Ad Placeholder Image

Kapan Bayi Boleh Digendong Pekeh? Cek Usia Idealnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Kapan Bayi Boleh Digendong Pekeh? Cek Usia Idealnya

Kapan Bayi Boleh Digendong Pekeh? Cek Usia IdealnyaKapan Bayi Boleh Digendong Pekeh? Cek Usia Idealnya

Kapan Bayi Boleh Digendong Pekeh? Ini Panduan Lengkapnya

Menggendong bayi dengan posisi menyamping atau miring, yang sering disebut menggendong pekeh, adalah salah satu cara yang umum dilakukan orang tua. Namun, penting untuk memahami usia dan kondisi yang tepat agar posisi ini aman dan mendukung tumbuh kembang bayi. Secara umum, bayi boleh digendong pekeh ketika otot leher dan punggungnya sudah cukup kuat untuk menopang kepala sendiri, biasanya sekitar usia 3-4 bulan. Namun, akan lebih ideal dan stabil saat bayi sudah bisa duduk, yakni sekitar 6 bulan ke atas.

Apa Itu Menggendong Pekeh?

Menggendong pekeh merujuk pada posisi menggendong bayi secara menyamping atau miring. Pada posisi ini, badan bayi biasanya sedikit condong ke samping dengan salah satu lengan penggendong menopang punggung hingga bokong, sementara lengan lain bisa menopang kepala atau memeluk bayi. Posisi ini berbeda dengan menggendong tegak (vertikal) atau menggendong buaian (horizontal penuh).

Usia Ideal untuk Menggendong Pekeh

Penentuan kapan bayi boleh digendong pekeh sangat bergantung pada perkembangan motorik bayi. Aspek krusial yang perlu diperhatikan adalah kekuatan otot leher dan punggung.

  • Usia 3-4 Bulan: Pada rentang usia ini, banyak bayi mulai memiliki kekuatan otot leher yang cukup untuk menopang kepalanya secara mandiri untuk waktu singkat. Jika bayi sudah menunjukkan kemampuan ini, menggendong pekeh dalam durasi pendek bisa mulai dicoba dengan pengawasan ketat.
  • Usia 6 Bulan ke Atas: Usia ini dianggap lebih ideal karena kebanyakan bayi sudah mampu duduk dengan stabil. Kekuatan otot inti, leher, dan punggung sudah jauh lebih berkembang, sehingga posisi menggendong pekeh akan lebih nyaman dan aman bagi bayi. Pada usia ini, risiko cedera atau ketidaknyamanan akibat kurangnya dukungan otot semakin berkurang.

Menggendong bayi pekeh harus selalu memastikan bayi merasa nyaman dan tidak ada tekanan berlebihan pada bagian tubuh tertentu.

Tanda Bayi Siap Digendong Pekeh

Selain usia, ada beberapa tanda fisik dan perkembangan yang menunjukkan bahwa bayi siap untuk digendong pekeh:

  • Mampu mengangkat kepala dan menahannya dalam posisi tegak saat diletakkan tengkurap (tummy time).
  • Memiliki kendali kepala yang baik, tidak mudah oleng atau jatuh saat digerakkan.
  • Menunjukkan minat untuk melihat sekeliling dengan menggerakkan kepala.
  • Mulai mencoba berguling atau menopang badannya dengan lengan saat tengkurap.
  • Sudah bisa duduk dengan bantuan atau bahkan tanpa bantuan.

Cara Menggendong Pekeh yang Aman dan Ergonomis

Keamanan dan kenyamanan bayi adalah prioritas utama saat menggendong pekeh. Perhatikan hal-hal berikut:

  • Posisi M-Shape: Pastikan pinggul dan lutut bayi membentuk huruf “M”, di mana lutut sedikit lebih tinggi dari pantat. Posisi ini mendukung perkembangan sendi panggul yang sehat dan mencegah displasia panggul.
  • Dukungan Penuh: Salah satu tangan harus menopang punggung bayi hingga bokong, sementara tangan lain bisa digunakan untuk menstabilkan tubuh bayi atau menopang kepala jika diperlukan. Pastikan kepala dan leher bayi tertopang dengan baik sesuai usianya.
  • Tidak Terlalu Lama: Hindari menggendong bayi dalam satu posisi pekeh terlalu lama. Bayi bisa merasa pegal atau tidak nyaman. Sesekali ubah posisi atau biarkan bayi beristirahat di tempat tidur.
  • Perhatikan Reaksi Bayi: Amati tanda-tanda ketidaknyamanan pada bayi, seperti rewel, menangis, atau mencoba mengubah posisi. Segera sesuaikan gendongan atau ubah posisi jika bayi terlihat tidak nyaman.

Pentingnya Konsultasi Medis

Setiap bayi memiliki laju perkembangan yang unik. Meskipun ada panduan usia umum, beberapa bayi mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kekuatan otot yang memadai. Jika memiliki kekhawatiran tentang perkembangan motorik bayi atau cara menggendong yang tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli fisioterapi. Informasi dan rekomendasi medis praktis dapat diperoleh melalui aplikasi Halodoc, memastikan setiap orang tua mendapatkan panduan yang akurat dan sesuai kondisi bayi.