• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Memeriksakan Kista Dermoid ke Dokter?

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Kista Dermoid ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kista dermoid adalah sejenis tumor jinak berisi jaringan kulit, gigi, dan rambut. Kista ini bisa tumbuh di bagian tubuh mana pun, tetapi lebih sering di area wajah. Berbeda dengan jenis lainnya, kista dermoid terjadi akibat adanya kelainan saat perkembangan janin dalam kandungan. Itulah sebabnya kista ini bisa langsung terlihat ketika dilahirkan.

Selain pada kulit, kista dermoid juga bisa tumbuh di bagian dalam tubuh, seperti misalnya rahim dan tulang belakang. Parahnya, kista dermoid yang tumbuh di dalam tubuh ini kerap tidak disadari oleh pengidapnya, hingga benar-benar menimbulkan gejala yang mengganggu di usia dewasa. Lantas, kapan sebaiknya memeriksakan kista dermoid ke dokter?

Baca juga: Ini 8 Jenis Kista yang Perlu Diketahui

Pahami Gejala Kista Dermoid Terlebih Dulu

Kista dermoid biasanya tumbuh secara perlahan, tidak bersifat kanker, dan bisa dihilangkan dengan operasi. Meski umumnya tidak berbahaya, kista dermoid dapat menyebabkan gangguan serius jika pecah dan menimbulkan infeksi bakteri. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala kista dermoid terlebih dulu, sehingga bisa tahu kapan harus memeriksakan diri ke dokter.

Seperti telah dijelaskan di awal, kista dermoid dapat tumbuh di bagian tubuh manapun. Karakteristik kista ini adalah berisi kelenjar minyak, kelenjar keringat, rambut, gigi, dan jaringan lainnya yang biasa terdapat di dalam ataupun permukaan kulit. Umumnya, kista dermoid akan tampak sebagai benjolan yang tumbuh tunggal, berukuran 0,5-6 sentimeter, dan lunak jika disentuh.

Soal gejala dan keluhan yang ditimbulkan, umumnya tidak ada. Rasa nyeri biasanya hanya akan muncul jika kista dermoid terinfeksi. Selain rasa nyeri, kista yang terinfeksi juga akan terlihat sangat kemerahan dan membengkak. Untuk kista dermoid yang tumbuh di organ atau bagian dalam tubuh, gejala yang ditimbulkan akan tergantung pada lokasi tumbuhnya benjolan. 

Baca juga: Benjolan di Lutut, Waspada Kista Baker

Jika kista dermoid tumbuh di bagian rahim, pengidapnya akan mengalami gejala berupa nyeri panggul, terutama saat menstruasi. Sementara itu, jika kista dermoid tumbuh di sekitar tulang belakang, pengidap dapat merasakan kesemutan di tungkai, tungkai menjadi lemah hingga sulit berjalan, dan tidak mampu menahan buang air kecil.

Lantas, kapan harus memeriksakan kista dermoid ke dokter? Pemeriksaan ke dokter perlu dilakukan jika kamu menemukan benjolan abnormal di tubuh. Dengan melakukan serangkaian pemeriksaan, dokter dapat menentukan penyebabnya, sekaligus memastikan apakah benjolan tersebut berbahaya atau tidak.

Jadi, segeralah download aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter lewat chat atau buat janji dengan dokter di rumah sakit, jika menemukan benjolan aneh di tubuh. Apalagi jika benjolan yang muncul menimbulkan rasa nyeri, mengalami peradangan, membesar, dan berubah warna. Penanganan darurat juga dapat dibutuhkan jika kista pecah dan menimbulkan nyeri yang hebat.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Tumor Jinak dan Tumor Ganas

Pemeriksaan Kista Dermoid

Kista dermoid di kulit umumnya akan tampak sebagai benjolan. Dokter akan menilai karakteristik benjolan dengan melihat dan meraba benjolan tersebut. Untuk menentukan jenis benjolan atau kista yang tumbuh, perlu dilakukan pemeriksaan jaringan di laboratorium (biopsi). Pemeriksaan ini juga bertujuan sebagai tindakan pengobatan, karena diperlukan pengangkatan kista secara menyeluruh.

Jika kista tumbuh di area mata, dekat pembuluh darah leher, atau di area tulang belakang, dokter biasanya akan melakukan pemindaian dengan MRI atau CT scan untuk mengetahui risiko kerusakan pada area di sekitar kista. Sementara itu, untuk memeriksa kista dermoid yang tumbuh di rahim, dokter akan melakukan USG panggul.

Referensi:
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2020. Dermoid Cyst.
Healthline. Diakses pada 2020. What You Should Know About Dermoid Cysts.
WebMD. Diakses pada 2020. Dermoid Cyst.