• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kaum Hawa Perlu Tahu, Gejala dari Turun Peranakan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kaum Hawa Perlu Tahu, Gejala dari Turun Peranakan

Kaum Hawa Perlu Tahu, Gejala dari Turun Peranakan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 Desember 2021
Kaum Hawa Perlu Tahu, Gejala dari Turun Peranakan

Mengetahui gejala turun peranakan bisa membantu mempercepat proses pengobatan. Dengan begitu, kondisi ini bisa segera ditangani dan menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Penyakit ini bisa memicu gejala berupa nyeri perut, perdarahan dari vagina, hingga rahim turun sampai ke bukaan vagina.”

Halodoc, Jakarta – Gejala turun peranakan wajib diketahui oleh para wanita. Sebab, penyakit ini hanya menyerang kaum hawa dan tidak boleh dianggap sepele begitu saja. Turun peranakan alias prolaps uteri adalah gangguan kesehatan yang menyebabkan rahim turun hingga menonjol keluar dari vagina. Padahal pada kondisi normal, rahim terletak di dalam panggul dan disangga otot dan jaringan sekitarnya. 

Turun peranakan bisa terjadi akibat melemahnya otot dan jaringan di sekitar panggul. Otot dan jaringan ini bertugas menyangga rahim. Saat kekuatannya menurun, kinerja otot dan jaringan menjadi tidak maksimal yang menyebabkan rahim turun. Kelemahan otot dan jaringan bisa terjadi akibat persalinan, kehamilan, atau karena pertambahan usia. 

Gejala Turun Peranakan yang Perlu Diketahui 

Turun peranakan bisa terjadi pada wanita di segala usia. Namun, penyakit ini disebut lebih berisiko menyerang wanita yang sudah berusia lanjut dan sudah memasuki masa menopause. Risiko penyakit ini juga meningkat pada wanita yang pernah melahirkan secara normal. Tahapan terjadinya penyakit ini dibagi menjadi empat, yaitu: 

  1. Tahap pertama, kondisi saat leher rahim turun sampai ke saluran vagina. 
  2. Tahap kedua, leher rahim semakin menurun dan mulai mencapai ke bukaan vagina. 
  3. Tahap ketiga, leher rahim sudah berada di luar vagina. 
  4. Tahap keempat, kondisi sudah parah sampai seluruh rahim telah berada di luar vagina.

Sayangnya, gejala turun peranakan seringkali tidak dirasakan pada kondisi yang ringan. Bahkan, kondisi ini mungkin muncul tanpa ditandai dengan gejala sama sekali. Namun, gejala turun peranakan biasanya akan mulai dirasakan jika kondisi ini sudah masuk ke tahap sedang atau berat. Turun peranakan bisa dikenali dengan gejala, seperti mengalami konstipasi atau sembelit, rasa tidak nyaman saat berjalan, nyeri saat berhubungan intim, sensasi penuh di panggul. 

Gejala turun peranakan yang juga bisa muncul, yaitu nyeri pada panggul, perut, dan punggung bawah, keluar darah dari vagina, jaringan rahim keluar dari vagina, gangguan buang air kecil, kesulitan berkemih, serta mengalami infeksi saluran kemih berulang. Gejala penyakit ini sering kali hilang timbul, terutama pada pagi hari. Namun akan terasa sangat mengganggu pada malam hari. 

Faktor Risiko yang Harus Diwaspadai 

Penyebab kondisi ini adalah melemahnya otot dan jaringan penyangga rahim di panggul. Ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko otot dan jaringan panggul melemah, antara lain: 

  • Pernah menjalani persalinan normal, terutama jika bayi berukuran besar atau kembar. 
  • Pernah menjalani operasi panggul dan mengalami komplikasi. 
  • Memasuki masa menopause, di mana terjadi penurunan kadar hormone estrogen. 
  • Mengidap penyakit bronkitis atau asma dalam jangka waktu lama.
  • Obesitas alias memiliki berat badan berlebih. 
  • Faktor pertambahan usia. 
  • Sering mengangkat beban berat. 
  • Mengalami sembelit kronis. 

Untuk menghindari risiko penyakit ini dan munculnya gejala turun peranakan, wanita sebaiknya menghindari hal yang bisa menjadi faktor risiko yang sudah disebutkan di atas. Selain itu, pastikan selalu menerapkan gaya hidup sehat untuk menghindari risiko penyakit. Lengkapi juga dengan konsumsi suplemen tambahan jika dibutuhkan. Cek kebutuhan suplemen harian di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan obat akan dikirim segera ke rumah. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi: 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Uterine Prolapse.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Uterine Prolapse.
Healthline. Diakses pada 2021. Uterine Prolapse.