ini meliputi lipoma (benjolan lemak), kista sebaceous, bisul, atau bahkan infeksi telinga seperti mastoiditis.

Diagnosis yang tepat dari dokter THT penting untuk penanganan yang sesuai, terutama jika kondisi tersebut merupakan infeksi serius yang memerlukan antibiotik atau prosedur medis lainnya.

Pencegahan Jerawat Belakang Telinga

Mencegah jerawat belakang telinga melibatkan kebersihan dan kebiasaan yang baik.

  • Bersihkan Area Belakang Telinga Secara Teratur. Saat mandi, pastikan untuk mencuci area belakang telinga dengan sabun yang lembut dan membilasnya sampai bersih.
  • Pilih Produk Rambut yang Tepat. Gunakan sampo, kondisioner, dan produk styling non-komedogenik. Pastikan untuk membilas rambut secara menyeluruh agar tidak ada residu yang tertinggal di kulit.
  • Bersihkan Headphone dan Aksesoris. Rutin bersihkan headphone, kacamata, atau aksesoris lain yang bersentuhan dengan area telinga. Hal ini untuk mencegah penumpukan bakteri dan kotoran.
  • Hindari Kontak Berlebihan. Batasi menyentuh area belakang telinga dengan tangan yang kotor.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis dari Halodoc

Jerawat belakang telinga adalah kondisi umum yang dapat disebabkan oleh penyumbatan pori-pori, faktor hormonal, atau produk perawatan rambut. Perawatan yang tepat dan kebersihan yang baik dapat membantu mengatasi dan mencegahnya.

Jika benjolan di belakang telinga tidak membaik, terasa sangat nyeri, membesar, atau disertai demam, segera konsultasikan dengan dokter spesialis THT. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah mendapatkan konsultasi medis untuk diagnosis akurat dan rencana perawatan yang sesuai.