Kanker Darah Terjadi Akibat Genetik, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kanker Darah Terjadi Akibat Genetik, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Coba tebak, seberapa banyak pengidap kanker darah di negara kita? Menurut data Kementerian Kesehatan pada 2018, prevalensi pengidap kanker di Indonesia adalah 1,4 persen dengan jumlah total 347.792 penderita. Bagaimana, cukup banyak bukan? 

Ingat, jangan main-main dengan kanker darah. Alasannya simpel, sebab penyakit ini bisa berujung pada kematian. Kanker darah sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu leukemia, multiple myeloma, dan limfoma. Dari ketiga, leukemia merupakan bentuk kanker darah yang paling umum.

Leukemia sendiri merupakan penyakit kanker darah yang menyerang se-sel darah putih. Sel darah putih ini berperan penting dalam sistem imun tubuh, ia melindungi tubuh dari penyakit. Bagian darah yang satu ini dihasilkan oleh sumsum tulang belakang. Lalu, ada apa dengan sel darah putih pengidap leukemia? 

Sel darah putih ini akan berkembang secara teratur dalam tubuh yang normal. Akan tetapi, dalam tubuh pengidap leukemia lain lagi ceritanya. Sumsum tulang akan memproduksi sel darah putih yang abnormal secara berlebihan dan tak berfungsi dengan baik. 

Produksi sel darah putih yang berlebihan ini ujung-ujungnya akan menyebabkan penumpukan dalam sumsum tulang. Alhasil, sel-sel darah yang sehat akan berkurang. 

Lalu, benarkah faktor genetik memainkan peran yang besar pada kanker darah? 

Baca juga: Kenali Lebih Dalam 3 Jenis Kanker Darah

Bisa Genetik, tapi Ada Pula Hal Lainnya

Sampai saat ini, hal yang menyebabkan kanker darah belum diketahui pasti. Namun, faktor genetik memang memainkan peran yang cukup besar terhadap kanker darah. Dengan kata lain, seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan kanker darah berisiko mengalami penyakit tersebut. 

Akan tetapi hal yang perlu digarisbawahi, kanker bukan cuma dipicu oleh genetik atau “warisan” keluarga saja. Sebab, ada pula faktor lainnya yang bisa memicu terjadinya kanker darah. Misalnya: 

  • Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. 

  • Merokok. Rokok tidak hanya akan meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut), tetapi juga berbagai penyakit lain.

  • Mengidap down syndrome atau gangguan genetika lain yang langka meningkatkan risiko mengalami leukemia akut. 

  • Mengidap penyakit autoimun, seperti HIV atau AIDS. 

  • Memiliki riwayat sistem imun, seperti transplantasi organ.

  • Berusia di atas 55 tahun.

  • Terpapar senyawa kimia, misalnya pestisida.

  • Terinfeksi virus Epstein-Barr.

  • Mengonsumsi obat imunosupresan.

Baca juga: Tangkal Hoax, Kenali 5 Fakta Penyakit Kanker Darah Leukemia

Ditandai Sederet Keluhan pada Tubuh

Ketika seseorang mengidap kanker darah, umumnya tubuhnya akan mengalami berbagai keluhan. Sebab, faktanya kanker darah memang bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Namun, gejala-gejala ini bergantung dari jenis kanker darah yang diidap.

Nah, setidaknya ada beberapa gejala yang umum dialami oleh pengidap kanker darah, seperti: 

  • Nyeri pada tulang atau sendi.

  • Penurunan berat badan.

  • Keringat berlebihan, terutama pada malam hari.

  • Sakit kepala.

  • Muncul bintik-bintik merah pada pada kulit. Lemas atau kelelahan yang berkelanjutan.

  • Muntah-muntah.

  • Mudah mengalami pendarahan (misalnya, sering mimisan) atau memar.

  • Demam.

  • Menggigil.

  • Pembengkakan pada limfa noda, hati, ataupun limfa.

  • Muncul infeksi yang parah atau sering terjadi.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases & Conditions. Leukemia.  
American Society of Hematology. Diakses pada Oktober 2019. Blood Cancers.