• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kecanduan Narkoba Berdampak pada Fungsi Otak, Benarkah?

Kecanduan Narkoba Berdampak pada Fungsi Otak, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan sudah pasti bukan hal asing lagi di telinga. Namun, dari sekian banyak dampak negatif yang mungkin kamu dengar, kecanduan, dan penyalahgunaan narkoba ternyata juga dapat memengaruhi kinerja otak. Oleh karena merupakan organ vital sekaligus pusat kendali tubuh, otak yang terkena efek dari narkoba akan memengaruhi seluruh fungsi tubuh. 

Lebih lanjut, berikut ini beberapa dampak konsumsi narkoba bagi fungsi otak:

  • Memanipulasi Mood dan Perilaku

Penyalahgunaan obat terlarang yang memengaruhi kerja otak, narkoba dapat mengubah mood, cara berpikir, dan perilaku pengidapnya. Itulah sebabnya narkoba juga kerap disebut zat psikoaktif. 

Secara umum, ada beberapa efek narkoba pada otak, seperti menghambat kerja otak yang disebut depresansia. Kondisi ini akan menurunkan kesadaran sehingga akan menimbulkan rasa kantuk. Ini termasuk narkoba golongan opioida, seperti candu, morfin, heroin, dan petidin), obat penenang (sedativa dan hipnotika) seperti pil BK, Lexo, Rohyp, MG, dan alkohol.

Sementara itu, terkait pengaruhnya pada mood dan perasaan, narkoba juga memengaruhi bagian otak bernama sistem limbus. Hipotalamus yang berperan pusat kenikmatan pada otak adalah bagian dari sistem limbus ini. 

Baca juga: Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit, Masa Sih?

  • Memicu Otak Bekerja Lebih Keras

Tak hanya memengaruhi mood dan perilaku, narkoba dan obat terlarang juga memiliki sifat stimulan sehingga memicu otak bekerja lebih keras. Hasilnya, orang yang mengonsumsi obat-obatan terlarang ini akan merasa segar, bersemangat, dan rasa percaya dirinya meningkat.

Akan tetapi, obat ini pun bisa menyebabkan penggunanya menjadi sulit tidur, gelisah, jantung berdebar lebih cepat, dan tekanan darah meningkat. Jenis narkoba yang bisa memicu kondisi ini adalah amfetamin, ekstasi, shabu, kokain, dan nikotin yang terdapat dalam tembakau.

  • Sering Berhalusinasi

Semua orang tentu pernah berkhayal tentang suatu hal. Namun, khayalan yang disebabkan oleh konsumsi narkoba bisa melebihi batas kewajaran dan cenderung mengarah pada halusinasi. Contoh jenis narkoba yang membuat penggunanya berhalusinasi adalah LSD dan ganja yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk berubahnya persepsi ruang serta waktu dan meningkatnya daya khayal.

Baca juga: Alasan Pengguna Narkoba Bisa Diketahui dari Cek Urine

Mengapa Narkoba Membuat Pengguna Menjadi Ketergantungan?

Meski mengalami berbagai dampak negatif pada otak dan perilaku, orang yang sekali saja memakai narkoba bisa menjadi kecanduan dan ketergantungan. Lalu, mengapa narkoba bisa memberikan efek tersebut? 

Sebenarnya, ketergantungan menjadi semacam “pembelajaran” sel-sel otak pada pusat kenikmatan. Ketika seseorang mencoba mengonsumsi narkoba, otak akan membaca tanggapan tubuh. Jika merasa nyaman, otak akan mengeluarkan neurotransmitter dopamin dan memberikan kesan menyenangkan. 

Kemudian, otak akan merekamnya sebagai sesuatu yang dicari sebagai prioritas karena dianggap menyenangkan. Akibatnya, otak membuat program yang salah, seolah orang itu memerlukannya sebagai kebutuhan pokok dan terjadilah kecanduan atau ketergantungan.

Nah, karena sudah kecanduan, pemakai narkoba akan merasa sakit luar biasa dan tidak nyaman jika tidak mendapat asupan narkoba dalam waktu lama. Akhirnya, segala cara pun dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan obat terlarang itu, meski harus mencuri bahkan membunuh.

Baca juga: Bukan Cuma untuk Narkoba, Ini Gunanya Cek Ketergantungan Obat

Sebab, pada kasus kecanduan, seseorang harus selalu mendapat asupan narkoba. Jika penggunaannya dikurangi atau bahkan dihentikan, akan timbul gejala putus obat atau bisa dikenal dengan istilah sakau. Gejala sakau dapat berbeda-beda, tergantung jenis narkoba yang digunakan.

Pada kasus sakau opioida (heroin), gejala yang muncul mirip dengan sakit flu berat, yaitu hidung berair, keluar air mata, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan sulit tidur. Tidak hanya itu, narkoba juga bisa mengganggu fungsi organ-organ tubuh lain, seperti jantung, paru-paru, hati, dan sistem reproduksi.

Itulah sedikit penjelasan tentang bahaya narkoba bagi otak dan fungsinya. Inilah mengapa ada beberapa jenis obat yang hanya bisa didapatkan atas resep dokter alias tidak dijual bebas di apotek karena dampak penggunaannya pada tubuh yang seperti kecanduan jika dikonsumsi berlebihan. 

Sekarang, kamu tak lagi harus keluar rumah jika ingin beli obat dan vitamin, lho! Kamu bisa pakai layanan pharmacy delivery yang ada di aplikasi Halodoc. Jadi, pastikan kamu sudah punya aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2021. Drug addiction: getting help.
WebMD. Diakses pada 2021. What Is Drug Addiction?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Drug Addiction (Substance Use Disorder).