08 May 2018

Kadar Gula dalam Buah-Buahan Bikin Gemuk, Benarkah?

Kadar Gula dalam Buah-Buahan Bikin Gemuk, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Sebagian besar masyarakat percaya bahwa kadar gula pada buah—atau yang sering disebut dengan fruktosa—tidak memiliki dampak yang serius bagi tubuh. Ini tentu saja berbeda dengan glukosa yang disinyalir memicu terjadinya diabetes. Namun, benarkah demikian?

Kandungan fruktosa bisa kamu temukan dengan mudah pada buah-buahan dan sayuran dengan kadar serat yang tinggi. Adanya serat ini akan membuat fruktosa melalui proses sekresi yang lebih kompleks. Proses metabolismenya pun bergantung pada kinerja organ hati dengan bantuan sebuah enzim bernama enzim fruktokinase.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Minessota, Amerika Serikat mengemukakan bahwa adanya fruktosa pada buah dan sayuran berperan sebagai penghasil energi. Ini tidak perlu dikhawatirkan karena tidak membuat tubuh menjadi rentan terkena obesitas.

Studi lain yang pernah dilakukan juga membuktikan bahwa kadar gula pada buah atau sayuran tidak akan membuat kadar insulin pada tubuh mengalami peningkatan secara drastis. Tentu ini berbeda dengan sukrosa atau glukosa yang cenderung membuat tubuh rentan terkena diabetes.

Baca juga: Ketahui Fakta Minum Jus untuk Diet

Seakan belum cukup, penelitian yang dilakukan di Cina turut mengemukakan fakta yang tak kalah mengejutkan. Kabarnya, semakin banyak kamu mengonsumsi buah-buahan, risiko tubuh terkena diabetes akan menurun hingga 12 persen. Para peneliti mengungkapkan bahwa buah memang memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Meski begitu, proses metabolisme atau pembongkarannya tidak sama dengan saat tubuh menguraikan gula buatan.

Fruktosa dan Penyakit Diabetes

Namun, banyak mengonsumsi buah bukan berarti kamu lantas berada pada tahapan aman dari bahaya diabetes. Tentunya, kamu pun harus mengimbanginya dengan rutin berolahraga. Ini disebabkan karena gula yang berperan sebagai sumber energi untuk tubuh harus digunakan untuk beraktivitas agar tidak tertimbun dan menjadi lemak tubuh.

Jika kamu tidak memiliki masalah kesehatan serius, banyak mengonsumsi buah tidak akan menimbulkan risiko tinggi pada tubuh. Namun, kondisi ini berbeda dengan para pengidap penyakit diabetes. Demi mencegah meningkatnya kadar glukosa dalam darah, konsumsi buah untuk pengidap diabetes harus dibatasi.

Bukan Gula, Tapi Kalori

Ternyata, gemuk saat terlalu banyak mengonsumsi buah-buahan bukan disebabkan karena kadar gula yang dimilikinya, melainkan karena jumlah kalori dari buah yang kamu konsumsi. Buah-buahan seperti alpukat atau pisang memiliki kalori yang cukup tinggi. Meski baik untuk program diet yang sedang kamu lakukan, konsumsinya yang berlebihan tentu tidak dianjurkan.

Baca juga: Intip Makanan untuk Turunkan Darah Tinggi

Sebagai gantinya, kamu bisa mengonsumsi buah-buahan yang tidak tinggi kalori, seperti melon, apel, semangka, pepaya, dan kiwi. Jenis buah-buahan tersebut sangat baik dimasukkan ke dalam program diet yang sedang kamu jalankan. Dengan demikian, kamu tidak akan menumpuk kalori dalam tubuh meski tidak mengonsumsi makanan berat.

Peringatan lain untuk para pengidap diabetes adalah konsumsi buah yang dibarengi dengan makanan yang mengandung lemak, serat, dan protein lainnya. Ini akan memperlambat laju penyerapan gula dalam usus halus, sehingga menyebabkan kadar gula dalam darah mengalami peningkatan.

 

Itu tadi penjelasan singkat mengenai apakah kadar gula pada buah akan membuat tubuh menjadi gemuk. Kalau kamu punya pertanyaan tentang nutrisi untuk program diet yang sedang kamu jalani, jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter ahli lewat aplikasi Halodoc. Tak hanya bertanya langsung, aplikasi Halodoc juga bisa kamu pakai untuk membeli obat dan vitamin tanpa perlu keluar rumah. Yuk, segera download aplikasinya di ponselmu!