Kecanduan Narkoba Berdampak pada Fungsi Otak, Benarkah?

Kecanduan Narkoba Berdampak pada Fungsi Otak, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan tentu sudah sering kita dengar. Dari sekian banyak efek buruk yang ditimbulkan, penggunaan narkoba dapat memengaruhi kinerja otak. Karena merupakan organ vital sekaligus pusat kendali tubuh, otak yang terkena efek dari narkoba akan memengaruhi seluruh fungsi tubuh. 

Lebih lanjut, berikut beberapa dampak konsumsi narkoba bagi fungsi otak:

1. Memanipulasi Mood dan Perilaku

Karena memengaruhi kerja otak, narkoba dapat mengubah mood, cara berpikir, dan perilaku pengidapnya. Itulah sebabnya narkoba juga kerap disebut zat psikoaktif. 

Secara umum, ada beberapa efek narkoba pada otak, seperti menghambat kerja otak yang disebut depresansia. Kondisi ini akan menurunkan kesadaran, sehingga timbul rasa kantuk. Seperti misalnya narkoba golongan opioida seperti candu, morfin, heroin, dan petidin), obat penenang (sedativa dan hipnotika) seperti pil BK, Lexo, Rohyp, MG, dan alkohol.

Sementara itu, terkait pengaruhnya pada mood dan perasaan, narkoba memengaruhi bagian otak bernama sistem limbus. Hipotalamus sebagai pusat kenikmatan pada otak adalah bagian dari sistem limbus ini. 

Baca juga: Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit, Masa Sih?

2. Memicu Otak Bekerja Ekstra

Selain memengaruhi mood dan perilaku, narkoba juga memiliki sifat stimulan, sehingga memicu otak bekerja ekstra. Hasilnya, orang yang mengonsumsi obat-obatan terlarang ini akan merasa segar, semangat, dan rasa percaya dirinya meningkat.

Bagai pisau bermata dua, hal ini bisa menyebabkan pemakai narkoba sulit tidur, gelisah, jantung berdebar lebih cepat, dan tekanan darah meningkat. Jenis narkoba yang bisa memicu kondisi ini adalah amfetamin, ekstasi, shabu, kokain, dan nikotin yang terdapat dalam tembakau.

2. Sering Berhalusinasi

Semua orang tentu pernah berkhayal sedikit tentang suatu hal. Namun, khayalan yang disebabkan oleh penggunaan narkoba bisa kelewat batas wajar, dan berubah menjadi halusinasi. Contoh jenis narkoba yang membuat pemakainya berhalusinasi adalah LSD dan ganja, yang dapat menimbulkan berbagai pengaruh. Seperti berubahnya persepsi ruang dan waktu, dan meningkatnya daya khayal.

Baca juga: Alasan Pengguna Narkoba Bisa Diketahui dari Cek Urine

Mengapa Narkoba Bikin Pemakainya Ketergantungan?

Meski mengalami berbagai efek buruk pada otak dan perilaku, orang yang sekali saja memakai narkoba bisa menjadi ketagihan dan bahkan ketergantungan. Lalu pertanyaannya, mengapa narkoba bisa membuat orang ketergantungan? 

Begini, ketergantungan adalah semacam ‘pembelajaran’ sel-sel otak pada pusat kenikmatan. Ketika seseorang mencoba mengonsumsi narkoba, otak akan membaca tanggapan tubuh. Jika merasa nyaman, otak akan mengeluarkan neurotransmitter dopamin dan memberikan kesan menyenangkan. 

Kemudian otak akan merekamnya sebagai sesuatu yang dicari sebagai prioritas, karena dianggap menyenangkan. Akibatnya, otak membuat program yang salah, seolah orang itu memerlukannya sebagai kebutuhan pokok dan terjadilah kecanduan atau ketergantungan.

Nah, karena sudah ketergantungan, pemakai narkoba akan merasa sakit luar biasa dan tidak nyaman jika tidak mendapat asupan narkoba dalam waktu lama. Akhirnya pecandu narkoba pun melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhannya akan obat terlarang itu, meski harus mencuri bahkan membunuh.

Baca juga: Bukan Cuma untuk Narkoba, Ini Gunanya Cek Ketergantungan Obat

Sebab pada kasus ketergantungan, seseorang harus selalu mendapat asupan narkoba. Jika pemakaiannya dikurangi atau bahkan dihentikan, akan timbul gejala putus obat atau sakau. Gejala sakau dapat berbeda-beda, tergantung jenis narkoba yang digunakan.

Pada kasus sakau opioida (heroin), gejala sakau yang muncul mirip dengan sakit flu berat, yaitu hidung berair, keluar air mata, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan sulit tidur. Tidak hanya itu, narkoba juga bisa mengganggu fungsi organ-organ tubuh lain, seperti jantung, paru-paru, hati, dan sistem reproduksi.

Itulah sedikit penjelasan tentang bahaya narkoba bagi otak dan fungsinya. Jika kamu mengalami gejala ketergantungan obat, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan kamu. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!