Ad Placeholder Image

Jika Diare Sebaiknya Makan Apa? Yuk, Cek di Sini!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Jika Diare Sebaiknya Makan Apa? Ini Makanan Amanmu!

Jika Diare Sebaiknya Makan Apa? Yuk, Cek di Sini!Jika Diare Sebaiknya Makan Apa? Yuk, Cek di Sini!

Panduan Makanan: Jika Diare Sebaiknya Makan Apa agar Cepat Pulih?

Diare merupakan kondisi umum yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan signifikan. Saat mengalami diare, penting untuk memilih makanan yang tidak memperparah kondisi saluran pencernaan.

Pemilihan makanan yang tepat sangat krusial untuk membantu pemulihan energi dan memadatkan feses. Fokus utama adalah pada makanan yang lembut, mudah dicerna, dan dapat membantu rehidrasi tubuh.

Apa Itu Diare?

Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar (BAB) dengan feses encer lebih dari tiga kali dalam sehari. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit, intoleransi makanan, hingga efek samping obat-obatan.

Gejala umum diare meliputi kram perut, mual, muntah, demam ringan, dan kehilangan nafsu makan. Dehidrasi adalah komplikasi serius yang harus dihindari saat diare.

Prinsip Diet saat Diare

Saat diare, saluran pencernaan menjadi sensitif dan memerlukan waktu untuk pulih. Oleh karena itu, konsumsi makanan harus diatur dengan cermat.

Prinsip dasarnya adalah memilih makanan yang lembut, rendah serat, tidak berlemak, dan mudah dicerna. Tujuannya untuk mengurangi beban kerja usus dan membantu tubuh menyerap nutrisi tanpa memperparah iritasi.

Jika Diare Sebaiknya Makan Apa? Ini Daftarnya

Memilih makanan yang tepat dapat mempercepat proses pemulihan dan meredakan gejala. Prioritaskan makanan yang dapat membantu mengembalikan kepadatan feses dan mencegah dehidrasi.

Berikut adalah beberapa pilihan makanan yang direkomendasikan saat seseorang mengalami diare:

Diet BRAT

Diet BRAT adalah singkatan dari Pisang (Bananas), Nasi (Rice), Saus Apel (Applesauce), dan Roti Panggang (Toast). Makanan ini dikenal rendah serat dan mudah dicerna, membantu memadatkan feses.

  • Pisang: Kaya kalium yang hilang saat diare, mudah dicerna, dan membantu memadatkan feses.
  • Nasi putih/Bubur: Sumber karbohidrat sederhana yang memberikan energi dan lembut bagi lambung.
  • Saus Apel (tanpa gula): Apel yang dihaluskan tanpa kulit kaya pektin, serat larut yang membantu memadatkan feses.
  • Roti Panggang: Roti tawar yang dipanggang tanpa mentega atau selai adalah sumber karbohidrat ringan.

Sumber Protein Rendah Lemak

Protein diperlukan untuk memulihkan energi dan membangun kembali sel-sel tubuh tanpa membebani pencernaan. Pilih sumber protein yang dimasak dengan cara direbus atau dikukus.

  • Ayam rebus/panggang tanpa kulit: Sumber protein hewani yang mudah dicerna.
  • Ikan kukus: Ikan seperti kakap atau salmon yang dikukus memberikan nutrisi penting.
  • Tahu: Protein nabati yang lembut dan kaya nutrisi.
  • Telur: Telur rebus atau orak-arik tanpa minyak berlebihan adalah pilihan protein yang baik.

Buah-buahan yang Aman

Beberapa buah memiliki kandungan pektin atau serat larut yang tinggi, membantu dalam pemadatan feses dan menyediakan vitamin.

  • Jambu biji: Dikenal dapat membantu mengurangi frekuensi BAB karena kandungan tanin.
  • Blueberry: Mengandung antioksidan dan serat yang bermanfaat.
  • Pir: Sumber serat larut yang baik dan mudah dicerna.
  • Delima: Kaya antioksidan dan dapat membantu memulihkan energi.
  • Alpukat (jus): Lemak sehat dan kalium, dibuat jus tanpa tambahan gula.

Karbohidrat Kompleks Lainnya

Selain nasi, beberapa karbohidrat lain juga aman dikonsumsi dan dapat memberikan energi berkelanjutan.

  • Kentang rebus: Sumber karbohidrat sederhana yang mudah dicerna dan kaya kalium.
  • Biskuit gandum: Pilih biskuit gandum tawar tanpa tambahan lemak berlebihan.
  • Oatmeal: Sumber serat larut yang dapat membantu menenangkan saluran pencernaan.
  • Sereal: Sereal tawar yang tidak mengandung gula tinggi dan serat kasar.

Pentingnya Cairan dan Elektrolit

Dehidrasi adalah risiko utama saat diare karena kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Asupan cairan yang cukup sangat penting.

  • Air putih: Minum air putih secara teratur untuk menggantikan cairan yang hilang.
  • Oralit: Larutan rehidrasi oral ini sangat efektif untuk menggantikan elektrolit yang hilang.
  • Sup kaldu bening: Memberikan garam dan cairan yang diperlukan.
  • Teh hitam (sedikit): Dapat membantu menenangkan perut, namun hindari konsumsi berlebihan dan tanpa gula.

Makanan yang Perlu Dihindari saat Diare

Beberapa jenis makanan dapat memperburuk diare dan harus dihindari sementara. Makanan ini meliputi makanan pedas, berlemak, berminyak, tinggi serat tidak larut, dan produk susu.

Hindari juga minuman berkafein tinggi, alkohol, dan minuman manis karena dapat mengiritasi usus. Hindari makanan olahan dan makanan cepat saji.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Meskipun diare seringkali dapat diatasi dengan perubahan diet dan istirahat, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis.

Segera konsultasi dokter jika diare berlangsung lebih dari dua hari pada orang dewasa, demam tinggi, nyeri perut parah, feses berdarah atau berwarna hitam, atau tanda-tanda dehidrasi berat.

Kesimpulan

Memilih makanan yang tepat adalah langkah penting dalam pemulihan dari diare. Prioritaskan makanan lembut, mudah dicerna, rendah lemak, serta pastikan asupan cairan dan elektrolit tercukupi.

Jika diare tidak membaik atau disertai gejala berat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat menghubungi dokter terpercaya untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan personal.