Ad Placeholder Image

Kadas Kudis: Pahami Beda Cara Ampuh Mengobatinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Kadas Kudis: Pahami Beda, Atasi Tuntas Tanpa Bingung

Kadas Kudis: Pahami Beda Cara Ampuh MengobatinyaKadas Kudis: Pahami Beda Cara Ampuh Mengobatinya

Kadas dan kudis merupakan dua jenis penyakit kulit yang seringkali disalahartikan karena gejala awal yang mirip, yaitu gatal dan ruam. Namun, keduanya memiliki penyebab, karakteristik ruam, dan penanganan yang sangat berbeda. Memahami perbedaan fundamental ini krusial untuk diagnosis yang tepat dan penanganan yang efektif, guna mencegah penyebaran dan komplikasi lebih lanjut.

Definisi Penyakit Kadas dan Kudis

Kadas, dikenal juga sebagai kurap atau tinea korporis, adalah infeksi jamur pada kulit. Infeksi ini disebabkan oleh kelompok jamur dermatofita yang hidup dari keratin di kulit, rambut, dan kuku.

Sementara itu, kudis atau skabies adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh tungau mikroskopis bernama Sarcoptes scabiei. Tungau betina menggali liang di bawah permukaan kulit untuk bertelur, memicu reaksi alergi yang menyebabkan gatal hebat.

Kadas (Kurap / Tinea Corporis)

Penyebab Kadas

Kadas disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita, seperti spesies dari genus Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Jamur ini berkembang biak di lingkungan yang hangat dan lembap.

Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kadas meliputi kebersihan diri yang kurang, tinggal di daerah tropis, dan kontak erat dengan individu atau hewan yang terinfeksi.

Gejala Kadas

Gejala kadas yang paling khas adalah ruam melingkar atau oval dengan tepi yang kemerahan, sedikit terangkat, dan bersisik.

Bagian tengah ruam seringkali tampak lebih jernih atau pulih, memberikan gambaran seperti cincin. Ruam ini biasanya terasa gatal, terutama saat berkeringat, dan dapat muncul di hampir semua bagian tubuh.

Penularan Kadas

Kadas sangat menular dan dapat menyebar melalui beberapa cara. Penularan paling umum adalah melalui kontak langsung kulit ke kulit dengan orang yang terinfeksi.

Selain itu, kadas juga dapat menyebar melalui kontak tidak langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi jamur, seperti pakaian, handuk, sprei, sisir, atau lantai kamar mandi.

Hewan peliharaan seperti kucing atau anjing yang terinfeksi jamur juga bisa menjadi sumber penularan kadas pada manusia.

Kudis (Skabies)

Penyebab Kudis

Kudis disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varietas hominis. Tungau betina menggali terowongan atau liang di lapisan atas kulit manusia untuk makan dan bertelur.

Reaksi alergi terhadap tungau, telur, dan kotorannya di kulit menyebabkan gatal hebat dan ruam.

Gejala Kudis

Gejala utama kudis adalah rasa gatal yang sangat intens, terutama pada malam hari atau saat tubuh hangat.

Ruam yang muncul bisa berupa bintik-bintik merah kecil, lepuhan, atau benjolan. Liang tungau sering terlihat sebagai garis tipis, bergelombang, keabu-abuan atau kemerahan di kulit, meskipun terkadang sulit ditemukan.

Area yang sering terkena kudis meliputi sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, ketiak, pinggang, selangkangan, puting susu, dan alat kelamin.

Penularan Kudis

Kudis menyebar melalui kontak fisik yang dekat dan berkepanjangan kulit ke kulit dengan orang yang terinfeksi. Kontak singkat biasanya tidak cukup untuk penularan.

Ini sering terjadi di antara anggota keluarga, pasangan seksual, atau dalam lingkungan yang padat seperti panti jompo, asrama, atau penjara.

Penularan melalui berbagi pakaian, handuk, atau tempat tidur lebih jarang terjadi, tetapi mungkin pada kasus kudis Norwegia yang lebih parah.

Perbedaan Kadas dan Kudis

Meskipun sama-sama menyebabkan gatal dan ruam, kadas dan kudis memiliki perbedaan mendasar yang dapat dirangkum sebagai berikut:

  • Penyebab: Kadas disebabkan oleh jamur, sedangkan kudis disebabkan oleh tungau.
  • Ciri Ruam: Kadas umumnya memiliki ruam berbentuk cincin dengan tepi aktif, sementara kudis ditandai dengan bintik merah, benjolan, dan kemungkinan adanya liang tungau.
  • Intensitas Gatal: Gatal pada kudis jauh lebih parah dan khas memburuk di malam hari, sedangkan gatal kadas seringkali tidak seintens kudis dan lebih dipicu oleh keringat.
  • Lokasi Umum: Kadas dapat muncul di mana saja, kudis seringkali di lipatan kulit seperti sela jari, pergelangan tangan, dan area tersembunyi.

Pengobatan Kadas dan Kudis

Pengobatan Kadas

Pengobatan kadas melibatkan penggunaan obat antijamur. Untuk kasus ringan, krim atau salep antijamur yang dioleskan langsung ke area yang terinfeksi biasanya efektif.

Contohnya termasuk clotrimazole, miconazole, terbinafine, atau ketoconazole. Pengobatan perlu dilanjutkan sesuai anjuran dokter meskipun gejala sudah membaik.

Dalam kasus kadas yang luas atau tidak merespons pengobatan topikal, dokter mungkin meresepkan obat antijamur oral.

Pengobatan Kudis

Pengobatan kudis memerlukan obat-obatan skabisida yang membunuh tungau dan telurnya. Permethrin krim adalah salah satu obat topikal yang paling umum diresepkan.

Obat ini dioleskan ke seluruh tubuh dari leher ke bawah, didiamkan selama beberapa jam, kemudian dibilas. Seluruh anggota keluarga atau orang yang kontak erat juga harus diobati.

Dalam beberapa kasus, terutama kudis yang parah atau meluas, dokter dapat meresepkan obat oral seperti ivermectin.

Pencegahan Kadas dan Kudis

Pencegahan kadas dan kudis berfokus pada kebersihan dan menghindari kontak dengan sumber infeksi.

  • Jaga kebersihan kulit dengan mandi teratur dan segera keringkan tubuh setelah mandi.
  • Hindari berbagi barang pribadi seperti pakaian, handuk, dan sisir.
  • Hindari kontak kulit ke kulit yang berkepanjangan dengan individu yang terinfeksi.
  • Jika memiliki hewan peliharaan, pastikan hewan tersebut sehat dan bebas dari infeksi jamur atau parasit.
  • Cuci pakaian dan sprei secara teratur, terutama jika ada anggota keluarga yang terinfeksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami ruam kulit yang gatal dan tidak kunjung membaik, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang akurat. Penanganan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi atau menyebabkan komplikasi.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, jika diperlukan, tes tambahan untuk menentukan penyebab pasti ruam. Melalui Halodoc, akses konsultasi dengan dokter dan pembelian obat menjadi lebih mudah dan praktis.