• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Vaksin Corona akan Tersedia?

Kapan Vaksin Corona akan Tersedia?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Hingga saat ini, berbagai lembaga sedang berpacu dengan waktu untuk memproduksi vaksin corona dengan segera, mengingat kian hari korban yang ditimbulkan semakin melonjak. Sebelum dijual dan diproduksi secara massal, ada banyak tahap yang harus dilewati. Salah satunya adalah dengan pengujian yang melibatkan hewan terlebih dulu. Dengan skematis yang begitu rumit, kapan vaksin corona akan tersedia?

Baca juga: Apakah Corona Menular saat Berhubungan Intim?

Vaksin Corona Sudah Menemukan Sedikit Titik Terang

Berita terbaru kali ini datang dari perusahaan Johnson & Johnson yang merupakan salah satu perusahaan pengembang vaksin corona.  Perusahaan tersebut kini sedang melakukan uji coba vaksin untuk melawan virus corona baru, yang akan memulai uji coba pertama pada manusia September mendatang. Vaksin ini diperkirakan siap untuk digunakan dalam kondisi gawat darurat pada awal 2021 mendatang.

Dilansir dari Al-Jazeera, J&J sudah mulai mengerjakan vaksin corona, yang digarap dengan teknologi yang sama saat membuat vaksin ebola. Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai sejauh mana uji coba vaksin corona dilakukan. Jika mengingat virus corona baru mewabah di dunia beberapa bulan lalu, pembuatan vaksin yang hanya membutuhkan waktu kurang dari setahun termasuk langkah yang sangat cepat.

Jika mengikuti alurnya, pembuatan vaksin biasanya memakan waktu selama 10-15 tahun. Sebelum digunakan dan diproduksi secara luas, ada banyak tahapan uji coba yang harus dilewati. Proses pengujian akan melibatkan hewan, sebelum dapat digunakan pada manusia. Akan ada tiga proses pengujian, dan setiap tahapnya akan memakan waktu selama bertahun-tahun lamanya.

Baca juga: Ini Alasan Pengidap TBC Lebih Mudah Terkena Virus

Sudah Sampai Mana Perkembangannya?

Ada beberapa metode umum yang digunakan untuk membuat vaksin baru. Beberapa metode yang harus dijalani, di antaranya:

  • Metode melemahkan virus. Metode ini dibuat dengan melemahkan virus yang aktif, kemudian disuntikkan dalam tubuh. Metode ini merupakan metode yang digunakan dalam membuat vaksin campak dan TBC.

  • Metode inaktivasi. Metode ini dibuat dengan meneliti susunan genetik virus yang sudah mati, kemudian membuat tiruan yang kemudian disuntikkan ke dalam tubuh. Dengan begitu, akan membangun antibodi terhadap virus ini secara perlahan. Metode ini merupakan metode yang digunakan dalam membuat vaksin polio dan rabies.

  • Vaksin berbasis nukleotida. Metode ini dibuat dengan menyuntikkan materi genetik DNA dan RNA dari virus yang diperlukan, sehingga tubuh akan membuat virus tiruan dan memproduksi antibodi yang dibutuhkan untuk melawan virus ini.

Hingga saat ini, Amerika Serikat adalah pembuat vaksin yang sudah mencapai tahap paling jauh, karena tidak dikembangkan dari nol. Mereka mengembangkan vaksin corona dari dasar vaksin penyakit SARS dan MERS. Meskipun sama disebabkan oleh virus corona, keduanya berbeda dari jenis COVID-19. 

Baca juga: Butuh Berapa Lama Waktu Penyembuhan Corona

Mengapa Prosesnya Memakan Waktu yang Lama?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada berbagai tahap yang harus dilewati guna memastikan bahwa vaksin tersebut benar-benar aman jika disuntikkan pada manusia. Berikut enam tahap yang harus dilewati untuk membuat satu vaksin baru, yaitu:

  • Proses perancangan, yaitu proses mempelajari vaksin, bagaimana cara tubuh mengenali vaksin, serta membuat pertahanan dalam tubuh.

  • Pengujian pada hewan, yaitu vaksin yang disuntikkan pada hewan guna menguji efektivitas dan efek samping yang muncul.

  • Uji klinis fase ke-1, yaitu uji coba yang dilakukan pada manusia guna menguji efektivitas dan efek samping yang muncul, dalam jumlah sampel yang kecil.

  • Uji klinis fase ke-2, yaitu uji coba yang dilakukan secara mendalam, dalam jumlah sampel yang lebih besar.

  • Uji klinis fase ke-3, yaitu uji coba terakhir yang akan membutuhkan banyak relawan, serta waktu pengamatan yang lebih lama.

  • Persetujuan regulasi, yaitu persetujuan dari lembaga yang berwenang untuk menyebar secara massal vaksin yang telah dibuat.

Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Selagi sehat, jaga daya tahan tubuhmu secara maksimal guna mencegah penularan virus corona, yang hingga kini belum ditentukan secara gamblang kapan vaksin akan diluncurkan. Jika memiliki keluhan atau masalah kesehatan, diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, ya!

Referensi:

BBC News. Diakses pada 2020. Coronavirus: How close are we to a vaccine or drug?

Al Jazeera. Diakses pada 2020. J&J Plans Human Testing of Coronavirus Vaccine by Sept.

CNET. Diakses pada 2020. Coronavirus treatments: Chloroquine, Vaccines and The Drugs Fighting COVID-19.